BENGKULU, POSNEWS.CO.ID β Sedikit demi sedikit, kepedulian bisa mengubah kehidupan. Semangat itulah yang menggerakkan program bedah rumah Polda Bengkulu melalui SRIDURI atau Sehari Dua Ribu.
Dari sedekah sukarela personel dan dukungan berbagai pihak, program ini telah mencapai rumah ke-84 bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid meneruskan program sosial tersebut sebagai bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan tidak hanya menyasar perbaikan bangunan, tetapi juga membantu keluarga memperoleh tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Salah satu penerima manfaat terbaru ialah Sani, warga lanjut usia berusia 84 tahun di Desa Jeranglah Rendah, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.
Pada 23 September 2026, Yudhi melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah Sani. Kegiatan itu menjadi penanda dimulainya pengerjaan rumah ke-84 dalam program bedah rumah Polda Bengkulu.
Sedekah Rp2.000 Sehari, Manfaatnya Dirasakan Warga
Program SRIDURI mengajak personel menyisihkan uang Rp2.000 setiap hari secara sukarela.
Nilainya mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama dan dikumpulkan secara konsisten, dana tersebut dapat membantu warga yang kesulitan memperbaiki rumahnya.
Polda Bengkulu juga menggandeng pemangku kepentingan, termasuk pengembang yang tergabung dalam REI Bengkulu serta berbagai unsur masyarakat.
Kolaborasi tersebut membantu memperluas jangkauan bantuan. Program ini menyasar warga yang benar-benar membutuhkan, dari wilayah Mukomuko hingga Kaur.
βProgram bedah rumah ini adalah program kesinambungan, program ini kami lanjutkan dari pendahulu kami. Alhamdulillah saat ini sudah 84 rumah yang dibangun oleh Polda Bengkulu,β kata Yudhi dalam keterangan mengenai program tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut bergotong royong. Menurutnya, bantuan akan lebih bermanfaat ketika berbagai unsur masyarakat bergerak bersama untuk membantu warga yang membutuhkan.
Bukan Sekadar Membangun Rumah
Bagi keluarga berpenghasilan terbatas, memperbaiki atap bocor, dinding rusak, atau lantai yang tidak layak bisa menjadi beban berat. Kebutuhan sehari-hari sering kali membuat renovasi rumah harus ditunda.
Karena itu, program bedah rumah diharapkan dapat meringankan beban keluarga penerima manfaat. Hunian yang lebih layak juga dapat mendukung kesehatan, kenyamanan, dan rasa aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Selain membantu pembangunan rumah, jajaran Polda Bengkulu juga menyalurkan bantuan sosial kepada warga, termasuk paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Desa Jeranglah Rendah, Junali, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada warganya. Ia berharap pembangunan rumah tersebut segera memberikan manfaat bagi penerima.
Kepedulian Sosial yang Berkelanjutan
Program bedah rumah Polda Bengkulu juga mendapat pengakuan melalui detikSumatera Awards 2026 kategori Prakarsa Kepedulian Sosial dan Hunian Layak. Penghargaan tersebut diterima Yudhi pada 28 Agustus 2026.
Meski demikian, keberhasilan program sosial tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang ditangani. Ketepatan sasaran, kualitas bangunan, serta manfaat jangka panjang bagi keluarga penerima juga penting untuk diperhatikan.
Melalui SRIDURI, Polda Bengkulu mendorong semangat berbagi dan gotong royong agar terus tumbuh di tengah masyarakat.
Gerakan ini menunjukkan bahwa kontribusi kecil yang dilakukan bersama-sama dapat menghasilkan manfaat nyata.
Sebanyak 84 rumah menjadi capaian penting. Namun, harapan yang lebih besar adalah semakin banyak keluarga yang memperoleh hunian layak dan kesempatan menjalani kehidupan yang lebih baik. **
Editor : Hadwan













