Usai Santap Hidangan Tahlilan, Puluhan Warga Muntah dan Diare, 1 Tewas

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hidangan Yasinan Diduga Picu Keracunan Massal, 50 Warga Dirawat. (Posnews/Ist)

Hidangan Yasinan Diduga Picu Keracunan Massal, 50 Warga Dirawat. (Posnews/Ist)

LAMPUNG TENGAH, POSNEWS.CO.ID – Suasana kebersamaan warga Dusun Bluro, Kampung Terbanggi Mulya, Kecamatan Bandar Mataram, Lampung Tengah, berubah menjadi kepanikan.

Hidangan yang disantap dalam acara yasinan dan tahlilan diduga membuat puluhan warga jatuh sakit.

Sedikitnya 50 warga kini tercatat mendapat perawatan setelah mengalami keluhan kesehatan. Tragisnya, seorang warga bernama Nanik (42) meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu malam, 12 September 2026. Saat itu, warga berkumpul di rumah warga untuk mengikuti kegiatan yasinan dan tahlilan.

Setelah acara selesai, jamaah menyantap hidangan yang disediakan tuan rumah. Tidak ada yang menyangka makanan tersebut kemudian diduga menjadi awal petaka bagi puluhan warga.

Sehari Kemudian Warga Mulai Berguguran

Pada malam hingga Minggu, 13 September, sejumlah warga mulai merasakan gejala yang hampir sama. Mereka mengeluhkan mual, muntah, diare, pusing, tubuh lemas hingga perut terasa melilit.

Warga yang kondisinya memburuk langsung mencari pertolongan medis. Mereka tersebar di sejumlah balai pengobatan, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.

Baca Juga :  Satpam Rumah Sakit di Serang Jadi Kurir, Polisi Sita 423 Gram Sabu dan 50 Ekstasi

Sementara itu, Nanik menjadi salah satu warga yang harus menjalani perawatan di Klinik Mandala Medical Center.

Namun, kondisi perempuan berusia 42 tahun itu terus memburuk. Nanik akhirnya meninggal dunia pada Senin, 14 September 2026, saat masih menjalani perawatan.

Kematian Nanik membuat suasana warga semakin berduka. Sebab, kejadian yang semula hanya dianggap sebagai gangguan kesehatan biasa ternyata menelan korban jiwa.

Sampel Makanan Diperiksa

Polisi bergerak setelah menerima laporan kejadian tersebut. Petugas mendatangi lokasi, meminta keterangan warga dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab puluhan warga mengalami keluhan secara bersamaan.

Selain itu, sampel makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut telah diamankan untuk pemeriksaan laboratorium.

Sampel yang diperiksa antara lain nasi, daging ayam, daging kambing, urap-urap, mi dan jengkol. Hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu.

Langkah tersebut penting untuk memastikan apakah makanan yang disantap warga memang mengandung zat atau mikroorganisme yang menyebabkan keracunan.

Polisi juga belum menyimpulkan penyebab pasti kematian Nanik maupun sakit yang dialami puluhan warga.

Baca Juga :  Satgas Ungkap KKB Bakusip Diduga Dalang Pembakaran Pesawat PT AMA

Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan medis dan laboratorium keluar.

Jumlah Korban Masih Bisa Bertambah

Kepala Puskesmas Jatidatar Mataram, M. Prihatiningsih, mengatakan pendataan terhadap warga yang mengalami keluhan masih berlangsung.

Berdasarkan data sementara, sekitar 50 orang telah tercatat mendapat penanganan. Jumlah itu masih berpotensi bertambah karena tidak semua warga memilih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

Kondisi tersebut membuat petugas kesehatan terus memantau warga yang hadir dalam acara tersebut, terutama mereka yang mulai mengalami gejala setelah menyantap makanan.

Di sisi lain, polisi memastikan penyelidikan terus berjalan. Petugas akan mencocokkan keterangan warga, hasil pemeriksaan medis dan hasil laboratorium untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan makanan yang disajikan dalam kegiatan bersama.

Makanan yang dimasak dalam jumlah besar membutuhkan pengolahan, penyimpanan dan penyajian yang higienis agar tidak berubah menjadi sumber penyakit.

Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan. Polisi juga mengimbau warga tetap tenang dan tidak menyebarkan dugaan yang belum terbukti. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sadis, Fotografer di Lampung Timur Tewas Ditusuk, Mobil dan Emas Raib
Ditemukan Lemah di Hutan, Demerina Masih Syok Disandera KKB Mimika
20 Hari Disandera KKB, Nemerina Wamang Diselamatkan, Satu Korban Tewas
Karnaval Maulid Pekalongan Tampilkan Adegan Mencekam, MUI Soroti Unsur Satanik
Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak, Sebby Klaim Ada Dugaan Intelijen
Dua Bocah Kakak Beradik Tewas dalam Kebakaran, Kamar Terkunci dari Luar
Cemburu Bikin Gelap Mata, Pria Tulungagung Nekat Bakar Mobil Tetangga
Update KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Tewas, 130 Masih Dicari

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

Usai Santap Hidangan Tahlilan, Puluhan Warga Muntah dan Diare, 1 Tewas

Selasa, 15 September 2026 - 12:47 WIB

Sadis, Fotografer di Lampung Timur Tewas Ditusuk, Mobil dan Emas Raib

Senin, 14 September 2026 - 18:15 WIB

20 Hari Disandera KKB, Nemerina Wamang Diselamatkan, Satu Korban Tewas

Senin, 14 September 2026 - 15:22 WIB

Karnaval Maulid Pekalongan Tampilkan Adegan Mencekam, MUI Soroti Unsur Satanik

Senin, 14 September 2026 - 07:34 WIB

Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak, Sebby Klaim Ada Dugaan Intelijen

Berita Terbaru

Los Angeles Dodgers amankan tiket postseason MLB 14 musim beruntun usai tekuk Cincinnati Reds 4-1. Simak rincian rekor. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:24 WIB

Glorious merilis keyboard gaming mekanik GMMK Eternal 96% berfitur numpad seharga $99.99. Simak spesifikasi lengkap, fitur hot-swap, dan peredam suaranya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Glorious GMMK Eternal Resmi Meluncur, Keyboard Gaming

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:29 WIB