Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Serangan udara Israel di Kfar Rumman, Lebanon Selatan menewaskan 13 orang termasuk 6 anak-anak. Simak rincian eskalasi. Dok: Istimewa.

Serangan udara Israel di Kfar Rumman, Lebanon Selatan menewaskan 13 orang termasuk 6 anak-anak. Simak rincian eskalasi. Dok: Istimewa.

BEIRUT, POSNEWS.CO.ID – Pasukan militer Israel kembali meluncurkan serangan udara secara masif ke wilayah Lebanon selatan. Langkah taktis ini memicu pertempuran sengit dengan kelompok milisi Hezbollah di perbatasan.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan serangan udara tersebut menewaskan sedikitnya 16 warga sipil. Sementara itu, militer Israel menegaskan bahwa operasi gempuran udara masih berlangsung aktif hingga hari Jumat ini.

Ancaman Nyata bagi Kesepakatan Damai AS-Iran

Eskalasi pertempuran baru ini berpotensi merusak draf kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sebab, isi perjanjian awal menuntut penghentian total operasi militer di semua front pertempuran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesepakatan tersebut juga mewajibkan semua pihak untuk menghormati kedaulatan penuh wilayah negara Lebanon. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak keras untuk menarik mundur pasukannya dari perbatasan.

Baca Juga :  Rekor Baru: IEA Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak untuk Redam Krisis Teluk

Netanyahu menghadapi tekanan politik yang sangat berat menjelang pemilihan umum sela pada akhir tahun ini. Oleh karena itu, ia bersikeras mempertahankan pasukan militer di Lebanon hingga ancaman Hezbollah sirna sepenuhnya.

Penundaan Negosiasi Damai di Swiss

Ketegangan di lapangan akhirnya mengganggu jadwal pertemuan diplomatik penting antara perwakilan Washington dan Tehran di Swiss. Wakil Presiden AS JD Vance secara mendadak menangguhkan rencana keberangkatannya menuju Swiss pada hari Kamis kemarin.

Pihak Gedung Putih berdalih hambatan logistik menjadi pemicu utama dari penundaan perjalanan delegasi tersebut. Namun, stasiun televisi Al-Mayadeen menyajikan analisis yang berbeda mengenai pembatalan rencana pertemuan tersebut.

Stasiun televisi sekutu Hezbollah tersebut mengonfirmasi bahwa Iran sengaja menunda pengiriman delegasi mereka ke Swiss. Langkah boikot ini merupakan bentuk protes keras Iran atas agresi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon.

Baca Juga :  Pangeran Harry Desak Putin Akhiri Perang dan Trump Tunjukkan Kepemimpinan

Peringatan Keras JD Vance untuk Israel

Sebelumnya, Presiden Donald Trump menandatangani kesepakatan damai awal bersama Iran di Istana Versailles Prancis pada hari Rabu. Pertemuan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron tersebut menghasilkan draf kesepakatan yang langsung berlaku aktif.

Usai penandatanganan dokumen, JD Vance melayangkan peringatan lisan yang sangat keras dan serius kepada pemerintah Israel. Ia mengingatkan agar Israel menghormati proses perdamaian transisi ini dengan penuh tanggung jawab.

Vance menegaskan bahwa Donald Trump merupakan satu-satunya pemimpin dunia yang masih menaruh simpati bagi Israel saat ini. Oleh karena itu, Israel harus berhati-hati agar tidak kehilangan dukungan diplomatik satu-satunya dari negara adidaya tersebut.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional
Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang
Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda
Pasukan Rusia Bom Sekolah Di Zaporizhzhia, 24 Tewas
Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal
Donald Trump Fokus Renovasi Kolam Menjelang Pemilu
Mahkamah Agung AS Menolak Gugatan Pemerintah Trump
Korea Utara Bantah Tuduhan Amerika Serikat Terkait Pencurian

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 09:05 WIB

Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional

Jumat, 6 November 2026 - 08:30 WIB

Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang

Jumat, 6 November 2026 - 07:26 WIB

Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda

Jumat, 6 November 2026 - 06:08 WIB

Pasukan Rusia Bom Sekolah Di Zaporizhzhia, 24 Tewas

Kamis, 5 November 2026 - 15:00 WIB

Pemerintah Inggris Gandakan Waktu Tunggu Izin Tinggal

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Jepang Pertimbangkan Bantuan Untuk Mahkamah Internasional

Jumat, 6 Nov 2026 - 09:05 WIB

Donald Trump memuji kemenangan Demokrat pada Pemilu Sela 2026 dan menyalahkan isu perang Iran. Simak ulasan pengakuan Trump dan reaksi Gedung Putih. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Puji Kemenangan Demokrat dan Salahkan Perang

Jumat, 6 Nov 2026 - 08:30 WIB

Partai Demokrat sukses menguasai Kongres AS pada Pemilu Sela 2026. Simak ulasan kemenangan Senat, hasil pemilihan gubernur, serta respons Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Partai Demokrat Kuasai Kongres Amerika Serikat, Hentikan Agenda

Jumat, 6 Nov 2026 - 07:26 WIB