Selat Sunda Dipantau Ketat, BMKG Pastikan Penyeberangan Tetap Aman

Senin, 7 September 2026 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana penyeberangan Merak–Bakauheni.(Posnews/ASDP)

Suasana penyeberangan Merak–Bakauheni.(Posnews/ASDP)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat aktivitas di sekitar Selat Sunda terus dipantau ketat. Namun, masyarakat yang menggunakan jalur penyeberangan tidak perlu panik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan jalur penyeberangan Selat Sunda dalam kondisi aman berdasarkan pemantauan laut terbaru pada Senin (7/9/2026).

BMKG bahkan mengaktifkan sistem pemantauan khusus untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi laut setelah aktivitas vulkanik Anak Krakatau meningkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan pihaknya mengoperasikan HF Radar Array yang dipasang berpasangan di Carita dan Tanjung Lesung.

Radar tersebut diaktifkan dalam tsunami mode untuk memantau perubahan arus maupun kondisi muka laut secara lebih cepat.

“BMKG memastikan jalur penyeberangan Selat Sunda berada dalam kondisi aman,” ujar Andri, Senin (7/9/2026).

Probabilitas Tsunami Rendah

Hasil pemantauan HF Radar per 7 September 2026 pukul 08.00 WIB menunjukkan probabilitas terjadinya tsunami di Selat Sunda berada pada kategori rendah, yakni di bawah 50 persen.

Selain radar, BMKG juga memantau kondisi laut menggunakan jaringan sensor lainnya. Hingga pemantauan terbaru, 20 tsunami gauge di sekitar Selat Sunda tidak menunjukkan anomali muka air laut yang mengindikasikan tsunami.

Artinya, sejauh data yang tersedia, aktivitas erupsi Anak Krakatau belum menunjukkan tanda tsunami di Selat Sunda.

Baca Juga :  Buruh Ultimatum Pemerintah, Upah 2026 Naik 7,77% atau Mogok Nasional

Meski begitu, BMKG tidak mengendurkan pemantauan. Perubahan kondisi laut tetap harus diantisipasi karena aktivitas vulkanik Anak Krakatau masih berlangsung.

Arus Laut Bergerak ke Barat Daya

Dari hasil pengamatan, arus permukaan laut di sekitar kawasan tersebut dominan bergerak menuju barat daya atau Samudra Hindia.

Kecepatan arus tercatat sekitar 0,4–0,9 knot. Sementara tinggi gelombang yang terpantau berada pada kisaran 0,3–1,2 meter.

Untuk tujuh hari ke depan, 8–13 September 2026, BMKG memprakirakan tinggi gelombang di Selat Sunda berada pada kisaran 0,5–2 meter.

Kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Selat Sunda diperkirakan didominasi cerah hingga cerah berawan.

Namun, kondisi laut tidak seragam di seluruh bagian Selat Sunda. Data BMKG Lampung pada Senin pagi, misalnya, menunjukkan Selat Sunda bagian selatan Lampung dapat mengalami gelombang lebih tinggi.

Karena itu, pengguna jasa penyeberangan tetap harus mengikuti informasi dan arahan terbaru dari otoritas pelabuhan.

BMKG Pantau 24 Jam

Di sisi lain, BMKG terus memperketat pengawasan terhadap dampak erupsi Anak Krakatau.

Hingga Senin pagi, BMKG telah menerbitkan 39 dokumen SIGMET atau peringatan meteorologi signifikan sejak erupsi pertama terjadi pada 4 September 2026.

SIGMET terbaru yang berlaku pukul 06.30–09.30 WIB menunjukkan abu vulkanik teramati hingga ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer dan bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 15 knot.

Berdasarkan citra satelit Himawari-9 pukul 09.00 WIB, pola angin mendorong sebaran abu vulkanik semakin melebar ke arah barat.

Baca Juga :  KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri

Kondisi inilah yang sebelumnya mengganggu aktivitas penerbangan dan membuat delapan bandara di Jawa dan Sumatra ditutup sementara demi keselamatan.

Anak Krakatau Masih Siaga

Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau belum sepenuhnya berakhir.

Badan Geologi mencatat episode erupsi menerus berlangsung sekitar 25 jam, sebelum berakhir pada 6 September 2026. Setelah itu, aktivitas gunung api kembali menunjukkan karakter erupsi Strombolian.

Status Gunung Anak Krakatau juga masih berada pada Level III atau Siaga.

Karena itu, Kementerian Perhubungan meminta kapal tidak mendekati kawah aktif dan menjaga jarak aman minimal 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Penyeberangan Tetap Dipantau

BMKG menegaskan data arus, gelombang, cuaca, dan kondisi muka laut terus diperbarui.

Informasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi otoritas untuk menentukan kebijakan operasional transportasi laut di Selat Sunda.

Dengan kata lain, aman bukan berarti tanpa pemantauan.

Justru karena potensi perubahan kondisi laut dan aktivitas vulkanik masih ada, BMKG menjalankan pemantauan secara berkelanjutan agar setiap perubahan dapat diketahui sedini mungkin.

Bagi masyarakat yang hendak menyeberang, langkah paling aman adalah mengikuti informasi resmi BMKG, otoritas pelabuhan, dan operator penyeberangan sebelum berangkat.

Erupsi Anak Krakatau memang belum mengganggu jalur penyeberangan Selat Sunda secara signifikan.

Namun, kewaspadaan tetap menjadi kunci agar perjalanan masyarakat tetap aman di tengah aktivitas gunung api yang belum sepenuhnya reda. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Badan Kapal Masih Panas, Polisi Belum Bisa Olah TKP KMP Batumandi
103 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor, Dapur Penyedia Disetop 20 Hari
11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing
Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat
Kapal MT Global 168 Diduga Selundupkan 1 Ton Ketamin, 8 Orang Diamankan
Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, Letkol Arman Ditahan
98 Kasus Karhutla Masuk Penyidikan, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Sidang Kabinet di Halaman Istana

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Badan Kapal Masih Panas, Polisi Belum Bisa Olah TKP KMP Batumandi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:49 WIB

103 Siswa Diduga Keracunan MBG di Bogor, Dapur Penyedia Disetop 20 Hari

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:29 WIB

11 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Tiga Perusahaan Bermodal Asing

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Beras Fortifikasi Dijual Mahal, 25 Merek Tak Penuhi Syarat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Kapal MT Global 168 Diduga Selundupkan 1 Ton Ketamin, 8 Orang Diamankan

Berita Terbaru

Microsoft berencana merombak layanan Xbox Game Pass menjadi sistem à la carte. CEO Asha Sharma menyiapkan skema fleksibel untuk memilih fitur langganan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Microsoft Siapkan Perombakan Besar Xbox Game Pass

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:04 WIB