AMPB Bantah Demo 27 Agustus Batal, Aksi di Depan Parlemen Tetap Jalan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, aksi demonstrasi. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, aksi demonstrasi. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β€” Kabar pembatalan aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) pada Kamis, 27 Agustus 2026, dibantah langsung oleh pihak penyelenggara.

AMPB memastikan massa tetap turun ke kawasan Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Koordinator AMPB Teguh Istiyanto menegaskan agenda demonstrasi tidak berubah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œDemo tetap jalan,” kata Teguh saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (25/8/2026) malam.

Tim Advokasi AMPB, Vander, juga menyebut informasi pembatalan aksi sebagai kabar palsu. Menurut dia, AMPB tetap akan menyampaikan tuntutannya di depan kompleks parlemen.

β€œAMPB tetap akan melaksanakan aksi sesuai dengan tuntutan kita. (Kabar batal aksi) ini informasi hoaks,” ujarnya.

Kabar Pembatalan Sempat Beredar

Sebelumnya, beredar sebuah surat edaran yang menyebut AMPB membatalkan aksi pada 27 Agustus. Surat bernomor 027/AMPB/VIII/2026 itu disebut terbit pada Selasa (25/8) pukul 09.00 WIB.

Baca Juga :  Bareskrim Tangkap WN Malaysia dan China Bawa Amfetamin di Bandara Soetta dan Pademangan

Dalam surat tersebut, pembatalan dikaitkan dengan perkembangan situasi yang dinilai kurang kondusif serta kekhawatiran munculnya tindakan anarkis.

Namun, pihak AMPB yang dikonfirmasi kemudian membantah pembatalan tersebut.

Karena itu, informasi mengenai agenda aksi perlu dibedakan antara dokumen yang beredar di media sosial dan pernyataan terbaru dari pihak AMPB.

Massa Pati Sudah Bergerak ke Jakarta

Rencana aksi tersebut sebelumnya memang telah dipersiapkan. Ratusan warga Pati dilaporkan bergerak secara bertahap menuju Jakarta menggunakan sejumlah bus.

Sebagian massa bahkan telah berada di sekitar kompleks parlemen sejak 21 Agustus dan mendirikan posko untuk konsolidasi menjelang aksi puncak.

Dalam aksi tersebut, AMPB membawa tuntutan utama berupa pengesahan RUU Perampasan Aset serta dorongan agar koruptor mendapatkan hukuman berat.

AMPB Klaim Aksi Damai

Di tengah kabar yang menyebut aksi berpotensi ricuh, perwakilan AMPB sebelumnya menyatakan komitmen untuk menyampaikan aspirasi secara damai.

Baca Juga :  Sidang Perdana Aktivis Andrie Yunus Digelar 29 April 2026, Publik Soroti Proses Hukum

Vander menegaskan kedatangan massa bertujuan menyuarakan tuntutan, bukan menciptakan kerusuhan.

Sikap tersebut penting karena penyampaian pendapat di muka umum tetap harus mengutamakan keselamatan masyarakat, ketertiban lalu lintas, serta menghormati hak warga lainnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyatakan akan mengawal keberangkatan warga Pati dan mengimbau peserta menyampaikan aspirasi secara baik serta santun.

Aspirasi Boleh Keras, Aksi Tetap Harus Tertib

Perkembangan ini menjadi pengingat bahwa perbedaan pendapat tidak harus berujung benturan.

Demonstrasi merupakan salah satu cara masyarakat menyampaikan aspirasi, tetapi pelaksanaannya tetap membutuhkan disiplin.

Dengan demikian, jika aksi AMPB benar-benar berlangsung pada 27 Agustus, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat.

Massa aksi, pengguna jalan, warga sekitar, dan seluruh pihak yang berada di kawasan parlemen perlu ikut menjaga situasi.

Pesan AMPB kini jelas: aksi 27 Agustus disebut tetap berlangsung. Tinggal bagaimana aspirasi yang keras dapat disampaikan dengan cara yang tertib, damai, dan bermartabat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Garibaldi Berlayar, Gajah Mada Segera Mengarungi Laut Nusantara!
Tim Febrie Klaim 40 Aturan Dilanggar, Putusan Praperadilan Dinanti
Karhutla Kalimantan Memanas, BNPB Ingatkan Malaysia dan Singapura
BNPB Ungkap Data Terbaru Gempa NTT: 91 Meninggal, 1.286 Luka
Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla
Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi
Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas
Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:44 WIB

AMPB Bantah Demo 27 Agustus Batal, Aksi di Depan Parlemen Tetap Jalan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:39 WIB

Garibaldi Berlayar, Gajah Mada Segera Mengarungi Laut Nusantara!

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Tim Febrie Klaim 40 Aturan Dilanggar, Putusan Praperadilan Dinanti

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:33 WIB

Karhutla Kalimantan Memanas, BNPB Ingatkan Malaysia dan Singapura

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:39 WIB

BNPB Ungkap Data Terbaru Gempa NTT: 91 Meninggal, 1.286 Luka

Berita Terbaru

Aktor Revaldo Fifaldi. (Posnews/YouTube)

HUKRIM

Sabu Rp650 Ribu Jadi Petunjuk, Pemasok Revaldo Diburu

Rabu, 26 Agu 2026 - 09:54 WIB