OMC Jakarta Diperpanjang hingga 22 September, BMKG Ungkap Fenomena Kelvin

Minggu, 20 September 2026 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Operasi Modifikasi Cuaca OMC Jakarta untuk mengendalikan potensi hujan dan risiko bencana hidrometeorologi. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Operasi Modifikasi Cuaca OMC Jakarta untuk mengendalikan potensi hujan dan risiko bencana hidrometeorologi. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Hujan yang mengguyur Jakarta dan sejumlah wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir bukan semata-mata karena perubahan cuaca biasa.

Di balik turunnya hujan, pemerintah juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengendalikan potensi dampak cuaca ekstrem.

BPBD DKI Jakarta memastikan OMC di wilayah Jakarta masih berlangsung hingga 22 September 2026. Operasi tersebut dimulai sejak 18 September.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan pelaksanaan OMC dilakukan setelah pihaknya menerima peringatan dini dari BMKG terkait potensi pertumbuhan awan hujan.

“OMC akan kami laksanakan dari tanggal 18 sampai 22 September 2026,” kata Marulitua, Minggu (20/9/2026).

Menurut dia, BPBD bergerak setelah mendapatkan informasi mengenai potensi awan yang dapat berkembang dan menghasilkan hujan.

“Ya benar. Setelah kami menerima peringatan dini terkait potensi awan tersebut maka kami lakukan OMC,” ujarnya.

Hujan Diperkuat dan Cakupannya Diperluas

Marulitua menyebut OMC yang berlangsung sejak 18 September memberikan dampak terhadap hujan di sejumlah wilayah Jakarta dan Jabodetabek.

Menurutnya, operasi tersebut dapat meningkatkan curah hujan dari prakiraan awal yang berada pada kategori ringan hingga sedang menjadi sedang hingga lebat. Selain itu, cakupan wilayah yang mengalami hujan juga dapat menjadi lebih luas.

“OMC berdampak pada turunnya hujan di beberapa wilayah Jakarta dengan intensitas curah hujan yang bervariasi. OMC yang dilakukan berhasil meningkatkan curah hujan dari prediksi ringan-sedang menjadi sedang-lebat, dengan cakupan area yang turun hujan bisa menjadi lebih luas,” kata Marulitua.

Baca Juga :  Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Ini Rangkaian Acara dan Jadwalnya

Dengan demikian, OMC dalam konteks ini bukan sekadar membuat hujan turun. Teknologi tersebut digunakan untuk memengaruhi proses pembentukan dan distribusi hujan sesuai kondisi atmosfer yang tersedia.

Fenomena Kelvin Ikut Memicu Hujan

Sementara itu, Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Jumat hingga Minggu juga berkaitan dengan kondisi atmosfer.

BMKG menyebut terdapat dinamika atmosfer Kelvin yang sedang melintas di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Fenomena tersebut ikut mendukung pembentukan awan hujan.

“Jadi selama tiga hari, 18-20 (September) itu ada program modifikasi cuaca oleh BMKG, yang pertama itu untuk wilayah DKI Jakarta. Kalau untuk yang satu lagi Jawa Barat itu basecamp di Husein Sastranegara, kalau di Jakarta itu basecamp di Pondok Cabe,” kata Guswanto, Minggu (20/9).

“Karena pada saat yang sama juga ada dinamika atmosfer Kelvin itu sedang melintas di wilayah kita,” lanjutnya.

Fenomena atmosfer tersebut menjadi salah satu alasan OMC dilakukan ketika kondisi awan dinilai memungkinkan untuk dimodifikasi.

BMKG Masih Waspadai Hujan hingga 24 September

Di sisi lain, BMKG memprakirakan dinamika cuaca masih terjadi pada periode 21-24 September 2026. Secara umum, cuaca Indonesia diprediksi berkisar dari cerah berawan hingga hujan sedang.

BMKG tetap mengingatkan potensi peningkatan hujan di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat. Pada periode tersebut, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi angin kencang di Jawa Barat.

