Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Minggu, 20 September 2026 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Rusia menangkap pengamat pemilu Partai Yabloko hingga pingsan di St. Petersburg. Simak rincian insiden dan dugaan pelanggaran pemilu Duma. Dok: Istimewa.

Polisi Rusia menangkap pengamat pemilu Partai Yabloko hingga pingsan di St. Petersburg. Simak rincian insiden dan dugaan pelanggaran pemilu Duma. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, ST. PETERSBURG – Polisi St. Petersburg menangkap seorang pengamat pemilu dari Partai Yabloko pada hari Sabtu.

Insiden Penangkapan Pengamat Oposisi Yabloko

Pihak penyelenggara menuduh pengamat tersebut mengganggu jalannya pemungutan suara di tempat pemungutan suara.

Polisi menggunakan kekerasan fisik hingga menyebabkan pengamat tersebut kehilangan kesadaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas kemudian membawa sang pengamat ke kantor polisi atas dugaan melawan aparat.

Partai Yabloko menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi kesehatan anggotanya tersebut.

Baca Juga :  Jepang Longgarkan Aturan Lembur Mulai Selasa, Picu Kritik

Dominasi Kremlin dan Pembatasan Pengamat Independen

Rusia menggelar pemilu parlemen tiga hari untuk memilih anggota State Duma.

Pemerintah mengontrol ketat pemilu parlemen pertama sejak invasi penuh ke Ukraina.

Mahkamah Agung Rusia sebelumnya mencoret Partai Yabloko dari kertas suara pemilu.

Pemerintah juga memenjarakan dan mengasingkan banyak politisi penentang perang Ukraina.

Partai oposisi melaporkan berbagai kecurangan termasuk pembukaan kotak suara tersegel secara ilegal.

Penolakan Tim Pemantau Internasional dan Tuntutan Transparansi

Rusia menolak kehadiran tim pemantau dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa.

Baca Juga :  PM Kanada Mark Carney Sambut Usulan Asosiasi Uni Eropa

Kementerian Luar Negeri Rusia menuding lembaga tersebut menerapkan standar ganda dalam menilai pemilu.

Presiden Majelis Parlemen lembaga tersebut mengecam keras keputusan sepihak pemerintah Rusia.

Pihak internasional menilai langkah Rusia melanggar komitmen internasional terkait transparansi dan demokrasi.

Sementara itu, Kremlin melibatkan jutaan pemilih di wilayah pendudukan Ukraina untuk mengesahkan kekuasaan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol
Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang
AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi
Hakim AS Larang Pembongkaran Gedung Kennedy Center
Milisi Houthi Kuasai Jalur Maritim Utama Yaman
PM Kanada Mark Carney Sambut Usulan Asosiasi Uni Eropa
Kim Yo Jong Kecam Latihan Militer AS dan Tegaskan Posisi

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:55 WIB

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Minggu, 20 September 2026 - 20:30 WIB

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol

Minggu, 20 September 2026 - 19:49 WIB

Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu

Minggu, 20 September 2026 - 18:42 WIB

Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Sabtu, 19 September 2026 - 11:04 WIB

AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi

Berita Terbaru

Polisi Rusia menangkap pengamat pemilu Partai Yabloko hingga pingsan di St. Petersburg. Simak rincian insiden dan dugaan pelanggaran pemilu Duma. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Minggu, 20 Sep 2026 - 20:55 WIB

Denmark dan Greenland menegaskan kedaulatan wilayah usai Donald Trump mengklaim kontrol militer permanen di Arktik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol

Minggu, 20 Sep 2026 - 20:30 WIB

Houthi menyerang Riyadh dan fasilitas Aramco di Yanbu dengan rudal. Simak tanggapan Arab Saudi, Turki, dan PBB. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:49 WIB