Pilkades Serentak Bekasi Digelar di 154 Desa, TPS Digital Jadi Sorotan

Minggu, 20 September 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau TPS Digital Pilkades di Desa Setia Mekar. (Posnews/Ist)

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau TPS Digital Pilkades di Desa Setia Mekar. (Posnews/Ist)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Antusiasme warga mewarnai Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026.

Sejak pagi, masyarakat berdatangan ke tempat pemungutan suara untuk menentukan kepala desa pilihan mereka.

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung memantau proses pemungutan suara di TPS Digital 51 RW 14, Perumahan Bumi Sani, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Minggu (20/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil pemantauan, proses pemungutan suara berjalan tertib. Tidak terlihat gangguan berarti, sementara warga tetap antusias menggunakan hak pilihnya.

“Pelaksanaan pemungutan suara Pilkades hari ini berdasarkan laporan dan pantauan langsung kondisinya berjalan aman dan terkendali. Antusiasme masyarakat juga terlihat cukup tinggi,” kata Asep saat meninjau TPS 51.

Sembilan TPS Berada di Satu Area

Penataan lokasi menjadi salah satu faktor yang membantu kelancaran pemungutan suara. Di lokasi yang ditinjau Asep, terdapat sembilan TPS dalam satu kawasan lapangan.

Pengelompokan tersebut membuat arus pemilih lebih mudah diatur. Warga dapat datang, menggunakan hak pilih, kemudian meninggalkan lokasi tanpa mengganggu proses pemilih lainnya.

“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh proses berjalan tertib, masyarakat dapat memberikan hak pilihnya dengan nyaman, dan situasi tetap kondusif,” ujar Asep.

Menurutnya, antusiasme warga merupakan bagian penting dalam pelaksanaan demokrasi di tingkat desa. Namun, partisipasi tinggi tetap harus diiringi ketertiban.

“Dengan penataan TPS yang baik, masyarakat bisa datang, memberikan hak pilihnya, kemudian prosesnya berjalan dengan tertib,” katanya.

Baca Juga :  Rekonstruksi Kasus Mutilasi Tiara Angelina Sarat Horor, Polisi Ikut Merinding

154 Desa Gelar Pilkades Serentak

Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi digelar pada Minggu (20/9/2026) di 154 desa yang tersebar di 23 kecamatan.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan, sebanyak 12.261 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan seluruh tahapan pemungutan suara. Personel tersebut terdiri atas unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, Linmas, dan Babinsa.

Kodim 0509/Kabupaten Bekasi juga mengerahkan 430 Babinsa untuk membantu pengamanan TPS, distribusi logistik, hingga pemantauan situasi keamanan di wilayah desa.

Sebelumnya, polisi memetakan 3.107 TPS dalam kategori aman, 112 TPS rawan, dan sembilan TPS sangat rawan. Sembilan TPS sangat rawan berada di Tambun Selatan dan Cikarang Utara.

Namun, hingga proses pemungutan suara berlangsung, kepolisian memastikan situasi di 154 desa tetap kondusif.

Penghitungan Suara Jadi Tahap Penting

Asep mengingatkan pengamanan tidak berhenti setelah warga selesai menggunakan hak pilihnya.

Menurut dia, seluruh pihak harus menjaga situasi sampai proses penghitungan suara dan seluruh tahapan Pilkades selesai.

“Kita berharap kondisi yang aman dan tertib ini terus terjaga sampai seluruh tahapan selesai, termasuk proses penghitungan suara,” katanya.

Asep juga mengapresiasi warga yang datang ke TPS. Namun, ia meminta masyarakat tidak membuat kerumunan yang dapat mengganggu petugas saat melakukan penghitungan.

“Antusiasme masyarakat ini tentu kita apresiasi, tetapi tetap harus menjaga ketertiban supaya seluruh tahapan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sistem TPS Digital Jadi Perhatian

Sementara itu, Camat Tambun Selatan Sopyan Hadi menilai pengelompokan pemilih dalam TPS membantu mempercepat proses penghitungan suara.

Ia menjelaskan setiap kelompok TPS melayani sekitar 500 pemilih. Sistem tersebut dinilai lebih mudah dikelola dibandingkan pola pemungutan sebelumnya yang mengumpulkan jumlah pemilih dalam satu lokasi dengan kapasitas jauh lebih besar.

Baca Juga :  Pemprov DKI Mekarkan Kelurahan Kapuk Jadi 3 Wilayah, Layanan Publik Lebih Cepat

“Yang digital sudah pasti dia duluan. Yang biasa juga saya pikir cepat, karena cuma 500, tinggal nanti dihitung di desa masing-masing,” kata Sopyan.

