Trump Tegur Wartawan CNN di PBB di Tengah Gugatan Hukum

Kamis, 24 September 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump menegur wartawan CNN di PBB di tengah perselisihan hukum larangan media Gedung Putih. Simak rincian kasus dan reaksi pers. Dok: Istimewa.

Donald Trump menegur wartawan CNN di PBB di tengah perselisihan hukum larangan media Gedung Putih. Simak rincian kasus dan reaksi pers. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, NEW YORK – Presiden Donald Trump menegur wartawan CNN Kaitlan Collins di gedung PBB pada Selasa.

Teguran Trump dan Larangan Akses Media Gedung Putih

Trump mengklaim CNN bersikap tidak adil serta melanggar janji terkait peliputan.

Jurnalis Kaitlan Collins membantah klaim Trump dan menegaskan komitmen peliputan harian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gedung Putih melarang akses liputan bagi jaringan CNN, MS NOW, dan Politico sejak Jumat.

Keputusan tersebut mendepak ketiga media utama dari tugas konsorsium wartawan kepresidenan.

Baca Juga :  Tensi Memanas: AS Siapkan Operasi Senyap untuk Gulingkan Maduro di Venezuela

Ketiga media mengajukan gugatan bersama karena menganggap larangan tersebut melanggar konstitusi.

Gugatan Hukum dan Solidaritas Jaringan Media

Hakim Distrik Timothy Kelly menjadwalkan sidang pemeriksaan kasus tersebut pada Rabu sore.

Trump meragukan independensi hakim meski pernah menunjuknya pada periode pertama kekuasaan.

Trump menyebut pemberitaan negatif sebagai ancaman berbahaya bagi keselamatan negara.

Sejumlah media besar seperti The Associated Press dan The New York Times melakukan aksi solidaritas.

Baca Juga :  Wapres AS JD Vance Harapkan Perubahan Struktural dari PM Baru

Media menolak menerbitkan foto resmi kepresidenan serta menghentikan layanan konsorsium berita.

Dampak Peliputan dan Respons Publik

Organisasi media menuntut pemulihan hak peliputan penuh di lingkungan Gedung Putih.

Analis media Robert Thompson menilai pembatasan peliputan merugikan kebebasan pers nasional.

Thompson memprediksi perselisihan ini bakal berakhir karena Trump membutuhkan sorotan publik.

Publik tetap memperoleh informasi kegiatan presiden melalui saluran resmi PBB.

Namun konflik ini menandai ketegangan tertinggi antara pemerintah dan jurnalis di Amerika Serikat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Pertimbangkan Opsi Serangan dan Buka Kembali Dialog
PM Jepang Sanae Takaichi Tegaskan Dukungan ICC
Charles Spencer Rilis Buku Swan Song dan Ungkap Tuduhan Baru
Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma
Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik
Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman
CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump
AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 08:00 WIB

Trump Pertimbangkan Opsi Serangan dan Buka Kembali Dialog

Kamis, 24 September 2026 - 07:00 WIB

Trump Tegur Wartawan CNN di PBB di Tengah Gugatan Hukum

Kamis, 24 September 2026 - 06:00 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Tegaskan Dukungan ICC

Rabu, 23 September 2026 - 15:58 WIB

Charles Spencer Rilis Buku Swan Song dan Ungkap Tuduhan Baru

Rabu, 23 September 2026 - 14:10 WIB

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma

Berita Terbaru

Donald Trump pertimbangkan opsi serangan ke Iran dan gelar dialog rahasia di PBB. Simak rincian pidato dan kesepakatan Greenland. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Pertimbangkan Opsi Serangan dan Buka Kembali Dialog

Kamis, 24 Sep 2026 - 08:00 WIB

Donald Trump menegur wartawan CNN di PBB di tengah perselisihan hukum larangan media Gedung Putih. Simak rincian kasus dan reaksi pers. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Tegur Wartawan CNN di PBB di Tengah Gugatan Hukum

Kamis, 24 Sep 2026 - 07:00 WIB