JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara berhasil mengungkap peredaran vape mengandung etomidate di Alexa Suites and Lounge, Penjaringan, Jakarta Utara, patut diapresiasi.
Namun, aparat penegak hukum tidak boleh menghentikan penyidikan hanya pada penangkapan dua tersangka berinisial WS dan FIS.
Sebaliknya, polisi harus mengusut tuntas seluruh pihak yang kemungkinan terlibat dalam peredaran zat berbahaya tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Publik mempertanyakan bagaimana pengelola tidak mendeteksi peredaran vape etomidate yang diduga berlangsung selama berbulan-bulan di tempat hiburan malam.
Usut Dugaan Pembiaran di Tempat Hiburan Malam
Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Ari Galang Saputra mengungkapkan para pelaku diduga menjalankan bisnis vape etomidate selama sekitar tiga bulan.
Jika keterangan itu terbukti benar, penyidik harus mendalami apakah aktivitas tersebut berlangsung secara tertutup atau justru terjadi akibat lemahnya pengawasan internal di lokasi hiburan malam tersebut.
Polisi juga perlu memastikan tidak ada pihak yang luput dari pemeriksaan.
Jangan sampai aparat hanya menindak pelaku lapangan, sementara pihak yang mengetahui, membiarkan, atau bahkan menikmati keuntungan dari aktivitas ilegal itu terbebas dari proses hukum.
Dalam kasus peredaran narkotika dan zat berbahaya di tempat hiburan malam, penyidik tidak cukup hanya memburu pengedar dan pemasok.
Penyidik juga harus menelusuri kemungkinan adanya pembiaran, kelalaian, atau dugaan keterlibatan manajemen, supervisor, petugas keamanan, hingga pemilik usaha.
Pemilik dan Karyawan Perlu Diperiksa
Polisi menangkap salah satu tersangka di lokasi yang berada di bawah pengawasan manajemen setiap hari.
Karena itu, penyidik perlu menjawab secara terang apakah peredaran vape etomidate benar-benar berlangsung tanpa sepengetahuan pengelola.
Penyidik juga perlu memeriksa pemilik usaha, direksi, manajemen operasional, kepala keamanan, hingga karyawan yang bertugas saat aktivitas peredaran berlangsung.
Langkah tersebut penting untuk mengungkap fakta secara utuh.
Selain itu, penyidik harus mengusut laporan internal yang diduga diabaikan, aliran keuntungan ekonomi, serta bentuk keterlibatan lain yang mendukung peredaran vape etomidate.
Bareskrim Harus Dalami Jaringan Besar
Polisi juga perlu mengembangkan kasus ini ke jaringan yang lebih luas. Sebab, vape etomidate tidak muncul begitu saja di pasaran.
Barang tersebut melewati rantai distribusi yang melibatkan pemasok, distributor, kurir, hingga jaringan pemasaran.
Karena itu, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri perlu turun tangan apabila penyidik menemukan indikasi jaringan lintas wilayah atau peredaran yang terorganisasi.
Kehadiran Bareskrim penting untuk membongkar aktor utama di balik peredaran vape etomidate, termasuk pemasok besar yang memasok barang tersebut ke tempat-tempat hiburan malam.
Jangan Berhenti di Pelaku Lapangan
Publik tentu berharap pengungkapan kasus vape etomidate di Jakarta Utara tidak berakhir pada penangkapan pelaku lapangan semata.
Aparat penegak hukum harus mengusut dan menindak seluruh pihak yang terlibat, termasuk mereka yang diduga membiarkan atau menikmati keuntungan dari kejahatan tersebut.
Jika polisi hanya menindak pelaku lapangan, sementara pemasok dan pihak yang terlibat lolos, efek jera tidak akan tercapai.
Karena itu, polisi perlu membuka hasil penyidikan secara transparan kepada publik. Langkah tersebut penting untuk memastikan proses hukum berjalan menyeluruh, profesional, dan tidak tebang pilih.
Pengungkapan tuntas tidak hanya menangkap pengedar, tetapi juga memutus jaringan vape etomidate yang mengancam generasi muda. **
Editor : Hadwan












