JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polisi mengungkap kasus pembunuhan seorang pengamen yang tewas ditusuk teman sesama anak punk di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Petugas berhasil menangkap pelaku yang sempat melarikan diri ke Kecamatan Tambelang.
Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Dimas Adhit Putranto, mengatakan pelaku berinisial D kini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelaku berinisial D berhasil diamankan petugas setelah sempat melarikan diri ke wilayah Tambelang,” kata Dimas, Senin (29/6/2026).
Polisi mengungkap, korban dan pelaku sama-sama berprofesi sebagai pengamen anak punk.
Keduanya terlibat cekcok yang diduga dipicu persoalan asmara karena menyukai perempuan yang sama.
Perselisihan itu memuncak di sebuah rumah kontrakan di Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, pada Sabtu (27/6/2026).
Dalam pertikaian tersebut, pelaku menusuk korban hingga tersungkur.
Korban mengalami luka tusuk di dada kiri dan perut. Meski sempat mendapat penanganan medis, nyawanya tidak tertolong.
Polisi Buru Pelaku hingga Tambelang
Usai menerima laporan, personel Polsek Cikarang Barat bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi langsung mendatangi lokasi.
Petugas menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, dan memeriksa sejumlah saksi.
“Kami bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan memeriksa saksi-saksi,” ujar Dimas.
Sementara itu, pelaku memilih kabur setelah menusuk korban. Polisi kemudian memburu pelaku hingga akhirnya menangkapnya di tempat persembunyian di Tambelang, Kabupaten Bekasi.
Ketua RT Ungkap Motif Cemburu
Ketua RT setempat, Boy Sandi, mengungkapkan korban dan pelaku telah berselisih sejak sehari sebelum kejadian.
Menurut informasi yang diterimanya, keduanya sempat bertengkar di kawasan Pasar Beras Cikarang Jati sebelum konflik berlanjut ke Kalijaya.
“Kami tidak mengetahui secara pasti awal kejadiannya. Informasinya mereka sempat cekcok sejak sore, lalu menjelang subuh ada warga yang melapor. Saat kami tiba di lokasi, korban sudah dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Boy menambahkan korban dan pelaku sama-sama bekerja sebagai pengamen anak punk. Ia menduga rasa cemburu terhadap seorang perempuan menjadi pemicu pertikaian tersebut.
“Sepertinya ada motif asmara karena rasa cemburu,” katanya.
Menurut Boy, perempuan yang diduga menjadi pemicu konflik telah tinggal di kontrakan itu sekitar delapan bulan.
Selama itu, warga tidak pernah menerima laporan yang meresahkan terkait perempuan tersebut.
Polisi masih mendalami kasus ini untuk melengkapi berkas penyidikan sekaligus memastikan seluruh rangkaian peristiwa dan motif pembunuhan. **
Editor : Hadwan












