Wisata Antariksa di Ambang Pintu: Menimbang Keamanan

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Tonggak sejarah menuju Bulan. Tiongkok berhasil menguji sistem pembatalan darurat wahana Mengzhou dan pemulihan roket Long March-10 di laut untuk pertama kalinya. Dok: Istimewa.

Tonggak sejarah menuju Bulan. Tiongkok berhasil menguji sistem pembatalan darurat wahana Mengzhou dan pemulihan roket Long March-10 di laut untuk pertama kalinya. Dok: Istimewa.

HAWTHORNE, POSNEWS.CO.ID – Keberhasilan SpaceX meluncurkan roket Falcon 1 ke orbit setinggi 500 kilometer membuka babak baru bagi industri antariksa. Pencapaian perusahaan asal California ini membuktikan bahwa teknologi roket canggih kini bukan lagi monopoli lembaga pemerintah.

Dua hari pasca-peluncuran, Virgin Galactic langsung menjalin kerja sama dengan NOAA (Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS). Mereka berencana menggunakan pesawat luar angkasa sebagai sarana riset perubahan iklim. Meskipun kepercayaan diri industri meningkat, para ahli mengingatkan agar semua pihak tetap waspada mengenai aspek keamanan penumpang sipil.

Kekosongan Hukum di “Jalur Karman”

Gerardine Goh, pengamat hukum dari Pusat Dirgantara Jerman (DLR), menyoroti ketiadaan regulasi keselamatan internasional yang mengikat. Menurutnya, standar kelaikan udara ICAO hanya berlaku hingga roket terpisah dari pesawat pengangkut (mother ship).

Setelah pemisahan tersebut, roket akan meluncur menuju “Jalur Karman” di ketinggian 100 kilometer tanpa panduan hukum yang jelas. Para pengacara internasional bahkan belum bersepakat apakah wahana tersebut termasuk kategori pesawat atau roket. “Kita sangat membutuhkan perjanjian PBB yang menawarkan standar keselamatan minimum bagi penerbangan luar angkasa komersial massal,” tegas Goh.

Baca Juga :  Prabowo Gelar Pertemuan 4 Jam di Istana, Bedah Eskalasi Konflik Iran dan Dampaknya

Risiko Nyata dan Tragedi Masa Lalu

Industri wisata antariksa bukannya tanpa risiko. Pada tahun 2007, sebuah ledakan bahan bakar roket di fasilitas Scaled Composites, Mojave, menewaskan tiga insinyur dan melukai tiga lainnya. Tragedi ini terjadi saat pengujian aliran bahan bakar untuk SpaceShipTwo milik Virgin Galactic.

Selain risiko bahan bakar, para ahli dari Dassault Aviation mengidentifikasi bahaya lain. Faktor kritis meliputi risiko dekompresi, posisi penumpang yang terlalu dekat dengan mesin, serta paparan radiasi sinar kosmik. Oleh karena itu, beberapa perusahaan mulai melengkapi wahana mereka dengan kursi pelontar yang dapat berfungsi hingga ketinggian 12 kilometer sebagai langkah antisipasi.

Baca Juga :  Junta Cari Legitimasi di Tengah Perang, PBB dan Barat Sebut Palsu

Inovasi vs Regulasi Ketat

Perdebatan mengenai regulasi kini terbagi menjadi dua kubu. Di satu sisi, FAA (Otoritas Penerbangan Federal AS) memilih pendekatan yang lebih longgar. Mereka tidak berencana menerapkan aturan ketat hingga industri ini benar-benar matang. George Nield dari AST berpendapat bahwa regulasi yang terlalu dini dapat “mencekik” pengembangan teknologi baru yang sedang tumbuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, kritikus seperti Goh memperingatkan bahwa kurangnya standar keselamatan akan membuat biaya asuransi membengkak. Beberapa pihak bahkan menyarankan agar wisata antariksa menggunakan mentalitas “risiko tanggung sendiri” seperti pada olahraga ekstrem selam skuba. Namun, bagi industri yang ingin melayani masyarakat umum secara massal, kepastian hukum dan jaminan keamanan tetap menjadi fondasi utama yang tidak bisa diabaikan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ART di Bekasi Curi Emas Majikan 50 Gram, Uangnya Diduga untuk ‘Pengganda Uang Gaib’
Mendag Pastikan Harga Sembako Stabil, MinyaKita di Jawa-Sumatra Sesuai HET Rp15.700 per Liter
Prabowo: 10 Ribu Puskesmas Tak Pernah Diperbaiki 30 Tahun, Dana Sitaan Koruptor Dipakai Renovasi
Polisi Gerebek 2 Apartemen, 37 Cartridge Vape Etomidate Disita dari Sindikat WNA China
Hak Pilih PMI di Luar Negeri Dijaga, KPU dan Kementerian P2MI Perkuat Kerja Sama
Polisi Bongkar Modus Selundupkan Air Raksa Lewat Kontainer Karpet di Tanjung Priok
Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika di B Fashion Hotel Jakarta, Libatkan Napi Cipinang
Kebakaran Sunter Agung Tanjung Priok, 4 Orang Satu Keluarga Tewas Terjebak Asap

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:30 WIB

ART di Bekasi Curi Emas Majikan 50 Gram, Uangnya Diduga untuk ‘Pengganda Uang Gaib’

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:11 WIB

Mendag Pastikan Harga Sembako Stabil, MinyaKita di Jawa-Sumatra Sesuai HET Rp15.700 per Liter

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:49 WIB

Prabowo: 10 Ribu Puskesmas Tak Pernah Diperbaiki 30 Tahun, Dana Sitaan Koruptor Dipakai Renovasi

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:32 WIB

Polisi Gerebek 2 Apartemen, 37 Cartridge Vape Etomidate Disita dari Sindikat WNA China

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:20 WIB

Hak Pilih PMI di Luar Negeri Dijaga, KPU dan Kementerian P2MI Perkuat Kerja Sama

Berita Terbaru