POSNEWS.CO.ID, TALLINN – Wakil Komandan NATO Sir John Stringer memberikan peringatan keras mengenai ancaman militer Rusia pada Selasa.
Peningkatan Risiko dan Taktik Sabotase Rusia
Stringer menilai Presiden Vladimir Putin makin nekat serta berani mengambil risiko tinggi dalam pertempuran.
Rusia terus berusaha memecah belah persatuan aliansi negara-negara anggota NATO di Eropa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah Rusia melancarkan kampanye rahasia yang mencakup aksi sabotase, pembakaran, serta serangan siber.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengkhawatirkan potensi serangan drone dan rudal balistik Rusia.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyiapkan rencana perlindungan ketat untuk infrastruktur penting negara dari ancaman.
Perekrutan Agen Rahasia dan Provokasi NATO
Pihak intelijen Rusia merekrut para pelaku sabotase secara daring tanpa mengungkapkan identitas asli mereka.
Kondisi tersebut menyulitkan aparat keamanan Barat dalam membongkar jaringan intelijen milik Rusia.
Stringer meminta seluruh negara anggota NATO merespons situasi memanas ini secara tenang dan terukur.
Ia menilai Putin ingin memprovokasi aliansi NATO agar mengambil reaksi berlebihan secara emosional.
Perdana Menteri Estonia Kristen Michal menegaskan komitmen penuh untuk membentengi wilayah dari ancaman Rusia.
Kerugian Militer Rusia dan Dukungan untuk Ukraina
Serangan jarak jauh militer Ukraina telah menyebabkan kelangkaan bahan bakar di 80 wilayah Rusia.
Pasukan Rusia juga menanggung kerugian besar dengan korban jiwa menembus setengah juta prajurit.
Meskipun menghadapi kerugian besar, Putin tetap melanjutkan invasi militer di wilayah Ukraina.
Michal menilai cara terbaik untuk menangkal ancaman Rusia adalah terus mendukung perjuangan Ukraina.
Dukungan kuat dari aliansi Barat bakal memperlemah posisi politik dan militer Kremlin di Eropa.













