Gempa, Anak Krakatau, Karhutla Mengancam, Prabowo Perintahkan Mitigasi Diperkuat

Senin, 7 September 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan bencana secara virtual dari Istana Merdeka. (Posnews/Ist)

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan bencana secara virtual dari Istana Merdeka. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto memantau langsung penanganan sejumlah bencana yang terjadi bersamaan di berbagai wilayah Indonesia.

Dari Istana Merdeka, Jakarta, Prabowo memimpin rapat terbatas secara virtual pada Senin (7/9/2026).

Rapat tersebut membahas perkembangan gempa Flores, erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta asap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prabowo ingin memperoleh gambaran terbaru dari lapangan sekaligus mengevaluasi respons pemerintah terhadap kondisi tersebut.

“Saya mengundang kita rapat melalui VCon. Saya hanya ingin monitor bagaimana perkembangan sekaligus mendengar situasi yang terkini,” kata Prabowo seperti disiarkan Sekretariat Presiden.

Tiga Bencana Jadi Perhatian

Dalam rapat itu, Prabowo menyoroti tiga persoalan besar yang membutuhkan penanganan secara bersamaan.

Pertama, pemerintah masih menangani dampak gempa bumi besar di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Kedua, aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian setelah erupsi menghasilkan sebaran abu vulkanik yang berdampak terhadap sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Banten, Lampung dan kawasan sekitar Selat Sunda.

Ketiga, pemerintah masih menghadapi persoalan karhutla dan asap di sejumlah daerah.

“Ini adalah takdir kita sebagai negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, kondisi geografis Indonesia menjadi pengingat bahwa pemerintah harus selalu siap menghadapi bencana.

Anggaran Mitigasi Akan Diperkuat

Karena ancaman bencana datang silih berganti, Prabowo meminta pemerintah tidak hanya bergerak setelah bencana terjadi.

Ia menegaskan alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus segera ditambah secara signifikan.

Dengan anggaran yang lebih kuat, pemerintah diharapkan dapat menyiapkan peralatan dan sumber daya sebelum keadaan darurat muncul.

Baca Juga :  Polsek Koja Libatkan 120 Personel Sabuk Kamtibmas untuk Jaga Jakarta

“Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara segera signifikan,” tegas Prabowo.

Presiden juga meminta Menteri Sekretaris Negara, Menteri Keuangan, dan Bappenas menyiapkan perencanaan penguatan sarana penanggulangan bencana.

Helikopter hingga Drone Disiapkan

Prabowo menginginkan pemerintah menerapkan prinsip lebih baik kelebihan peralatan daripada kekurangan ketika bencana terjadi.

Karena itu, kesiapan tidak boleh hanya mengandalkan fasilitas yang tersedia setelah keadaan darurat muncul.

Ia meminta pemerintah memperbanyak helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran, hingga ekskavator di wilayah yang rawan bencana.

“Lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik,” kata Prabowo.

Selain itu, pemerintah juga didorong mengembangkan teknologi untuk mempercepat penanganan bencana.

Salah satunya melalui penggunaan drone yang mampu membawa dan menjatuhkan air, penguatan operasi modifikasi cuaca, serta pemanfaatan kapal yang dapat mendukung operasi helikopter dan drone.

Gempa Flores Masih Jadi Perhatian

Dalam penanganan gempa Flores, Prabowo meminta kebutuhan dasar masyarakat di seluruh kabupaten terdampak segera dipulihkan.

Presiden juga meminta laporan secara berjenjang dari Kementerian Dalam Negeri, BNPB, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, TNI, Polri, serta pemerintah daerah.

Langkah tersebut penting karena penanganan bencana tidak berhenti pada evakuasi korban.

Pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi bantuan, pemulihan akses, hingga rehabilitasi masyarakat terdampak juga harus berjalan.

BNPB sebelumnya mencatat gempa M7,7 di NTT menjadi bencana besar dengan dampak luas.

Dalam pembaruan BNPB hingga 1 September, tercatat 127 orang meninggal dunia, 1.668 orang luka-luka, dan 181.354 jiwa mengungsi.

Anak Krakatau Masih Diawasi Ketat

Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian pemerintah.

