Gunung Sinabung Level III, 374 Warga Masih Mengungsi di Karo

Jumat, 4 September 2026 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Kuta Tengah mengungsi akibat aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. (Posnews/Humas Polri)

Warga Kuta Tengah mengungsi akibat aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. (Posnews/Humas Polri)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β€” Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, belum benar-benar tenang. Meski intensitas asap kawah menurun, gunung api tersebut masih berstatus Level III atau Siaga.

Kondisi itu membuat aparat dan pemerintah tidak ingin mengambil risiko. Polri bersama TNI, Pemerintah Kabupaten Karo, PVMBG, BPBD, serta unsur terkait terus memperkuat pengamanan dan kesiapsiagaan.

Berdasarkan pemantauan hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 08.00 WIB, asap kawah Sinabung berwarna putih hingga kelabu. Tingginya mencapai sekitar 50 hingga 300 meter di atas puncak kawah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

374 Warga Masih Mengungsi

Di tengah kondisi tersebut, 374 warga Desa Kuta Tengah masih bertahan di pengungsian Jambur Desa Suka Tepu.

Sebelumnya, data BNPB pada 1 September mencatat sekitar 615 warga dari 211 keluarga Kuta Tengah telah mengungsi. Perbedaan angka tersebut menunjukkan adanya pembaruan pendataan di lapangan.

Bagi warga, meninggalkan rumah bukan perkara mudah. Namun, keselamatan menjadi prioritas ketika aktivitas gunung api kembali meningkat.

Karena itu, petugas memastikan kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi. Bantuan berupa selimut, makanan ringan, minuman, dan kebutuhan anak telah disalurkan.

Terbaru, BNPB juga menyalurkan 300 matras, 200 paket sembako, 150 hygiene kit, 300 selimut, serta 1.000 kotak masker untuk mendukung kebutuhan warga terdampak.

Anak-anak Dapat Pendampingan

Ancaman bencana tidak hanya meninggalkan persoalan fisik. Anak-anak yang harus meninggalkan rumah juga menghadapi rasa takut dan ketidakpastian.

Baca Juga :  Diduga Putus Cinta, Pemuda di Tasikmalaya Nekat Minum Racun Tikus Campur Kopi

Karena itu, Polri memberikan perhatian khusus kepada kelompok tersebut. Satbinmas Polres Karo bersama unsur psikologi Polda Sumut menggelar trauma healing di lokasi pengungsian.

Pendekatan ini penting agar anak-anak tetap merasa aman. Mereka tidak hanya membutuhkan makanan dan tempat berlindung, tetapi juga ruang untuk bermain, berbicara, dan memulihkan rasa percaya diri.

Langkah tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan bencana harus menyentuh kebutuhan manusia secara utuh, bukan sekadar memindahkan warga dari zona berbahaya.

202 Personel Disiagakan

Sementara itu, Polri masih menempatkan 202 personel gabungan dari Ditsamapta, Brimobda Polda Sumut, dan Polres Karo di sejumlah titik.

Mereka bertugas memantau perkembangan aktivitas Sinabung, menjaga keamanan pengungsian, memberikan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus bersiap menghadapi kemungkinan evakuasi lanjutan.

Selain itu, personel Brimob menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) untuk menyiram ruas jalan yang terdampak abu vulkanik.

Penyiraman dilakukan untuk mengurangi dampak abu dan membantu menjaga keamanan pengguna jalan.

Pada Jumat, 4 September, personel Brimob juga mendirikan posko siaga bencana di wilayah Naman Teran.

Petugas tidak hanya memastikan kesiapan peralatan dan evakuasi, tetapi juga menyapa serta mendengarkan keluhan warga terdampak.

Warga Diminta Jangan Lengah

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi juga tidak lengah.

Penurunan intensitas asap kawah tidak otomatis berarti ancaman telah berakhir. Status Sinabung masih Level III atau Siaga sehingga masyarakat harus mengikuti informasi dan instruksi resmi petugas.

