Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Minggu, 20 September 2026 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ketegangan di Semenanjung Korea. Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik dari pangkalan kapal selam Sinpo, bertepatan dengan laporan IAEA mengenai peningkatan serius fasilitas pengayaan uranium rezim Kim Jong Un tahun 2026.  Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Ketegangan di Semenanjung Korea. Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik dari pangkalan kapal selam Sinpo, bertepatan dengan laporan IAEA mengenai peningkatan serius fasilitas pengayaan uranium rezim Kim Jong Un tahun 2026. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, TOKYO – Korea Utara meluncurkan proyektil dugaan rudal balistik ke arah laut sebelah timur Semenanjung Korea pada Minggu.

Peluncuran Proyektil dan Reaksi Negara Tetangga

Kementerian Pertahanan Jepang mengonfirmasi peluncuran senjata tersebut secara langsung.

Stasiun penyiaran NHK menyebut proyektil mendarat di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengidentifikasi objek tersebut sebagai proyektil misterius.

Baca Juga :  Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump

Militer kedua negara tetangga terus memantau pergerakan militer Korea Utara.

Kecaman Terhadap Latihan Militer dan PBB

Sehari sebelumnya, Pyongyang menolak resolusi badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pemerintah Korea Utara menyampaikan penolakan resmi tersebut melalui media pemerintah.

Pekan lalu, Pyongyang juga mengecam latihan militer gabungan di sekitar Guam.

Latihan angkatan laut pimpinan Amerika Serikat tersebut berlangsung sejak akhir Agustus hingga awal September.

Baca Juga :  Venezuela Seret AS ke Dewan Keamanan PBB: Blokade Minyak Trump Disebut Agresi Ilegal

Ketegangan Kawasan dan Sikap Kim Yo Jong

Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong, menyalahkan latihan militer Amerika Serikat atas ketegangan kawasan.

Kim Yo Jong menilai manuver sekutu memperburuk stabilitas di Semenanjung Korea.

Oleh karena itu, ia berjanji tidak akan mengubah arah kebijakan militer negara.

Korea Utara akan terus memperkuat kapasitas dan persenjataan nuklirnya secara agresif.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol
Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu
AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi
Hakim AS Larang Pembongkaran Gedung Kennedy Center
Milisi Houthi Kuasai Jalur Maritim Utama Yaman
PM Kanada Mark Carney Sambut Usulan Asosiasi Uni Eropa
Kim Yo Jong Kecam Latihan Militer AS dan Tegaskan Posisi
Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:30 WIB

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol

Minggu, 20 September 2026 - 19:49 WIB

Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu

Sabtu, 19 September 2026 - 11:04 WIB

AS Setujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi

Sabtu, 19 September 2026 - 10:00 WIB

Hakim AS Larang Pembongkaran Gedung Kennedy Center

Sabtu, 19 September 2026 - 09:03 WIB

Milisi Houthi Kuasai Jalur Maritim Utama Yaman

Berita Terbaru

Denmark dan Greenland menegaskan kedaulatan wilayah usai Donald Trump mengklaim kontrol militer permanen di Arktik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol

Minggu, 20 Sep 2026 - 20:30 WIB

Houthi menyerang Riyadh dan fasilitas Aramco di Yanbu dengan rudal. Simak tanggapan Arab Saudi, Turki, dan PBB. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Houthi Serang Situs di Riyadh dan Fasilitas Aramco di Yanbu

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:49 WIB