BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) menegaskan perang melawan narkoba tidak boleh hanya mengandalkan penindakan.
Pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, hingga pemulihan harus berjalan bersamaan. Sebab, ancaman narkoba terus membidik generasi muda yang menjadi penentu masa depan Indonesia.
Pesan itu mengemuka dalam puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Bogor, Kamis (23/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peringatan tahun ini mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045.”
Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan, Indonesia kini berada pada fase penting dalam menyiapkan generasi yang akan mengisi puncak bonus demografi.
Karena itu, pemerintah harus membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, unggul, produktif, berkarakter, dan mampu bersaing.
“Bangsa Indonesia sedang berada pada fase yang sangat menentukan. Kita tengah mempersiapkan generasi yang akan mengisi puncak bonus demografi dan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” kata Suyudi.
Generasi Muda Harus Dilindungi dari Narkoba
Menurut Suyudi, pembangunan manusia tidak cukup hanya dengan meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan.
Pemerintah juga harus melindungi anak-anak dan generasi muda dari ancaman yang dapat menghancurkan masa depan mereka.
Salah satu ancaman terbesar itu adalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Karena itu, BNN mendorong pendekatan pencegahan sejak dini melalui Gerakan ANANDA BERSINAR atau Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika.
Gerakan tersebut melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, serta berbagai pihak untuk membangun ketahanan anak sejak usia dini.
BNN sebelumnya juga memperkuat program tersebut melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pelajar sebagai agen perubahan. Bahkan, ribuan pelajar dan guru di DKI Jakarta telah dikukuhkan sebagai Sobat ANANDA BERSINAR untuk membantu mengedukasi teman sebaya tentang bahaya narkotika.
Pencegahan Harus Sejalan dengan Program Pemerintah
Suyudi mengatakan, pemerintah telah menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, penguatan ketahanan pangan, hingga pelatihan vokasi.
Namun, seluruh program tersebut harus berjalan seiring dengan perlindungan generasi muda dari narkoba.
Sebab, generasi yang sehat dan cerdas akan sulit mencapai potensi terbaiknya jika terjerat penyalahgunaan narkotika.
BNN juga terus memperkuat kerja sama lintas kementerian dan lembaga dalam menjalankan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
BNN Musnahkan 3,37 Ton Narkoba
Selain memperkuat pencegahan, BNN tetap menggencarkan penindakan terhadap jaringan narkotika.
Dalam rangkaian HANI 2026, BNN memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan lima perkara.
Total barang bukti yang dimusnahkan mencapai 3.373.558,27 gram dan 2.640 mililiter. Jumlah tersebut mencakup sabu, hasis, bunga ganja asal Thailand, cairan prekursor, serta metamfetamin.
Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Aswin Sipayung mengatakan, kasus tersebut mengungkap beragam modus jaringan narkotika.
Mulai dari penyelundupan melalui jalur udara dan laut, pemanfaatan mekanisme impor barang, hingga produksi narkotika di laboratorium gelap.
Lima perkara tersebut meliputi peredaran sabu di Bangkalan, Jawa Timur; peredaran hasis jaringan internasional; pengungkapan laboratorium gelap di Padang; penyelundupan bunga cannabinoid dengan modus impor barang; serta penyelundupan sabu melalui jalur pelayaran.
“Seluruh tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup,” kata Aswin.
BNN Ajak Masyarakat Bergerak
Aswin menegaskan, BNN tidak bisa bekerja sendirian.
Jaringan narkotika terus mencari celah. Karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat untuk mempersempit ruang gerak para pelaku.
BNN pun mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” ujarnya.
Puncak HANI 2026 menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat.
Keluarga harus menjadi benteng pertama. Sekolah harus menjadi ruang aman. Masyarakat harus berani peduli.
Sebab, menyelamatkan generasi muda dari narkoba berarti menyelamatkan masa depan Indonesia. Jika anak-anak hari ini tumbuh sehat, cerdas, dan kuat, cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan sekadar impian. **
Editor : Hadwan













