Waspada Abu Vulkanik, Polisi Bagikan Masker Gratis di Jakarta Utara

Senin, 7 September 2026 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Si Dokkes Polres Metro Jakarta Utara membagikan masker kepada warga untuk mengantisipasi abu vulkanik Anak Krakatau. (Posnews/Polres Metro Jakut)

Personel Si Dokkes Polres Metro Jakarta Utara membagikan masker kepada warga untuk mengantisipasi abu vulkanik Anak Krakatau. (Posnews/Polres Metro Jakut)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat kewaspadaan terhadap kualitas udara di Jakarta meningkat. Di tengah kondisi tersebut, polisi bergerak cepat melindungi warga.

Si Dokkes Polres Metro Jakarta Utara membagikan masker gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan di sekitar Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (7/9/2026).

Langkah sederhana itu menjadi bentuk pencegahan agar warga tidak sembarangan menghirup partikel debu yang berpotensi terbawa sebaran abu vulkanik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut dipimpin Pembina Hendra Eka Pratyawan, S.Farm., Apt., bersama personel Si Dokkes Polres Metro Jakarta Utara.

Sebanyak 15 boks masker dibagikan kepada pengendara dan warga yang beraktivitas di sekitar Mapolres Metro Jakarta Utara.

Polisi Ingatkan Warga Jangan Abaikan Masker

Selain membagikan masker, petugas memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan saluran pernapasan.

Warga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Mereka juga diingatkan untuk mengikuti informasi resmi pemerintah terkait perkembangan erupsi dan kondisi kualitas udara.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama dalam mengantisipasi dampak kualitas udara yang dapat terpengaruh oleh aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujar Hendra.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca 16 Juni 2026, Jakarta Berawan Seharian, Hujan Intai Bogor

Menurut dia, penggunaan masker merupakan salah satu langkah sederhana untuk mengurangi paparan partikel di udara.

Karena itu, masyarakat tidak perlu menunggu kondisi memburuk untuk mulai melindungi diri.

Anak Krakatau Masih Level Siaga

Kewaspadaan tersebut bukan tanpa alasan. Badan Geologi Kementerian ESDM pada 7 September 2026 masih menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

Dalam pemantauan periode 6-7 September, alat mencatat antara lain tiga gempa erupsi, sembilan gempa hembusan, 93 gempa low frequency, 98 gempa hybrid/fase banyak, empat tremor menerus, dan satu gempa vulkanik dangkal.

Badan Geologi juga menyatakan potensi letusan dalam beberapa periode ke depan masih tinggi.

Ancaman utama berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta potensi aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.

Masyarakat yang terdampak abu diminta mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan.

Abu Vulkanik Masih Dipantau

Sementara itu, BMKG terus memantau pergerakan abu vulkanik Anak Krakatau selama 24 jam.

Hingga Senin pagi, BMKG telah menerbitkan 39 SIGMET sejak erupsi pertama pada 4 September 2026.

SIGMET terbaru mencatat abu vulkanik teramati hingga ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer dan bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 15 knot.

Analisis citra satelit Himawari-9 juga menunjukkan pola angin mendorong sebaran abu ke arah barat.

Sebaran pada lapisan atmosfer tertentu meliputi sebagian Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, Bengkulu, hingga perairan dan Samudra Hindia.

Baca Juga :  Kapolda Metro Pimpin Sertijab Pejabat dan Kapolres, Ini Daftar Lengkapnya

Kondisi tersebut sebelumnya berdampak langsung terhadap keselamatan penerbangan sehingga delapan bandara di Jawa dan Sumatra sempat ditutup sementara.

Warga Diminta Tidak Panik

Meski demikian, masyarakat tidak perlu panik.

Badan Geologi meminta warga pesisir Banten dan Lampung tetap tenang serta tidak mempercayai informasi yang mengaitkan aktivitas Anak Krakatau dengan tsunami tanpa dasar resmi.

Pemantauan BMKG juga menunjukkan tidak terdeteksi anomali muka laut yang mengindikasikan tsunami di Selat Sunda.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Sebaliknya, warga dapat mengikuti perkembangan melalui kanal resmi BMKG, Badan Geologi, BPBD, dan pemerintah daerah.

Masker Jadi Perlindungan Sederhana

Bagi warga Jakarta Utara dan wilayah lain yang berpotensi terdampak abu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah pencegahan yang mudah dilakukan.

Terlebih, aktivitas Anak Krakatau masih dipantau dan statusnya tetap Siaga.

Pembagian masker oleh Si Dokkes Polres Metro Jakarta Utara menunjukkan bahwa mitigasi bencana tidak selalu harus menunggu kondisi darurat.

Kadang, langkah kecil seperti memakai masker, mengurangi aktivitas luar ruangan, dan mengikuti informasi resmi justru menjadi perlindungan pertama yang paling penting.

Di tengah abu vulkanik yang bergerak mengikuti angin, pesan polisi kepada warga cukup jelas: jangan panik, tetapi jangan lengah. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Salah Naik, 12 Perjalanan KRL Dibatalkan 7-30 September
Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli
Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan
Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat
Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker
Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Semua Sekolah Terapkan PJJ Mulai Senin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Masuk Jakarta, Ini 5M dari Pramono Anung
Abu Anak Krakatau Ganggu Jakarta, OMC Dikerahkan Hari Ini

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:41 WIB

Waspada Abu Vulkanik, Polisi Bagikan Masker Gratis di Jakarta Utara

Senin, 7 September 2026 - 07:24 WIB

Jangan Salah Naik, 12 Perjalanan KRL Dibatalkan 7-30 September

Senin, 7 September 2026 - 06:05 WIB

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 September 2026 - 05:51 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 September 2026 - 05:41 WIB

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Berita Terbaru