Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo, 512 Santri Terdampak dan 34 Masih Dirawat

Kamis, 3 September 2026 - 06:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo mendapat perawatan setelah diduga terdampak keracunan MBG. (Istimewa)

Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo mendapat perawatan setelah diduga terdampak keracunan MBG. (Istimewa)

SIDOARJO, POSNEWS.CO.ID – Harapan pulih terus mengiringi ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, setelah mereka diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejumlah santri sempat harus mendapat perawatan medis setelah mengalami berbagai keluhan kesehatan.

Peristiwa tersebut menyita perhatian karena menyangkut anak-anak yang seharusnya menerima makanan bergizi untuk menunjang aktivitas belajar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penanganan para santri menjadi prioritas. Berdasarkan data investigasi BGN pada Rabu (2/9/2026), sebanyak 512 penerima manfaat terdampak.

Saat itu, sekitar 80 orang masih menjalani rawat inap, 312 orang telah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik, sedangkan 120 lainnya masih menjalani observasi.

Namun, perkembangan pada Rabu malam menunjukkan kondisi terus membaik. Bupati Sidoarjo Subandi menyebut 34 santri masih dirawat di RSI Siti Hajar dan seluruhnya dalam kondisi baik.

Sementara itu, lima santri yang menjadi pasien terakhir di RSUD Notopuro telah diperbolehkan pulang.

BGN Pastikan Santri Terus Dikawal

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan pihaknya tidak akan melepas pengawasan terhadap santri yang masih menjalani perawatan.

BGN berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, pihak rumah sakit, dan pengelola pesantren untuk memastikan setiap korban memperoleh penanganan sesuai kondisi medisnya.

Baca Juga :  Viral Botok Bersama Polisi di Depan DPR, Ternyata Ini yang Terjadi

Langkah tersebut penting karena pemulihan korban menjadi hal utama sebelum penyebab dugaan keracunan diketahui secara pasti.

“Keselamatan dan kesehatan setiap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis adalah prioritas kami,” kata Ketut.

Kementerian Agama juga ikut memantau perkembangan para santri.

Pemerintah menegaskan penanganan medis harus berjalan cepat dan tepat, sekaligus menjadi bahan evaluasi agar keamanan pangan dalam program tersebut semakin kuat.

Penyebab Belum Bisa Disimpulkan

Di tengah kabar membaiknya kondisi para santri, pertanyaan mengenai penyebab kejadian masih menunggu jawaban.

Tim terkait melakukan pemeriksaan dan pengujian laboratorium terhadap makanan yang disajikan.

Karena itu, dugaan keracunan belum boleh langsung disimpulkan berasal dari satu bahan atau proses tertentu sebelum hasil pemeriksaan keluar.

Tim Inafis Polda Jawa Timur juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian secara objektif.

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo sebelumnya menyebut hasil uji laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu paling cepat sekitar satu minggu.

SPPG Kalitengah Disuspend 30 Hari

Sambil menunggu hasil investigasi, BGN mengambil langkah tegas terhadap SPPG Sidoarjo Talanginang Kalitengah.

BGN memberikan suspend berat selama 30 hari terhadap SPPG tersebut. Selain itu, BGN mengusulkan kepala SPPG dicopot dan digantikan.

Langkah ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap dapur penyedia MBG menjadi perhatian serius, terlebih setelah muncul dugaan gangguan kesehatan yang dialami ratusan penerima manfaat.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Kurir Ganja di Pulogebang, Amankan 7 Kg Barang Bukti

BGN juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mencari penyebab kejadian. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar evaluasi sekaligus menentukan langkah berikutnya.

Ada Pelajaran Besar di Balik Peristiwa Ini

Program MBG memiliki tujuan mulia. Makanan yang diberikan kepada anak-anak diharapkan membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mendukung proses pendidikan.

Namun, manfaat tersebut harus berjalan beriringan dengan keamanan pangan.

Setiap makanan yang diproduksi dalam jumlah besar membutuhkan pengawasan ketat sejak pemilihan bahan, proses memasak, penyimpanan, pengemasan hingga distribusi.

Kebersihan peralatan, suhu penyimpanan dan ketepatan waktu pengiriman juga menjadi bagian penting untuk mencegah risiko gangguan kesehatan.

Peristiwa di Sidoarjo menjadi pengingat bahwa program sebesar MBG tidak hanya membutuhkan makanan bergizi, tetapi juga sistem pengawasan yang kuat.

Bagi keluarga para santri, tentu tidak ada yang lebih penting daripada melihat anak mereka kembali sehat dan pulang dengan selamat.

Karena itu, investigasi harus berjalan transparan.

Penyebab harus dibuktikan melalui pemeriksaan ilmiah, bukan dugaan. Pada saat yang sama, setiap kelemahan dalam proses penyediaan makanan perlu segera diperbaiki.

Di balik angka 512 korban, ada ratusan anak, keluarga yang cemas, dan harapan agar kejadian serupa tidak terulang.

Keselamatan penerima manfaat harus selalu menjadi ukuran utama keberhasilan program MBG. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Emas Ilegal ke China-Hong Kong, Polisi Geledah Toko di Cikini
Karier Melesat, Dekananto Eko Purwono Kini Sandang Pangkat Irjen
512 Santri Diduga Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Kalitengah 30 Hari
Karhutla Jadi Perhatian Prabowo, Aparat Diminta Usut Korporasi
8 WNI Dibidik Jadi Tentara Rusia, Ini Sikap Pemerintah
BNN Desak Ketamine HCl Jadi Narkotika, 99 Persen Sampel Vape Positif
Laut Natuna Jadi Jalur Maut, 800 Kg Ketamin Disergap BNN
Jangan Tergiur Harga Murah, Kemenhaj Blokir 3 Travel Umrah

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 06:22 WIB

Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo, 512 Santri Terdampak dan 34 Masih Dirawat

Rabu, 2 September 2026 - 20:33 WIB

Jejak Emas Ilegal ke China-Hong Kong, Polisi Geledah Toko di Cikini

Rabu, 2 September 2026 - 19:53 WIB

Karier Melesat, Dekananto Eko Purwono Kini Sandang Pangkat Irjen

Rabu, 2 September 2026 - 19:28 WIB

512 Santri Diduga Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Kalitengah 30 Hari

Rabu, 2 September 2026 - 07:02 WIB

Karhutla Jadi Perhatian Prabowo, Aparat Diminta Usut Korporasi

Berita Terbaru

AS dan Iran terlibat baku serang terbesar sejak Juli, memicu kekhawatiran perang penuh kembali meletus di Timur Tengah dan gejolak pasar global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS-Iran Baku Serang, Kekhawatiran Perang Kembali Meletus

Kamis, 3 Sep 2026 - 08:37 WIB

Putin sebut kemunduran hubungan Rusia-Jepang sepenuhnya kesalahan Tokyo usai kunjungannya ke kepulauan sengketa dekat Hokkaido picu protes keras Jepang.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Putin Sebut Kemunduran Rusia-Jepang Kesalahan Tokyo

Kamis, 3 Sep 2026 - 06:34 WIB