LOS ANGELES, POSNEWS.CO.ID – Para pencinta game RPG legendaris tampaknya harus bersiap menghadapi penundaan rilis yang jauh lebih lama.
Dampak Nyata Pengurangan Staf Bethesda
Beberapa staf Bethesda membocorkan dampak buruk PHK kepada media IGN. Pihak studio merumahkan lebih dari 50 pekerja terampil di berbagai lokasi.
Pengurangan ini menyasar posisi penting seperti pemrogram, seniman, dan desainer. Bahkan, perusahaan mendepak seorang veteran yang bekerja sejak era game Morrowind.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan sepihak tersebut merusak moral kerja seluruh tim secara drastis. Karyawan kini mengkhawatirkan tuntutan kerja lembur ekstrem pada masa mendatang.
Kehilangan talenta berbakat ini berpotensi besar menunda tanggal peluncuran game tersebut.
Penghormatan Emosional dan Protes Komunitas
Para staf di kantor Dallas dan Rockville membuat memorial penghormatan. Mereka memajang foto-foto mantan rekan kerja di ruang bersama.
Ruang tersebut juga penuh dengan karangan bunga duka cita karyawan. Namun, departemen HR memaksa pembongkaran salah satu memorial tersebut secara sepihak.
Serikat pekerja Bethesda Game Studios membagikan petisi protes di platform online. Pengguna Xbox Player Voice memberikan ribuan dukungan terhadap petisi tersebut.
Komunitas game mengecam keras keputusan pengurangan staf berskala besar ini.
Pemotongan Biaya Massal di Bawah Asha Sharma
CEO Xbox Asha Sharma memangkas 1.600 pekerja pada minggu ini. Angka ini setara dengan seperlima dari total staf divisi game.
Sharma menegaskan bahwa bisnis konsol Xbox saat ini tidak sehat. Ia merencanakan pengurangan 1.600 karyawan tambahan sepanjang tahun ini.
Pimpinan Bethesda Jill Braff menilai keputusan ini demi stabilitas jangka panjang. Namun, staf internal meragukan efisiensi dari perubahan struktur organisasi tersebut.
Karyawan merasa tidak memiliki masa depan yang aman di bawah Microsoft.
Ancaman Tenaga Kontrak Murah dan Kerusakan QA
Para pengembang mengkhawatirkan rencana manajemen merekrut tenaga kontrak murah. Langkah ini bertujuan menggantikan peran staf tetap yang terkena PHK.
Pekerja asing tentu tidak memahami sistem pemrograman eksklusif milik Bethesda. Selain itu, Microsoft mengontrak perusahaan luar Keywords untuk divisi pengujian kualitas.
Kebijakan ini memaksa staf internal melatih pekerja kontrak asing secara mendadak. Hal ini menurunkan efisiensi pengembangan game secara signifikan setiap harinya.
Badai PHK Meluas ke Berbagai Studio Naungan ZeniMax
Badai pengurangan staf ini juga melanda berbagai studio naungan ZeniMax. ZeniMax Online Studios kehilangan 212 karyawan akibat kebijakan ekstrem tersebut.
id Software juga merumahkan 136 pekerja dari total 185 staf penuh. Bahkan, Obsidian Entertainment memotong seperempat jumlah tenaga kerja mereka saat ini.
Kini, Obsidian harus membantu Bethesda menggarap proyek game Fallout terbaru. Pemangkasan massal ini merusak ekosistem pengembangan game internal Microsoft secara menyeluruh.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












