Ibadah GKPI di Rajeg Tangerang Dibubarkan, Polisi Pilih Jalur Mediasi

Senin, 21 September 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pembubaran ibadah jemaat GKPI di Rajeg Tangerang viral di media sosial. (Posnews/Ist)

Pembubaran ibadah jemaat GKPI di Rajeg Tangerang viral di media sosial. (Posnews/Ist)

TANGERANG, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan sempat mewarnai kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kegiatan ibadah tersebut didatangi sekelompok warga hingga akhirnya dihentikan. Rekaman kejadian kemudian beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik.

Polisi langsung turun tangan untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik terbuka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan personel diterjunkan setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.

“Kami hadir untuk mengamankan situasi dan memastikan tidak terjadi hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas,” kata Indra Waspada, Senin (21/9/2026).

Polisi Pertemukan Pihak yang Berselisih

Alih-alih membiarkan ketegangan berlanjut, polisi memfasilitasi pertemuan sejumlah pihak di Desa Mekarsari.

Musyawarah itu melibatkan Camat Rajeg Oman Apriaman, Ketua FKDM Rajeg Suparji Rustam beserta anggota, ketua lingkungan, tokoh agama, serta perwakilan jemaat GKPI.

Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan sementara. Salah satunya meminta masing-masing pihak menjaga situasi agar tetap tenang selama persoalan dibahas lebih lanjut.

Baca Juga :  Pramono Anung Larang Gadai KJP Jelang Ramadan, Disdik DKI Perketat Pengawasan

Untuk sementara, rumah yang digunakan sebagai lokasi kegiatan ibadah dalam kondisi terkunci dan tidak digunakan.

Warga juga diminta tidak berkumpul di sekitar lokasi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah provokasi dan menghindari gesekan baru.

Mediasi Berlanjut di Tingkat Kecamatan

Persoalan tersebut belum berhenti pada musyawarah awal. Pemerintah dan pihak terkait akan melanjutkan pembahasan melalui mediasi di tingkat Kecamatan Rajeg.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang juga dijadwalkan terlibat dalam proses tersebut.

Langkah dialog menjadi penting agar setiap persoalan dapat dibahas secara terbuka dan tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok.

Terlebih, video kejadian yang beredar di media sosial belum tentu menggambarkan keseluruhan rangkaian peristiwa.

Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan potongan video yang beredar.

Polisi Ingatkan Warga Tak Terprovokasi

Indra mengajak seluruh pihak menahan diri. Menurutnya, keamanan masyarakat dan kerukunan antarwarga harus menjadi perhatian bersama.

“Yang paling utama adalah menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat,” ujarnya.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Baca Juga :  Kejagung Geledah 14 Lokasi Kasus Korupsi Tambang Samin Tan, Alat Berat Disita

“Apabila ada informasi yang beredar, kami berharap masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan,” kata Indra.

Imbauan tersebut menjadi penting di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial.

Satu potongan video dapat memicu persepsi berbeda apabila masyarakat tidak mengetahui konteks lengkapnya.

Hak Beribadah Tetap Harus Dihormati

Peristiwa di Rajeg juga menjadi pengingat bahwa perbedaan di tengah masyarakat perlu diselesaikan dengan dialog dan mengacu pada aturan yang berlaku.

Polisi menegaskan negara menjamin hak setiap warga negara untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

Pada saat yang sama, persoalan mengenai penggunaan tempat untuk kegiatan keagamaan perlu dibicarakan melalui mekanisme yang tepat bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.

Dengan pendekatan tersebut, persoalan dapat diselesaikan tanpa memperbesar ketegangan di tengah masyarakat.

Hingga Senin (21/9/2026), polisi memastikan situasi di sekitar lokasi dalam kondisi aman dan kondusif.

Masing-masing pihak juga telah meninggalkan lokasi setelah musyawarah. Polisi masih memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan pemerintah, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.

Kini, perhatian diarahkan pada proses mediasi berikutnya. Harapannya, persoalan dapat menemukan jalan keluar tanpa meninggalkan luka baru bagi kerukunan warga Rajeg. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jule Tak Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Alasan Pilih Restorative Justice
Residivis Narkoba Diciduk di Mampang, Sabu Diduga Dikendalikan dari Lapas
4 Motor Diduga untuk Balap Liar Diamankan Brimob di Kalimalang
Jule Diamankan Polisi Terkait Vape Etomidate, Begini Kronologinya
Pilkades Bekasi Tinggal Sehari, Polisi Waspadai Botoh dan Bentuk Satgas Antijudi
Tiga Karung di Petamburan Bikin Polisi Curiga, Isinya 62,5 Kg Ganja
Pelaku Penganiaya Satpam di Pluit Sudah Jadi Tersangka Tapi Kok Belum Ditahan, Korban Pertanyakan ke Polres Jakut
Korupsi Proyek Alat Konstruksi Rp37,35 Miliar, Polda Metro Tetapkan 6 Tersangka

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 08:47 WIB

Ibadah GKPI di Rajeg Tangerang Dibubarkan, Polisi Pilih Jalur Mediasi

Minggu, 20 September 2026 - 07:50 WIB

Jule Tak Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Alasan Pilih Restorative Justice

Minggu, 20 September 2026 - 07:16 WIB

Residivis Narkoba Diciduk di Mampang, Sabu Diduga Dikendalikan dari Lapas

Sabtu, 19 September 2026 - 16:52 WIB

4 Motor Diduga untuk Balap Liar Diamankan Brimob di Kalimalang

Sabtu, 19 September 2026 - 16:44 WIB

Jule Diamankan Polisi Terkait Vape Etomidate, Begini Kronologinya

Berita Terbaru