JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β Bintang dua kini menghiasi pundak Dekananto Eko Purwono. Wakapolda Metro Jaya itu resmi naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) pada Rabu (2/9/2026).
Kenaikan tersebut menandai perubahan penting dalam struktur Polda Metro Jaya. Posisi Wakapolda Metro Jaya kini dijabat perwira tinggi Polri berpangkat Irjen atau jenderal bintang dua.
Pangkat baru Dekananto terlihat dalam upacara kenaikan pangkat dan serah terima jabatan sejumlah perwira tinggi Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung prosesi tersebut.
Kenaikan pangkat itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 82/POLRI/TAHUN 2026 tertanggal 1 September 2026 tentang kenaikan pangkat ke dan dalam golongan perwira tinggi Polri.
Dari Intelijen ke Jantung Keamanan Ibu Kota
Karier Dekananto tidak lepas dari pengalaman panjang di bidang intelijen dan keamanan.
Sebelum menduduki kursi Wakapolda Metro Jaya, ia menjabat Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Jawa Timur selama sekitar dua tahun.
Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke Jakarta. Dekananto sempat dipercaya sebagai Dirintelkam Polda Metro Jaya sebelum akhirnya menduduki posisi Wakapolda Metro Jaya.
Ia resmi menjabat Wakapolda Metro Jaya sejak 5 Agustus 2025. Saat itu, Dekananto menggantikan Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy yang mendapat penugasan sebagai Kapolda Kalimantan Utara.
Pernah Redam Konflik Antarperguruan Silat
Salah satu rekam jejak Dekananto yang mendapat perhatian terjadi ketika bertugas di Jawa Timur.
Ia disebut ikut mendorong pembongkaran dan pengalihfungsian 686 tugu perguruan silat menjadi Tugu Pancasila.
Langkah tersebut diarahkan untuk mengurangi potensi gesekan antarkelompok perguruan silat di sejumlah daerah.
Pendekatan itu menunjukkan bahwa pekerjaan intelijen dan keamanan tidak selalu berujung pada tindakan represif.
Pencegahan konflik, komunikasi dengan masyarakat, serta membangun ruang kebersamaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan.
Pengalaman tersebut menjadi modal berharga bagi Dekananto ketika bertugas di Jakarta, wilayah dengan dinamika sosial dan keamanan yang jauh lebih kompleks.
Dorong Polisi Tetap Humanis
Di Ibu Kota, Dekananto juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pengamanan aksi masyarakat.
Pada Juli 2026, ia mengingatkan personel Polda Metro Jaya agar tetap sabar, terukur, mampu mengendalikan emosi, serta menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
Pesan tersebut menjadi penting karena tugas kepolisian bukan sekadar menjaga keamanan. Polisi juga memiliki tanggung jawab memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Bintang Dua, Tanggung Jawab Bertambah
Kini, perjalanan karier Dekananto memasuki babak baru. Kenaikan dari Brigjen menjadi Irjen bukan sekadar perubahan tanda pangkat di pundak.
Bintang dua membawa tanggung jawab yang lebih besar, terutama dalam membantu Kapolda Metro Jaya menjaga keamanan Jakarta dan kawasan sekitarnya.
Apalagi, Polda Metro Jaya menghadapi beragam tantangan, mulai dari pengamanan aksi massa, kriminalitas perkotaan, kemacetan, konflik sosial hingga ancaman keamanan yang berkembang cepat.
Karena itu, pengalaman panjang Dekananto di bidang intelijen menjadi bekal penting. Namun, pangkat yang semakin tinggi juga menuntut kemampuan membaca persoalan masyarakat secara lebih luas.
Bintang di pundak pada akhirnya bukan hanya simbol jenjang karier.
Di baliknya ada amanah untuk bekerja lebih profesional, menjaga kepercayaan publik, serta memastikan masyarakat merasa aman dan terlindungi.
Kenaikan pangkat Dekananto juga menjadi bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier Polri.
Divisi Humas Polri menegaskan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan integritas, profesionalitas, serta komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. **
Editor : Hadwan