Sebaran abu vulkanik sebelumnya mengganggu penerbangan dan membuat sejumlah bandara ditutup sementara.

Baca Juga :  Kemendag Turunkan Harga Patokan Ekspor Emas hingga 5,36 Persen Mulai 1 Juli 2026

Sekolah di wilayah terdampak juga menerapkan pembelajaran jarak jauh sebagai langkah keselamatan.

Presiden sebelumnya meminta masyarakat di Jakarta, Banten, Lampung dan kawasan sekitar Selat Sunda tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan petugas.

Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan gunung api dan mematuhi zona bahaya.

Di sisi lain, pemerintah terus mengandalkan pemantauan BMKG dan Badan Geologi untuk menentukan langkah berdasarkan perkembangan aktivitas vulkanik dan sebaran abu.

Karhutla Tak Boleh Ditangani Setelah Api Membesar

Persoalan lain yang disoroti adalah karhutla dan asap.

Prabowo meminta pemerintah mengubah pola penanganan dari reaktif menjadi lebih antisipatif. Artinya, pemerintah harus menyiapkan personel, peralatan, dan strategi sebelum api meluas.

Presiden bahkan meminta penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif.

“Persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi penting karena karhutla bukan hanya persoalan api. Asapnya dapat mengganggu kualitas udara, kesehatan masyarakat, transportasi, hingga aktivitas ekonomi.

Belajar dari Bencana, Bersiap Sebelum Terlambat

Rapat terbatas tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia tidak bisa memilih kapan bencana datang.

Gempa dapat terjadi tanpa peringatan. Gunung api bisa kembali aktif. Sementara karhutla dapat meluas ketika kondisi cuaca dan lingkungan mendukung.

Karena itu, pemerintah kini diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan sebelum keadaan berubah menjadi darurat.

Prabowo menilai respons pemerintah terhadap sejumlah bencana sebelumnya sudah semakin cepat dan masif.

Namun, setiap keterlambatan tetap harus menjadi bahan evaluasi agar penanganan berikutnya lebih siap.

Bagi pemerintah, pesan dari rapat ini jelas: jangan menunggu bencana datang untuk bersiap. Peralatan harus tersedia, anggaran harus siap, dan koordinasi harus bergerak sebelum keadaan menjadi lebih buruk. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Suyudi Gencarkan Operasi Narkoba Nasional, Ratusan Orang Diamankan
Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, Prabowo Siapkan 200 Titik Bor Air
KPK Telusuri Dana Non-Budgeter Rp200 Miliar dari Pengadaan Iklan Bank BJB
Calon Mitra MBG Waspada, Ada Modus Penipuan Berkedok Percepatan Dapur SPPG
63.789 Pekerja Laporkan Kena PHK hingga September 2026, Ini Provinsi Tertinggi
Mengenal Brigjen Aries Syahbudin, Rekam Jejaknya di Korlantas Polri
Mutasi Polri Oktober 2026, Kakorlantas dan Sejumlah Kapolda Berganti
Kapolda Metro Buka Pintu Kritik, Kini Publik Menunggu Ketegasan Kasus Firli Bahuri

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Kapolri Suyudi Gencarkan Operasi Narkoba Nasional, Ratusan Orang Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:16 WIB

KPK Telusuri Dana Non-Budgeter Rp200 Miliar dari Pengadaan Iklan Bank BJB

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Calon Mitra MBG Waspada, Ada Modus Penipuan Berkedok Percepatan Dapur SPPG

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:55 WIB

63.789 Pekerja Laporkan Kena PHK hingga September 2026, Ini Provinsi Tertinggi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Mengenal Brigjen Aries Syahbudin, Rekam Jejaknya di Korlantas Polri

Berita Terbaru

Aparat federal menggeledah rumah Anggota DPR AS Ilhan Omar terkait dugaan kecurangan imigrasi di tengah tuduhan manipulasi politik menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:43 WIB

Protes pelajar menuntut anggaran pendidikan meluas di Prancis, Belgia, dan Italia dengan ribuan penangkapan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:43 WIB

Kepolisian Korea Selatan menangkap pria pelaku penikaman massal di supermarket Incheon yang melukai delapan orang. Dok; Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Selasa, 13 Okt 2026 - 14:53 WIB