Dinkes DKI Siagakan RS dan Ambulans 24 Jam Tangani Korban Unjuk Rasa Jakarta

Minggu, 31 Agustus 2025 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas medis Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiagakan ambulans dan tenaga medis selama 24 jam untuk menangani korban terdampak unjuk rasa di Ibu Kota.(Dok-Kominfo DKI JKT)

Petugas medis Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiagakan ambulans dan tenaga medis selama 24 jam untuk menangani korban terdampak unjuk rasa di Ibu Kota.(Dok-Kominfo DKI JKT)

JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dan tenaga medis selama 24 jam penuh untuk menangani warga terdampak unjuk rasa. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi atas dampak yang ditimbulkan aksi massa di Ibu Kota.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan seluruh korban unjuk rasa akan mendapat layanan medis cepat, aman, dan tepat. Ia menjelaskan bahwa sejak beberapa hari terakhir, pihaknya telah menangani ratusan pasien yang terdampak aksi.

“Hingga Minggu (31/8) pukul 07.00, tercatat 469 orang mendapat pelayanan kesehatan. Dari jumlah itu, satu orang meninggal dunia, 371 menjalani rawat jalan, dan 97 pasien dirawat inap,” jelas Ani.

Baca Juga :  Ceramah Berujung Kekerasan, Ketua PCNU Magetan Disikut Kades - Bibir Pecah

Pemprov DKI Jakarta, kata Ani, juga menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan seluruh pasien terdampak unjuk rasa. Pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut telah dirujuk ke sejumlah rumah sakit besar, seperti RS Hermina Kemayoran, RS Kramat 128, RSAL Mintohardjo, RSPAD Gatot Soebroto, RS POLRI, RSUD Koja, RSUD Budhi Asih, RS Pelni, hingga RS Pusat Pertamina.

Selain itu, rujukan juga dilakukan ke sejumlah Puskesmas di berbagai wilayah. “Kesiapsiagaan petugas kami pastikan terus berjalan 24 jam. Seluruh RSUD, Puskesmas, dan rumah sakit swasta sudah berkoordinasi untuk memberikan layanan darurat bila dibutuhkan,” tambahnya.

Baca Juga :  Gus Yaqut Ditanya 18 Pertanyaan Penyidik KPK soal Kuota Haji

Dinkes DKI juga menyiagakan 24 unit ambulans yang beroperasi nonstop. Dukungan kegawatdaruratan dijalankan oleh PK3D (Pusat Krisis Kesehatan dan Kegawatdaruratan Daerah), Tim Gawat Darurat (Gadar) Puskesmas, serta RSUD. Secara teknis, disiagakan tujuh dokter, 59 perawat, dan tujuh pengemudi ambulans.

“Ini wujud komitmen kami menjaga pelayanan kesehatan masyarakat dan memastikan seluruh korban unjuk rasa mendapat penanganan medis secara cepat, aman, dan tepat,” tandas Ani. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bandar Sabu Samarinda Dibekuk, Omzet Jaringan Capai Rp630 Miliar
Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag
Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora
Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli
Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?
Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk
Mengapa Beberapa Wilayah Memiliki Populasi Tertua di Dunia?
Adaptasi Genetik: Bisakah Spesies Bertahan dari Kepunahan?

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 04:35 WIB

Bandar Sabu Samarinda Dibekuk, Omzet Jaringan Capai Rp630 Miliar

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:30 WIB

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:07 WIB

Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:53 WIB

Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Berita Terbaru

Ilustrasi, Menulis ulang kode kehidupan. Kemajuan dalam pemetaan genom dan teknologi penyuntingan CRISPR membawa harapan baru bagi penyembuhan penyakit bawaan, sembari memicu perdebatan etika terdalam dalam sejarah peradaban manusia. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB