MBG 2027 Sasar 72 Juta Penerima, Anggaran Tembus Rp232,5 Triliun

Jumat, 4 September 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Gizi Nasional. (Posnews/Humas BGN)

Badan Gizi Nasional. (Posnews/Humas BGN)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mendapat sorotan.

Untuk 2027, pemerintah menyiapkan pagu Rp240,20 triliun bagi lembaga yang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp232,50 triliun diarahkan untuk MBG. Sementara itu, Rp7,33 triliun digunakan untuk Program Dukungan Manajemen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BGN Sudaryono memaparkan rincian tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (3/9/2026).

Menurut Sudaryono, sekitar 97 persen anggaran BGN akan dikonversi menjadi menu MBG yang diberikan kepada penerima manfaat.

72,4 Juta Orang Jadi Sasaran

Anggaran MBG 2027 ditujukan kepada sekitar 72,46 juta penerima manfaat. Sebanyak 60,59 juta di antaranya merupakan peserta didik. Kelompok ini mendapat alokasi sekitar Rp198,96 triliun.

Selanjutnya, sekitar 11,86 juta penerima terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok tersebut mendapat alokasi sekitar Rp33,54 triliun.

Dengan cakupan tersebut, MBG tidak hanya menyasar anak sekolah. Program ini juga menyentuh kelompok yang membutuhkan pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita.

Guru Bukan Sekadar Makan Gratis

Ada hal menarik dalam pelaksanaan MBG. Guru dan tenaga kependidikan juga menjadi bagian dari ekosistem program.

Namun, Sudaryono menegaskan guru mengonsumsi MBG bersama siswa bukan karena mendapat jatah makan.

Kehadiran guru dalam kegiatan makan justru menjadi bagian dari proses edukasi. Guru dapat memberikan contoh kebiasaan makan yang baik kepada siswa.

Baca Juga :  Polri Gelar Apel Operasi MERDEKA JAYA-2025, Siap Amankan HUT RI ke-80

Mulai dari mengantre, mencuci tangan, mengambil makanan, berdoa, mengucapkan terima kasih hingga membangun rasa syukur.

Dengan cara tersebut, MBG diharapkan tidak berhenti pada makanan yang masuk ke tubuh. Program ini juga mendorong terbentuknya budaya hidup bersih, tertib, dan sadar gizi sejak dini.

Rp373,3 Miliar untuk Sistem Pendukung

Selain menyediakan makanan, BGN juga menyiapkan sekitar Rp373,3 miliar untuk kegiatan teknis non-MBG dalam pemenuhan gizi.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung standardisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelatihan penyaji makanan, penguatan rantai pasok, serta pemantauan mutu dan keamanan pangan.

Selain itu, anggaran tersebut mencakup sistem informasi, edukasi, kerja sama, pemberdayaan masyarakat, pemantauan, pengawasan, dan tata kelola.

Langkah ini penting karena jumlah penerima MBG sangat besar. Semakin luas program berjalan, semakin besar pula kebutuhan terhadap standar keamanan pangan dan pengawasan.

BGN sendiri sebelumnya menegaskan pentingnya pembenahan tata kelola, pengawasan, dan kualitas layanan MBG. Lembaga tersebut juga menyatakan akan menindak SPPG yang tidak memenuhi standar.

Gaji Pegawai Rp7,08 Triliun

Dari pagu Program Dukungan Manajemen sebesar Rp7,33 triliun, sekitar Rp7,08 triliun dialokasikan untuk gaji dan tunjangan pegawai.

Selain itu, BGN menyiapkan Rp81,7 miliar untuk operasional dan pemeliharaan kantor. Kemudian, sekitar Rp160 miliar digunakan untuk dukungan manajemen nonoperasional.

Sementara berdasarkan unit kerja, Deputi Penyediaan dan Penyaluran mendapat porsi terbesar. Anggarannya mencapai sekitar Rp232,56 triliun atau 96,8 persen dari total pagu.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padat, 285 Ribu Kendaraan Diprediksi Masuk Jabodetabek

Unit tersebut menjadi tulang punggung distribusi MBG ke seluruh Indonesia.

