Karhutla Kalimantan Memanas, BNPB Ingatkan Malaysia dan Singapura

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, kebakaran hutan. (Posnews/BPBD)

Ilustrasi, kebakaran hutan. (Posnews/BPBD)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak Malaysia dan Singapura mengedepankan kerja sama, data, dan langkah nyata dalam menghadapi potensi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB, Berton Pandjaitan, menegaskan bahwa karhutla tidak mengenal batas wilayah.

Ketika api dan asap bergerak mengikuti kondisi atmosfer, dampaknya pun dapat meluas melewati batas administrasi hingga perbatasan negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas,” kata Berton, Minggu (23/8/2026).

Indonesia Perkuat Pemadaman Karhutla

BNPB menyatakan pemerintah Indonesia memahami kekhawatiran negara tetangga terhadap potensi asap lintas batas atau cross-border haze. Karena itu, pengendalian api terus diperkuat dari darat maupun udara.

Pemerintah mengerahkan pemadaman darat, patroli, pemadaman udara, water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta personel gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Baca Juga :  Giuseppe Garibaldi Jadi Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba September 2026

Penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran juga berjalan.

Bahkan, sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan untuk mendukung operasi karhutla di enam provinsi prioritas.

Sebanyak 30 pesawat beroperasi di Kalimantan, sedangkan 22 lainnya ditempatkan di wilayah Sumatra.

Pemerintah juga menambah kekuatan TNI Angkatan Udara untuk memperkuat operasi di Kalimantan.

Api Harus Dipukul dari Sumbernya

BNPB menilai pengendalian api sedekat mungkin dari titik sumber menjadi kunci untuk mengurangi produksi asap.

Semakin cepat api dikendalikan, semakin kecil pula peluang asap menyebar ke wilayah lain.

“Apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan,” ujar Berton.

Namun, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman.

BNPB menyebut pergerakan asap harus dianalisis menggunakan data meteorologi, arah dan kecepatan angin, kondisi atmosfer, pemantauan satelit, serta laporan lapangan.

Karhutla Kalimantan Masih Jadi Perhatian

BNPB pada 23 Agustus 2026 melaporkan aktivitas karhutla terutama masih menjadi perhatian di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Minimnya hujan dalam beberapa hari terakhir turut meningkatkan potensi kebakaran dan memperpanjang keberadaan asap.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Ancam Jakarta 29 April–3 Mei 2026, BPBD Minta Warga Waspada Banjir

Kondisi lahan gambut juga menjadi tantangan tersendiri. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu benar-benar mati karena bara dapat bertahan di bawah permukaan.

Karena itu, hujan dengan intensitas memadai dan pemadaman menyeluruh menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla.

BNPB juga kembali menjalankan OMC berdasarkan evaluasi teknis bersama BMKG dan ketersediaan awan yang memungkinkan penyemaian.

Langkah tersebut diharapkan membantu meningkatkan peluang hujan di wilayah yang membutuhkan.

Bukan Waktunya Saling Menuding

Persoalan asap karhutla menunjukkan bahwa bencana lingkungan dapat memiliki dampak yang melampaui batas negara.

Karena itu, menyalahkan satu sama lain tanpa menguatkan penanganan di lapangan justru tidak menyelesaikan persoalan.

Pendekatan yang lebih penting ialah memadamkan api, mencegah kebakaran baru, melindungi kesehatan masyarakat, berbagi data, dan memastikan setiap pihak bertanggung jawab atas wilayahnya.

Dengan demikian, kerja sama Indonesia, Malaysia, Singapura, serta negara-negara kawasan menjadi bagian penting untuk menekan dampak asap dan mencegah persoalan serupa kembali membesar.

Karhutla bukan hanya persoalan api. Ketika asap bergerak melintasi batas, keselamatan masyarakat dan kualitas lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BNPB Ungkap Data Terbaru Gempa NTT: 91 Meninggal, 1.286 Luka
Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla
Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi
Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas
Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed
Terios Diduga Rusak Usai Servis, Pemilik Minta Bengkel Resmi Daihatsu Bertanggung Jawab
Modus Narkoba Makin Licin! BNN Dorong Vape Dilarang Total di Indonesia
Rektor Unsoed Diciduk KPK, 14 Orang Diboyong Dugaan Korupsi Mahasiswa Baru

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:33 WIB

Karhutla Kalimantan Memanas, BNPB Ingatkan Malaysia dan Singapura

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:18 WIB

Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed

Berita Terbaru

Ilustrasi, prakiraan cuaca Jabodetabek Senin 24 Agustus 2026 didominasi cerah hingga cerah berawan.
(Posnews/iStock)

JABODETABEK

Cuaca Cerah Menyelimuti Jabodetabek, Suhu Bisa Capai 34°C

Senin, 24 Agu 2026 - 06:19 WIB

Serangan drone Rusia menewaskan 15 orang di pusat perbelanjaan Kryvyi Rih, kampung halaman Zelenskyy, yang berjanji memberikan respons tegas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan Ukraina

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:10 WIB

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni. (Posnews/Bareskrim)

HUKRIM

Karhutla Menggila, Polri Tetapkan 72 Tersangka di 9 Polda

Minggu, 23 Agu 2026 - 19:58 WIB