PJJ Mulai 7 September, MBG di Sekolah Terdampak Anak Krakatau Disetop

Senin, 7 September 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dapur Program Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

Dapur Program Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mengubah aktivitas sekolah di sejumlah wilayah.

Selain menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Badan Gizi Nasional (BGN) juga menyesuaikan sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin, 7 September 2026, mengikuti keputusan pemerintah daerah yang menerapkan PJJ untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BGN memastikan penyesuaian hanya berlaku selama pembelajaran tatap muka dihentikan.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, mengatakan keselamatan peserta didik dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama.

Menurut dia, perubahan pola belajar membuat mekanisme penyaluran MBG di sekolah juga harus disesuaikan.

Langkah tersebut dilakukan agar program tetap aman, tepat sasaran, dan mengikuti kondisi darurat di lapangan.

“Keselamatan peserta didik dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian operasional MBG,” ujar Hida dalam keterangan BGN, Minggu (6/9/2026).

PJJ Berbeda di Tiap Daerah

Pemerintah daerah tidak menerapkan PJJ dengan durasi yang sama. Kebijakan mengikuti tingkat risiko dan perkembangan kondisi di masing-masing wilayah.

Baca Juga :  Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah, Suhu Panas Tembus 34 Derajat Celsius

Di Lampung, PJJ dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Senin-Selasa, 7-8 September 2026.

Sementara itu, Banten menerapkan PJJ selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 7-9 September 2026.

Adapun di DKI Jakarta, PJJ mulai berlaku Senin, 7 September 2026, dan belum ditentukan batas akhirnya. Pemerintah daerah akan mengevaluasi kebijakan tersebut berdasarkan perkembangan situasi abu vulkanik.

Di Kota Serang, misalnya, PJJ untuk jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP ditetapkan pada Senin, 7 September. Kebijakan itu menjadi langkah antisipasi karena wilayah tersebut terdampak sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.

MBG Bukan Dihentikan Total

BGN menegaskan masyarakat tidak perlu salah memahami kebijakan tersebut. Program MBG tidak dihentikan secara nasional.

Penghentian hanya bersifat sementara pada operasional MBG di satuan pendidikan yang sementara waktu tidak menjalankan pembelajaran tatap muka.

Artinya, ketika sekolah kembali menerapkan pembelajaran tatap muka dan kondisi dinilai aman, operasional MBG akan disesuaikan kembali.

BGN juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Koordinasi diperlukan untuk memastikan pelaksanaan program dapat kembali berjalan dengan aman ketika kondisi memungkinkan.

Baca Juga :  Reformasi Birokrasi Berbuah WBK 2025, Setjen DPD RI Perkuat Integritas

Keselamatan Anak Jadi Prioritas

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Abu vulkanik dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menjadi risiko bagi kesehatan apabila terhirup atau mengenai mata.

Karena itu, pemerintah memilih mengurangi aktivitas tatap muka di sekolah sebagai langkah mitigasi. Pendidikan tetap berlangsung, tetapi dilakukan dari rumah melalui PJJ.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebelumnya menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan terdampak bencana.

Aturan tersebut memberikan ruang bagi pemerintah daerah dan sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran berdasarkan kondisi darurat.

Dengan demikian, keselamatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan tetap menjadi prioritas tanpa harus menghentikan proses pendidikan.

BGN Pantau Kondisi Setiap Wilayah

BGN menyatakan penyesuaian operasional MBG akan mengikuti dinamika kondisi kebencanaan.

Setiap keputusan mempertimbangkan kondisi lapangan, kebijakan pemerintah daerah, kesiapan sekolah, serta kesiapan SPPG sebagai pelaksana layanan makanan bergizi.

BGN juga memastikan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memperoleh informasi terbaru.

“Penyesuaian ini bersifat sementara dan mengikuti dinamika kondisi di masing-masing wilayah,” kata Hida. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan ke Bandara Dulu, 8 Bandara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau
Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami
Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada
Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak
Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima
46 PMI di Malaysia Segera Pulang, Pemerintah Kejar Target 10 Hari
Prihatin! Andrie Yunus Tak Bisa Membaca, Hukuman 2 TNI Dipangkas

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 07:48 WIB

PJJ Mulai 7 September, MBG di Sekolah Terdampak Anak Krakatau Disetop

Senin, 7 September 2026 - 07:34 WIB

Jangan ke Bandara Dulu, 8 Bandara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 20:24 WIB

Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami

Minggu, 6 September 2026 - 20:14 WIB

Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat

Minggu, 6 September 2026 - 08:55 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada

Berita Terbaru

Penumpang di stasiun kereta api PT KAI.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Jangan Salah Naik, 12 Perjalanan KRL Dibatalkan 7-30 September

Senin, 7 Sep 2026 - 07:24 WIB

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB