POSNEWS.CO.ID, JOHANNESBURG – Delapan pria bersenjata laras panjang menyerang para pengunjung kedai minuman di Afrika Selatan pada Sabtu malam.
Tragedi berdarah tersebut menewaskan sedikitnya 27 warga dalam dua lokasi penembakan massal terpisah.
Penembakan Maut di Wedela dan Lwandle
Para pelaku membawa senapan serbu AK-47 serta pistol saat memberondong pengunjung di kawasan Wedela.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penembak membantai 13 pria dan empat wanita di luar serta di dalam kedai tersebut.
Bahkan, para pelaku merampas telepon genggam milik korban sebelum melarikan diri menggunakan dua kendaraan.
Sementara itu, penembakan kedua melanda sebuah toko di pemukiman Lwandle dekat kota Cape Town.
Serangan dini hari tersebut menewaskan 10 orang serta melukai 11 warga lainnya.
Gelombang Kejahatan dan Rentetan Serangan
Sebelumnya, kelompok penembak misterius juga membantai 11 warga di kota Durban pada Selasa malam.
Serangan di Durban tersebut turut menewaskan seorang wanita hamil di dalam sebuah rumah.
Sebab, Afrika Selatan kini menghadapi lonjakan kejahatan geng kriminal serta peredaran senjata api ilegal.
Kepolisian mencatat 5.427 kasus pembunuhan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir di seluruh negara.
Oleh karena itu, rentetan aksi penembakan massal ini sangat mengejutkan warga serta pemerintah setempat.
Pengerahan Tentara dan Penanganan Senjata Ilegal
Presiden Cyril Ramaphosa telah menerjunkan pasukan militer ke jalanan guna membantu tugas kepolisian nasional.
Pemerintah menganggap geng kriminal terorganisir sebagai ancaman terbesar bagi stabilitas ekonomi serta demokrasi negara.
Meskipun demikian, aparat keamanan belum berhasil menangkap para pelaku dari kedua lokasi penembakan tersebut.
Dengan demikian, pihak kepolisian terus menggiatkan razia senjata guna menghentikan aksi kekerasan berdarah ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













