Hakim AS Memerintahkan Donald Trump Menghentikan Iklan Politik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hakim federal AS melarang Donald Trump menayangkan iklan politik menggunakan dana pajak rakyat senilai 20 juta dolar. Dok: Istimewa.

Hakim federal AS melarang Donald Trump menayangkan iklan politik menggunakan dana pajak rakyat senilai 20 juta dolar. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, NEW YORK – Hakim Federal Amerika Serikat memerintahkan Presiden Donald Trump menghentikan penayangan iklan televisi politik.

Keputusan Hakim dan Gugatan Pelanggaran Hukum

Hakim Distrik Jennifer L. Rochon memenangkan gugatan koalisi pengawas pemerintah Common Cause pada Minggu malam.

Sebab, koalisi menilai penggunaan dana pajak puluhan juta dolar tersebut melanggar hukum propaganda federal secara sah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, hakim melarang pemerintah membuat, memperpanjang, atau menayangkan iklan propaganda politik tersebut selama dua minggu.

Baca Juga :  Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Bahkan, pemerintah harus membatalkan seluruh jadwal penayangan iklan yang sudah ada sejak Minggu malam.

Sementara itu, Departemen Kehakiman AS mengklaim perintah hakim tersebut tidak perlu karena kampanye iklan akan berakhir.

Sumber Dana dan Reaksi Politik

Pasalnya, Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS mengambil dana 20 juta dolar dari anggaran keamanan perbatasan.

Namun, pakar hukum menilai tindakan tersebut melanggar aturan penggunaan dana publik untuk kepentingan kampanye politik.

Baca Juga :  Tragedi Samudra Hindia: Kapal Selam AS Tenggelamkan Frigat Iran di Perairan Sri Lanka

Selain itu, iklan tersebut menampilkan rekaman pidato Donald Trump serta penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Bahkan, Pemimpin Mayoritas Senat John Thune menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh memakai uang rakyat untuk iklan.

Oleh karena itu, Komite Nasional Demokrat juga melayangkan gugatan hukum lain mengenai pelanggaran anggaran tersebut.

Dengan demikian, Donald Trump berjanji akan menggunakan dana kampanye pribadi untuk membiayai iklan politik selanjutnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korea Utara Meluncurkan Beberapa Rudal Balistik
Senator AS Mendesak Donald Trump Membatalkan Kesepakatan
Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak
Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional
Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda
Serangan Rudal Rusia Menewaskan 20 Warga Zaporizhzhia
Kelompok Houthi Menyerang Bandara Internasional Riyadh
Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Hakim AS Memerintahkan Donald Trump Menghentikan Iklan Politik

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Senator AS Mendesak Donald Trump Membatalkan Kesepakatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Jepang Menegaskan Dukungan Mahkamah Pidana Internasional

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Polisi India Menangkap 2.000 Pengunjuk Rasa Gerakan Pemuda

Berita Terbaru

Hakim federal AS melarang Donald Trump menayangkan iklan politik menggunakan dana pajak rakyat senilai 20 juta dolar. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim AS Memerintahkan Donald Trump Menghentikan Iklan Politik

Selasa, 13 Okt 2026 - 07:00 WIB