Viral! Penipu Catut Nama Polisi, Kejaksaan, dan PPATK untuk Kuras Data Korban

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. (Posnews/Humas PMJ)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. (Posnews/Humas PMJ)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Masyarakat diminta waspada terhadap modus penipuan baru yang mengatasnamakan aparat penegak hukum.

Modus tersebut dilakukan dengan mengajak korban mengikuti komunikasi virtual melalui Google Meet dan mengaku sebagai penyidik yang akan melakukan penggeledahan terkait kasus narkoba.

Modus ini mencuat setelah unggahan seseorang di media sosial Threads viral.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengunggah mengaku diminta mengikuti komunikasi virtual yang melibatkan pihak yang mengatasnamakan penyidik Polda Metro Jaya, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memastikan modus tersebut merupakan penipuan.

“Berdasarkan modus yang disampaikan, pihak yang mengaku sebagai anggota kepolisian tersebut merupakan pelaku penipuan,” kata Budi, Minggu (19/7/2026).

Polisi Tak Pernah Tangani Perkara via Google Meet

Budi menegaskan, polisi tidak pernah melakukan proses penyelidikan, penangkapan, maupun penggeledahan melalui Google Meet.

Baca Juga :  Rotasi 3 Pejabat Utama Polda Metro Jaya, Kapolda Minta Pejabat Baru Tancap Gas

Terlebih lagi, polisi tidak pernah meminta seseorang memindai kode QR atau menyerahkan data perbankan melalui komunikasi virtual.

“Kepolisian tidak melakukan proses penyelidikan, penangkapan, maupun penggeledahan melalui Google Meet, terlebih dengan meminta korban memindai kode QR atau memberikan data perbankan,” tegas Budi.

Karena itu, masyarakat harus segera menghentikan komunikasi jika menerima instruksi serupa. Jangan mengikuti arahan pelaku, apalagi menyerahkan data sensitif.

Jangan Berikan OTP, PIN, dan Data Perbankan

Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan data pribadi, kode OTP, PIN, maupun melakukan transfer uang kepada pihak yang mengaku sebagai aparat.

“Masyarakat diimbau tidak mengikuti arahan pelaku serta tidak memberikan data pribadi, kode OTP, PIN, maupun melakukan transfer uang,” ujar Budi.

Jika merasa menjadi korban, masyarakat diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi layanan Kepolisian 110.

“Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban, segera melapor ke kantor kepolisian terdekat atau menghubungi layanan Kepolisian 110 agar dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Baca Juga :  Bareskrim Cokok Jaringan Sabu Sumut-NTB, Sita Narkoba Rp2,24 Miliar di Speaker dan Laptop

Pelaku Gunakan Identitas Polisi, Kejaksaan, hingga PPATK

Dalam unggahan yang viral, terlihat sebuah konferensi video yang diikuti tiga akun lainnya.

Ketiga akun tersebut mengatasnamakan penyidik Polda Metro Jaya, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, dan PPATK.

Dua akun menggunakan logo Kejari Jakarta Selatan dan PPATK. Sementara itu, akun yang mengaku sebagai penyidik Polda Metro Jaya menampilkan wajah seorang pria dengan logo Bareskrim di belakangnya.

Pengunggah mengaku bingung dan mempertanyakan keabsahan prosedur yang digunakan dalam komunikasi tersebut.

Ia juga mempertanyakan proses penggerebekan yang dikaitkan dengan perkara narkoba.

Namun, polisi memastikan komunikasi semacam itu bukan prosedur resmi penegakan hukum.

Oleh sebab itu, masyarakat jangan mudah panik ketika menerima panggilan video dari pihak yang mengaku aparat.

Jika ada permintaan kode QR, OTP, PIN, data perbankan, atau uang, besar kemungkinan masyarakat sedang menjadi sasaran penipuan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Residivis Curanmor Dibekuk di Lampung Timur, Ngaku Gasak 20 Motor di Jaksel
Tusuk Korban 8 Kali Gegara Cemburu, Pelaku di Kebon Jeruk Akhirnya Dibekuk Polisi
Begal Sadis Bacok Pria di Koja hingga Luka Parah, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Kasus Narkoba White Rabbit Masuk Meja Hijau, Polisi Lepas Garis Polisi dan CCTV
Sinyal Jakarta – Jabar Lumpuh, Sindikat Curi Modul BTS di Otaki dari Thailand
Begal Sadis Serang Pria di Koja, Korban Dibacok dan Motornya Dibawa Kabur
Vape Narkoba Dijual Rp4 Juta per Pod, Jaringan di Apartemen Jatinegara Dibongkar
Pabrik Narkoba Beroperasi di Kawasan Elite PIK, WN Singapura Jadi “Koki”

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:12 WIB

Residivis Curanmor Dibekuk di Lampung Timur, Ngaku Gasak 20 Motor di Jaksel

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:56 WIB

Tusuk Korban 8 Kali Gegara Cemburu, Pelaku di Kebon Jeruk Akhirnya Dibekuk Polisi

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:28 WIB

Viral! Penipu Catut Nama Polisi, Kejaksaan, dan PPATK untuk Kuras Data Korban

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:12 WIB

Begal Sadis Bacok Pria di Koja hingga Luka Parah, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:55 WIB

Kasus Narkoba White Rabbit Masuk Meja Hijau, Polisi Lepas Garis Polisi dan CCTV

Berita Terbaru

Langkah siaga hadapi cedera otot digital. Kebiasaan mengetik dan menggulir layar ponsel memicu peradangan sendi tangan yang serius. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Texting Thumb: Kebiasaan doomscrolling Mengancam Kesehatan Jari

Senin, 20 Jul 2026 - 08:30 WIB

Kejatuhan pembuat konten kontroversial. Aparat Amerika Serikat menahan Andrew dan Tristan Tate guna memenuhi permintaan ekstradisi dari pemerintah Inggris. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi AS Tangkap Andrew dan Tristan Tate di Miami

Senin, 20 Jul 2026 - 08:26 WIB

Langkah siaga hadapi polusi bising dan panas. Warga Hino dan Inzai menolak keras proyek pembangunan pusat data AI yang merusak ketenteraman. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Warga Jepang Protes Pembangunan Data Center Raksasa

Senin, 20 Jul 2026 - 08:00 WIB

Ilustrasi, Demo Mahasiswa PTKIN Digelar di Gambir Sore Ini, Polisi Siagakan Ratusan Personel. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Demo Mahasiswa Digelar di OJK dan Gambir, 706 Polisi Dikerahkan

Senin, 20 Jul 2026 - 07:30 WIB

Langkah berani dunia teknologi terbuka. Startup Beijing Moonshot meluncurkan model AI Kimi K3 guna menantang dominasi OpenAI dan Anthropic. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Startup China Moonshot Rilis Model AI Kimi K3 Terkuat

Senin, 20 Jul 2026 - 07:30 WIB