NASA Mulai Pesan Rover, Pendarat, dan Drone untuk Pangkalan Bulan

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Langkah besar menuju pangkalan bulan. NASA memesan kendaraan darat dan drone otonom dari Blue Origin serta Firefly untuk mempersiapkan pangkalan permanen sebelum pendaratan astronot Artemis. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Langkah besar menuju pangkalan bulan. NASA memesan kendaraan darat dan drone otonom dari Blue Origin serta Firefly untuk mempersiapkan pangkalan permanen sebelum pendaratan astronot Artemis. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mulai memesan modul pendarat, kendaraan penjelajah (rover), dan drone otonom. Langkah ini menjadi persiapan awal untuk membangun pangkalan permanen di bulan.

NASA mengumumkan rencana fase pertama pangkalan bulan ini pada hari Selasa. Dalam kesempatan itu, mereka memberikan kontrak senilai ratusan juta dolar kepada empat perusahaan swasta AS.

Kolaborasi Strategis dengan Sektor Swasta

Perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin, akan menyediakan dua modul pendarat besar. Nantinya, pendarat tersebut bertugas membawa kendaraan penjelajah ke wilayah kutub selatan bulan.

Dua perusahaan teknologi, Astrolab dan Lunar Outpost, mendapatkan kepercayaan penuh untuk membangun kendaraan penjelajah tersebut. Sementara itu, Firefly Aerospace akan mengirimkan armada drone otonom pertama ke permukaan bulan.

NASA menargetkan seluruh peralatan canggih ini tiba di bulan sebelum astronot Artemis mendarat. Sebab, mereka merencanakan pendaratan manusia pertama di bulan tersebut terjadi pada tahun 2028.

Garis Waktu Misi Artemis

Sebelumnya, empat astronot sukses melakukan penerbangan mengitari bulan dalam misi Artemis II pada April lalu. Penerbangan bersejarah ini membawa manusia terbang lebih jauh ke luar angkasa daripada misi Apollo terdahulu.

Untuk misi Artemis III tahun depan, astronot akan menguji coba sistem dok kapsul Orion di orbit bumi. Setelah itu, mereka akan menyambungkan kapsul tersebut dengan pendarat milik Blue Origin dan SpaceX.

Baca Juga :  Banjir Deepfake di Platform X: Disinformasi AI Kaburkan Realita Perang Iran

Pemerintah AS menargetkan peluncuran Artemis III pada pertengahan 2027. Selanjutnya, dua astronot akan melakukan pendaratan di bulan secepatnya pada tahun 2028.

Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi Lunar

Fase kedua pembangunan pangkalan akan berlangsung mulai tahun 2029 hingga awal 2030-an. Pada tahap ini, tim insinyur mulai membangun infrastruktur permanen termasuk jaringan listrik mandiri.

Eksekutif program pangkalan bulan NASA, Carlos Garcia-Galan, memproyeksikan pangkalan ini akan membentang sangat luas. Bahkan, armada drone otonom bernama MoonFall akan berpatroli menjaga perimeter luar pangkalan.

Pangkalan bulan ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi lunar yang mandiri. Selain itu, proyek ini juga meletakkan fondasi penting bagi misi berawak menuju planet Mars di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Houthi Blokade Selat Bab el-Mandeb dan Serang Kapal
Mandat B50 Indonesia dan Tensi Geopolitik Tahan Harga CPO
Afrika Selatan Hentikan Sementara Pemakzulan Presiden
Perusahaan Pelayaran Hentikan Operasi ke Ukraina
Pakistan Minta Bantuan Finansial 10 Miliar Dolar AS

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:24 WIB

Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:18 WIB

Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:04 WIB

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:27 WIB

Houthi Blokade Selat Bab el-Mandeb dan Serang Kapal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:19 WIB

Mandat B50 Indonesia dan Tensi Geopolitik Tahan Harga CPO

Berita Terbaru