Baca Juga :  Tragedi Longsor Banjanegara: 1 Korban Meninggal, 20 Rumah Rusak, 480 Warga Mengungsi

Warga di wilayah terdampak abu juga dianjurkan menggunakan masker ketika berada di luar ruangan.

Masyarakat harus menghindari kawasan yang masuk zona bahaya dan segera mengikuti perintah evakuasi jika dikeluarkan.

Sikap tenang dan disiplin menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana gunung api. Jangan mendekati kawasan terlarang hanya untuk melihat aktivitas erupsi dari dekat.

Kualanamu Kembali Normal

Di sisi lain, dampak erupsi terhadap transportasi udara mulai mereda.

Kementerian Perhubungan memastikan operasional Bandara Internasional Kualanamu kembali berjalan normal.

Pemantauan pada 2 September pukul 16.00 WIB tidak menemukan abu vulkanik di area bandara.

Meski demikian, kondisi gunung tetap harus dipantau karena perubahan aktivitas vulkanik dapat terjadi sewaktu-waktu.

Keselamatan Tetap Nomor Satu

Hingga laporan terakhir Polri pada 3 September, belum terdapat korban jiwa akibat aktivitas Gunung Sinabung.Β Namun, keselamatan tidak boleh menunggu keadaan menjadi buruk.

Polri, TNI, pemerintah daerah, PVMBG, BPBD, BNPB, dan unsur terkait terus memperkuat koordinasi untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan.

Bagi warga terdampak, pengungsian mungkin terasa berat. Akan tetapi, keputusan meninggalkan rumah sementara waktu dapat menjadi langkah paling berharga untuk menyelamatkan nyawa.

Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang, menggunakan perlengkapan pelindung dari abu vulkanik, memantau informasi resmi, serta tidak memasuki zona berbahaya.

Gunung boleh kembali bergolak, tetapi kewaspadaan dan solidaritas masyarakat harus lebih kuat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konvoi Freeport Ditembaki di Mile 60, 3 Kendaraan Rusak Diterjang Peluru
Cekcok Berujung Maut, Sri Lestari Dibunuh lalu Dibakar di Demak
Tagih Utang Rp20 Juta, Pria di Mesuji Ditembak hingga Luka di Dada
Eks Perawat Culik Bayi di RS Sundari Medan, 2 Perempuan Jadi Tersangka
Baku Tembak di Yahukimo, 4 Anggota KKB Tewas dan 6 Orang Diamankan
Gunung Sinabung Makin Aktif, 615 Warga Kuta Tengah Mengungsi
Wanita dalam Kardus di Bandung Dibunuh, Pelaku Ditangkap di Banten
Kejar-kejaran di Tol Tomang, Sindikat Pencuri 14 Pikap Dibongkar Polda Banten

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:14 WIB

Konvoi Freeport Ditembaki di Mile 60, 3 Kendaraan Rusak Diterjang Peluru

Jumat, 4 September 2026 - 07:29 WIB

Gunung Sinabung Level III, 374 Warga Masih Mengungsi di Karo

Jumat, 4 September 2026 - 06:13 WIB

Cekcok Berujung Maut, Sri Lestari Dibunuh lalu Dibakar di Demak

Kamis, 3 September 2026 - 08:36 WIB

Tagih Utang Rp20 Juta, Pria di Mesuji Ditembak hingga Luka di Dada

Kamis, 3 September 2026 - 06:34 WIB

Eks Perawat Culik Bayi di RS Sundari Medan, 2 Perempuan Jadi Tersangka

Berita Terbaru

Huawei resmi umumkan Watch D3, smartwatch pemantau tekanan darah dengan desain lebih ramping, Health Glance, dan Health Insight. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Huawei Watch D3 Resmi Meluncur, Smartwatch Tekanan Darah

Jumat, 4 Sep 2026 - 07:28 WIB

Bareskrim Telusuri Dana Rp1,8 Triliun Indosterling, Aset Rp84 Miliar Disita

HUKRIM

TPPU Indosterling P-21, Bareskrim Sita Aset Rp84 Miliar

Jumat, 4 Sep 2026 - 06:29 WIB