Bukan Sekadar Bagi Makanan

Besarnya anggaran membuat keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang dibagikan.

Kualitas menu, keamanan pangan, ketepatan sasaran, distribusi, hingga pengawasan menjadi bagian yang sama pentingnya.

Karena itu, BGN juga mendorong pemanfaatan produk pangan lokal. Kebijakan ini diharapkan membuat MBG memberi dampak ganda: meningkatkan asupan gizi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah.

BGN sebelumnya menyatakan bahan pangan lokal dan produk UMKM/BUMDes diutamakan sepanjang memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.

Artinya, uang negara yang masuk ke program tersebut diharapkan tidak berhenti di dapur SPPG. Perputarannya juga dapat dirasakan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, hingga pemasok pangan lokal.

DPR Diminta Setujui Anggaran

Sudaryono berharap Komisi IX DPR RI menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran BGN 2027 sebesar Rp240,20 triliun.

Menurutnya, dukungan anggaran tersebut diperlukan agar MBG dapat berjalan optimal dan melayani puluhan juta penerima manfaat.

Namun, besarnya anggaran juga membawa tanggung jawab besar. Setiap rupiah harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan MBG bukan hanya soal seberapa besar anggarannya.

Ukurannya adalah apakah anak-anak mendapatkan makanan bergizi, ibu dan balita memperoleh dukungan gizi yang layak, serta masyarakat ikut merasakan dampak ekonominya.

Rp240,20 triliun bukan sekadar angka dalam APBN. Di baliknya ada harapan agar makanan bergizi menjadi investasi nyata bagi kesehatan dan masa depan generasi Indonesia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lowongan KAI 2026 Dibuka Hari Ini, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar
BTA Indonesia-Malaysia Berlaku, Perdagangan Entikong-Tebedu Digenjot
GA604 Pecah Ban Saat Terbang Jakarta-Makassar, 156 Penumpang Selamat
Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo, 512 Santri Terdampak dan 34 Masih Dirawat
Jejak Emas Ilegal ke China-Hong Kong, Polisi Geledah Toko di Cikini
Karier Melesat, Dekananto Eko Purwono Kini Sandang Pangkat Irjen
512 Santri Diduga Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Kalitengah 30 Hari
Karhutla Jadi Perhatian Prabowo, Aparat Diminta Usut Korporasi

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 09:43 WIB

Lowongan KAI 2026 Dibuka Hari Ini, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar

Jumat, 4 September 2026 - 08:52 WIB

MBG 2027 Sasar 72 Juta Penerima, Anggaran Tembus Rp232,5 Triliun

Kamis, 3 September 2026 - 16:57 WIB

BTA Indonesia-Malaysia Berlaku, Perdagangan Entikong-Tebedu Digenjot

Kamis, 3 September 2026 - 13:14 WIB

GA604 Pecah Ban Saat Terbang Jakarta-Makassar, 156 Penumpang Selamat

Kamis, 3 September 2026 - 06:22 WIB

Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo, 512 Santri Terdampak dan 34 Masih Dirawat

Berita Terbaru

Drone Rusia hantam Kyiv tujuh hari berturut-turut, lukai 11 orang, rusak bangunan universitas dan permukiman di tengah eskalasi serangan Moskow. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Drone Rusia Serang Kyiv Tujuh Hari Berturut-turut

Jumat, 4 Sep 2026 - 10:00 WIB

Ilustrasi, AS dan Australia sepakat perkuat kehadiran militer AS di Australia dan percepat kerja sama pertahanan di tengah kekhawatiran pembangunan militer China. Dok: Britannica.

INTERNASIONAL

AS dan Australia Sepakat Perkuat Kehadiran Militer AS di Australia

Jumat, 4 Sep 2026 - 09:48 WIB