Ia mencontohkan Desa Setia Mekar yang memiliki sekitar 41 ribu pemilih. Dengan sistem pengelompokan TPS, proses pemungutan dan penghitungan menjadi lebih terstruktur.

“Kalau satu panggung itu ribet. Contohnya Desa Setia Mekar, pemilihnya bisa sekitar 41 ribu. Sekarang sudah lebih nyaman karena dikelompokkan per 500, tinggal dihitung di desa masing-masing,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi sebelumnya memang menyiapkan konsep 1 Desa 1 TPS Digital sebagai inovasi dalam Pilkades 2026.

Sistem digital ditujukan untuk mendukung proses pemungutan, penghitungan, serta rekapitulasi suara agar lebih sederhana dan transparan.

Calon dan Pendukung Diminta Menahan Diri

Setelah pencoblosan selesai, perhatian kini beralih ke proses penghitungan suara. Sopyan meminta seluruh calon kepala desa dan pendukungnya menerima hasil pemilihan dengan sikap dewasa.

Ia berharap perbedaan pilihan tidak berubah menjadi perselisihan setelah hasil diumumkan.

“Mudah-mudahan masing-masing paslon juga menahan diri. Siapa pun yang mendapatkan rezekinya, nanti kita lihat hasilnya,” pungkasnya.

Polda Metro Jaya sebelumnya juga mengingatkan para calon dan pendukung agar siap menang dan siap kalah serta tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai pemicu perselisihan.

Polisi mengimbau keberatan terhadap proses pemilihan ditempuh melalui mekanisme yang berlaku.

Dengan pemungutan suara yang sejauh ini berlangsung kondusif, tantangan berikutnya adalah menjaga suasana tetap aman hingga penghitungan dan seluruh rangkaian Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026 benar-benar selesai. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Mengintai Jabodetabek Hari Ini, Cek Daftar Wilayahnya
3.418 PNS Baru DKI Diingatkan Pramono soal Etika Bermedsos
Warga Boncos Terpaksa Pakai Alamat Lain saat Cari Kerja, Ini Penyebabnya
Bangunan di Pinggir Rel Kampung Bahari Ditertibkan, Kapolres Turun Memantau
Hujan Petir Mengintai Bogor, Cek Cuaca Jabodetabek Hari Ini
Konser Andrea Bocelli Picu Polemik, Ribuan Aparat Amankan JIExpo
Cuaca Jabodetabek: Cek Suhu & Potensi Hujan di Kotamu Sebelum Bepergian
Sering Jadi Arena Balap Liar, JLNT Antasari Ditutup Setiap Akhir Pekan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 05:21 WIB

Hujan Mengintai Jabodetabek Hari Ini, Cek Daftar Wilayahnya

Rabu, 4 November 2026 - 19:51 WIB

3.418 PNS Baru DKI Diingatkan Pramono soal Etika Bermedsos

Rabu, 4 November 2026 - 16:08 WIB

Warga Boncos Terpaksa Pakai Alamat Lain saat Cari Kerja, Ini Penyebabnya

Rabu, 4 November 2026 - 14:51 WIB

Bangunan di Pinggir Rel Kampung Bahari Ditertibkan, Kapolres Turun Memantau

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Hujan Petir Mengintai Bogor, Cek Cuaca Jabodetabek Hari Ini

Berita Terbaru

Ilustrasi, Penyadapan. (Magnific)

NASIONAL

Viral 64 Nama Diduga Disadap, Benarkah Sudah Terverifikasi?

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:23 WIB

Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan menggunakan helikopter water bombing.

NASIONAL

1.468 Titik Panas Karhutla, Kalteng Paling Mengkhawatirkan

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:04 WIB

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. (Posnews/Gerindra)

NASIONAL

DPR Dorong RUU Penyadapan, Privasi Warga Jadi Sorotan

Kamis, 5 Nov 2026 - 16:55 WIB

Kapolri Suyudi Ario Seto bersama Ketua Komisi Yudisial Abdul Chair Ramadhan membahas pengamanan hakim dan pengadilan. (Posnews/Humas Polri)

NASIONAL

Komisi Yudisial dan Polri Bahas Polisi Khusus Pengadilan

Kamis, 5 Nov 2026 - 16:44 WIB

PP Polri mendukung Kapolri Suyudi menangani kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo yang menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit dan dua pejabat Polri. (Posnews/Humas Polri)

NASIONAL

Purnawirawan Polri Dukung Kapolri di Tengah Kasus Penyadapan

Kamis, 5 Nov 2026 - 16:13 WIB