Baca Juga :  Jakarta Waspada! Polisi Tutup Akses DPR/MPR RI, Presiden Prabowo Hadir di Sidang Tahunan MPR 2025

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski Indonesia masih berada dalam pengaruh musim kemarau dan El Niño sangat kuat, sejumlah fenomena atmosfer lokal maupun regional tetap dapat memicu pertumbuhan awan dan hujan.

Karena itu, hujan yang turun di Jakarta tidak otomatis berarti musim hujan sudah sepenuhnya dimulai. Kondisi atmosfer dapat berubah cepat dan menghasilkan hujan meski sebagian wilayah masih berada dalam periode kemarau.

Warga Tetap Perlu Waspada

Bagi warga Jakarta dan wilayah penyangga, hujan beberapa hari terakhir menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca.

Masyarakat sebaiknya tidak hanya memperhatikan hujan yang sedang turun, tetapi juga memantau peringatan dini BMKG, terutama ketika beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, saluran air perlu dipastikan tidak tersumbat. Pohon yang rawan tumbang juga perlu diantisipasi, sementara pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan ketika hujan deras menurunkan jarak pandang dan membuat jalan licin.

OMC sendiri menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengelola risiko hidrometeorologi.

BMKG menjelaskan bahwa dinamika atmosfer menjadi faktor penting dalam peningkatan potensi hujan, sehingga operasi modifikasi cuaca dapat digunakan sebagai salah satu instrumen pengendalian risiko bencana.

Dengan OMC yang masih berlangsung hingga 22 September, masyarakat Jakarta diminta tetap mengikuti informasi resmi BMKG dan BPBD.

Cuaca dapat berubah dalam waktu singkat, sehingga informasi terbaru menjadi kunci untuk mengurangi risiko bagi masyarakat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkades Bekasi 2026 Kondusif, 12.261 Personel Kawal hingga Penghitungan Suara
Pilkades Serentak Bekasi Digelar di 154 Desa, TPS Digital Jadi Sorotan
Jakarta Mulai Masuk Musim Hujan Oktober, BMKG Ungkap Puncaknya
Pilkades Kabupaten Bekasi 2026 Hari Ini, 12.261 Personel Dikerahkan, 121 TPS Rawan
Cuaca Jabodetabek 20 September, Waspada Hujan dan Petir
Pilkades Bekasi Tinggal Hitungan Jam, MUI: Beda Pilihan Jangan Bermusuhan
Jangan Lupa Payung, Hujan Berpotensi Guyur Jabodetabek Sabtu Ini
Pilkades Serentak Bekasi 20 September, 154 Desa Dijaga Ketat Polisi

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:14 WIB

Pilkades Bekasi 2026 Kondusif, 12.261 Personel Kawal hingga Penghitungan Suara

Minggu, 20 September 2026 - 19:57 WIB

Pilkades Serentak Bekasi Digelar di 154 Desa, TPS Digital Jadi Sorotan

Minggu, 20 September 2026 - 19:47 WIB

OMC Jakarta Diperpanjang hingga 22 September, BMKG Ungkap Fenomena Kelvin

Minggu, 20 September 2026 - 15:50 WIB

Jakarta Mulai Masuk Musim Hujan Oktober, BMKG Ungkap Puncaknya

Minggu, 20 September 2026 - 08:04 WIB

Pilkades Kabupaten Bekasi 2026 Hari Ini, 12.261 Personel Dikerahkan, 121 TPS Rawan

Berita Terbaru

Denmark dan Greenland menegaskan kedaulatan wilayah usai Donald Trump mengklaim kontrol militer permanen di Arktik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol

Minggu, 20 Sep 2026 - 20:30 WIB

Houthi menyerang Riyadh dan fasilitas Aramco di Yanbu dengan rudal. Simak tanggapan Arab Saudi, Turki, dan PBB. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:49 WIB