Tragedi Pasar Bapouda Paniai: 11 Tewas, Polisi Dalami Dugaan KKB

Rabu, 9 September 2026 - 06:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). (Posnews/Ist)

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). (Posnews/Ist)

PANIAI, POSNEWS.CO.ID – Malam yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat berubah menjadi tragedi mengerikan di kawasan Pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

Kobaran api mengamuk pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 00.25 WIT. Api dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lain hingga menghanguskan puluhan rumah dan kios yang berdempetan.

Tragedi itu merenggut 11 nyawa, terdiri atas lima orang dewasa dan enam anak-anak. Sebanyak 49 rumah dan kios dilaporkan terdampak, sedangkan 148 warga harus mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang membuat peristiwa ini semakin memilukan, enam korban merupakan anak-anak. Kondisi bangunan yang saling berhimpitan membuat kobaran api bergerak cepat sehingga warga kesulitan menyelamatkan diri.

Petugas akhirnya berhasil mengendalikan api sekitar pukul 03.30 WIT setelah mengerahkan kendaraan taktis penyemprot air untuk membantu proses pemadaman.

11 Korban Ditemukan dalam Kondisi Mengenaskan

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas menyisir bangunan yang terbakar. Sebelas korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi ke RSUD Paniai.

Dari 11 korban, lima merupakan orang dewasa dan enam lainnya anak-anak. Identitas para korban masih menjadi bagian dari proses penanganan dan verifikasi oleh tim terkait.

Baca Juga :  DPO Curanmor Ditembak Polisi di Bondowoso Usai Serang Petugas dengan Celurit

Kapolres Paniai AKBP Royke Betaubun mengatakan kondisi sebagian jenazah mengalami luka bakar parah sehingga tidak memungkinkan dilakukan identifikasi secara visual.

Karena itu, keluarga diminta bersabar. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua Tengah telah tiba di Enarotali dan langsung melakukan proses identifikasi di RSUD Paniai pada Selasa (8/9/2026).

Polisi Dalami Dugaan Kebakaran Disengaja

Di tengah duka yang mendalam, polisi tidak ingin gegabah menyimpulkan penyebab kebakaran.

Aparat kini mengumpulkan rekaman CCTV, memeriksa saksi mata, serta menelusuri berbagai bukti yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Polisi juga membuka penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Namun, hingga tahap ini belum ditemukan bukti langsung yang memastikan keterlibatan kelompok tersebut.

Artinya, dugaan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan dan belum dapat dinyatakan sebagai penyebab kebakaran.

Kapolres Paniai menginstruksikan anggotanya mengumpulkan seluruh bukti visual, termasuk rekaman CCTV dari rumah warga dan kantor di sekitar lokasi.

Setelah olah tempat kejadian perkara, analisis CCTV, pemeriksaan saksi, serta pemeriksaan forensik selesai, polisi akan melakukan gelar perkara untuk menentukan arah penyidikan selanjutnya.

Labfor Turun Tangan Ungkap Titik Awal Api

Karena fasilitas teknis di wilayah Papua Tengah terbatas, Polres Paniai berkoordinasi dengan tim laboratorium forensik untuk mengetahui titik awal dan penyebab pasti kebakaran.

Langkah tersebut penting karena kawasan pasar yang dipenuhi rumah dan kios semi-permanen membuat api cepat menjalar.

Selain itu, kesaksian awal menyebut terdapat orang yang terlihat berada di depan salah satu rumah sebelum api membesar.

Baca Juga :  Polri Sita 27 Kayu Misterius di Garoga, Ada Jejak Gergaji di Lokasi Banjir Bandang

Polisi kini mendalami informasi tersebut untuk memastikan apakah berkaitan dengan munculnya api atau tidak.

148 Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran bukan hanya meninggalkan korban jiwa. Ratusan warga kini menghadapi kenyataan pahit karena tempat tinggal dan sumber penghasilan mereka ikut dilalap api.

Sebanyak 148 warga mengungsi di sejumlah lokasi, termasuk Polsek, masjid, dan rumah kerabat.

Sementara itu, korban luka ringan hingga berat masih menjalani perawatan di RSUD Paniai. Sejumlah warga juga mengalami trauma psikologis akibat tragedi tersebut.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kawasan pasar dan permukiman dengan bangunan yang berdempetan memiliki risiko kebakaran sangat tinggi.

Akses pemadam yang terbatas, material bangunan yang mudah terbakar, serta kepadatan bangunan dapat membuat api berubah menjadi bencana hanya dalam hitungan menit.

Karena itu, masyarakat perlu memastikan jalur evakuasi tetap terbuka, tidak menumpuk bahan mudah terbakar di sekitar rumah, serta segera melaporkan sumber api sekecil apa pun.

Tragedi Bapouda meninggalkan luka yang dalam. Sebelas nyawa melayang, termasuk enam anak-anak, sementara 148 warga harus meninggalkan tempat tinggal mereka.

Kini, tugas aparat adalah mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik kobaran api tersebut. Penyebab kebakaran harus dibuktikan melalui penyelidikan dan bukti forensik, bukan spekulasi.

Dengan begitu, keluarga korban mendapat kepastian dan masyarakat memperoleh jawaban yang dapat dipercaya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sabu Diselipkan di Lauk, Pembesuk Wanita Diciduk Petugas Rutan Surabaya
Bukan Sekadar Jembatan, 42 Meter Ini Jadi Jalan Anak Tanggamus Mengejar Cita-Cita
Knalpot Brong Berujung Maut, Pelajar 14 Tahun Tewas Dipukul Balok di Banyumas
Darurat Kebakaran Galuga! TPA Ditutup, Water Bombing Disiapkan
Tragedi Kebakaran Paniai: 11 Orang Tewas, 20 Luka dan 40 Rumah Ludes
Kakak Beradik di Banyuasin Dibunuh, Polisi Ungkap Motif Sakit Hati
Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 06:02 WIB

Tragedi Pasar Bapouda Paniai: 11 Tewas, Polisi Dalami Dugaan KKB

Selasa, 8 September 2026 - 20:35 WIB

Sabu Diselipkan di Lauk, Pembesuk Wanita Diciduk Petugas Rutan Surabaya

Selasa, 8 September 2026 - 20:13 WIB

Bukan Sekadar Jembatan, 42 Meter Ini Jadi Jalan Anak Tanggamus Mengejar Cita-Cita

Selasa, 8 September 2026 - 14:37 WIB

Knalpot Brong Berujung Maut, Pelajar 14 Tahun Tewas Dipukul Balok di Banyumas

Selasa, 8 September 2026 - 07:51 WIB

Darurat Kebakaran Galuga! TPA Ditutup, Water Bombing Disiapkan

Berita Terbaru

Iran mengancam balas serangan AS terhadap asetnya, sementara serangan Israel di Lebanon dan blokade Selat Hormuz memperdalam ketegangan Timur Tengah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 Sep 2026 - 08:03 WIB

Ekstremisme kekerasan nihilistik yang didorong anak muda online kini mengancam keamanan Eropa, dengan AI memperkuat penyebaran propaganda. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 Sep 2026 - 07:00 WIB

Shinjuku di Tokyo akan melarang lebih dari 50 persen sewa liburan jangka pendek termasuk Airbnb, menyusul lonjakan keluhan warga soal sampah dan kebisingan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Rabu, 9 Sep 2026 - 06:00 WIB