POSNEWS.CO.ID, ST. PETERSBURG – Polisi St. Petersburg menangkap seorang pengamat pemilu dari Partai Yabloko pada hari Sabtu.
Insiden Penangkapan Pengamat Oposisi Yabloko
Pihak penyelenggara menuduh pengamat tersebut mengganggu jalannya pemungutan suara di tempat pemungutan suara.
Polisi menggunakan kekerasan fisik hingga menyebabkan pengamat tersebut kehilangan kesadaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas kemudian membawa sang pengamat ke kantor polisi atas dugaan melawan aparat.
Partai Yabloko menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi kesehatan anggotanya tersebut.
Dominasi Kremlin dan Pembatasan Pengamat Independen
Rusia menggelar pemilu parlemen tiga hari untuk memilih anggota State Duma.
Pemerintah mengontrol ketat pemilu parlemen pertama sejak invasi penuh ke Ukraina.
Mahkamah Agung Rusia sebelumnya mencoret Partai Yabloko dari kertas suara pemilu.
Pemerintah juga memenjarakan dan mengasingkan banyak politisi penentang perang Ukraina.
Partai oposisi melaporkan berbagai kecurangan termasuk pembukaan kotak suara tersegel secara ilegal.
Penolakan Tim Pemantau Internasional dan Tuntutan Transparansi
Rusia menolak kehadiran tim pemantau dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa.
Kementerian Luar Negeri Rusia menuding lembaga tersebut menerapkan standar ganda dalam menilai pemilu.
Presiden Majelis Parlemen lembaga tersebut mengecam keras keputusan sepihak pemerintah Rusia.
Pihak internasional menilai langkah Rusia melanggar komitmen internasional terkait transparansi dan demokrasi.
Sementara itu, Kremlin melibatkan jutaan pemilih di wilayah pendudukan Ukraina untuk mengesahkan kekuasaan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












