HOUSTON, POSNEWS.CO.ID – Pelatih tim nasional Jepang Hajime Moriyasu meyakini bahwa kekuatan kolektif anak asuhnya mampu membawa Samurai Biru menembus babak perempat final Piala Dunia saat bersua Brasil di Houston pada hari Senin.
Solidaritas Tanpa Batas Sang Kuda Hitam
Publik sepak bola menaruh harapan besar pada Jepang sebagai tim kuda hitam yang berpotensi melangkah jauh di turnamen Amerika Utara ini. Jepang sukses mengamankan posisi runner-up grup di bawah Belanda setelah mengemas satu kemenangan dan dua hasil imbang pada laga sebelumnya.
Moriyasu memuji komitmen luar biasa skuadnya menjelang laga krusial kontra pemilik lima trofi Piala Dunia tersebut. “Semua pemain akan memberikan kontribusi terbaik dan berjuang keras demi tim,” ujar Moriyasu pada hari Minggu. “Kami memiliki tim yang sangat solid, dan kebersamaan ini kini tumbuh kian kuat.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, Jepang kembali harus tampil tanpa penyerang sayap lincah Takefusa Kubo. Pemain andalan tersebut mengalami cedera lutut parah saat Jepang bermain imbang 2-2 melawan Belanda pada laga pembuka turnamen.
Misi Balas Dendam Brasil dan Taktik Ancelotti
Meskipun Jepang sukses menundukkan Brasil 3-2 dalam laga persahabatan di kandang pada bulan Oktober silam, Moriyasu menilai pasukan Carlo Ancelotti akan menyajikan tantangan yang jauh berbeda di Houston. Ia memprediksi skuad Selecao mengusung misi balas dendam demi membalas kekalahan menyakitkan tersebut.
“Mereka kini menjelma menjadi tim yang berbeda dan memiliki motivasi berlipat ganda untuk menumbangkan kami,” tambah Moriyasu. “Kami mengantisipasi laga yang berjalan sangat ketat. Kami memiliki peluang emas, walau laga ini akan menguras energi… kami akan mengerahkan seluruh kekuatan terbaik.”
Menantang Sejarah dan Defisit Waktu Istirahat
Sepanjang sejarah keikutsertaan mereka, Jepang belum pernah melangkah lebih jauh dari babak 16 besar Piala Dunia. Sebaliknya, Brasil tengah memburu gelar juara dunia keenam demi mempertegas hegemoni global mereka di kancah sepak bola internasional.
Brasil juga mengantongi keuntungan fisik berupa waktu pemulihan yang lebih panjang karena menyelesaikan laga fase grup mereka sehari lebih awal daripada Jepang. Moriyasu mengakui timnya menghadapi kerugian fisik akibat jadwal tersebut, namun ia enggan menjadikannya sebagai alasan untuk menyerah sebelum bertanding.
Pemenang dari laga hidup-mati ini akan menantang Norwegia atau Pantai Gading pada babak perempat final berikutnya.
Bayang-Bayang Adu Penalti di Masa Lalu
Empat tahun silam, Jepang sempat mengejutkan dunia setelah menundukkan raksasa Eropa seperti Jerman dan Spanyol di fase grup. Namun, langkah luar biasa mereka harus berakhir di babak 16 besar setelah kalah dalam drama adu penalti melawan Kroasia.
Tragisnya, Brasil juga menelan pil pahit serupa pada turnamen yang sama. Langkah Selecao terhenti pada babak perempat final setelah menyerah lewat drama adu penalti kontra lawan yang sama, yakni Kroasia.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












