Napi Asimilasi Lapas Warungkiara Kabur, Tinggal 2 Bulan Lagi Bebas

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tahanan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Tahanan. (Posnews/Ist)

SUKABUMI, POSNEWS.CO.ID – Program pembinaan narapidana melalui asimilasi di Lapas Kelas IIB Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, diwarnai insiden serius.

Seorang warga binaan berinisial Patah alias Acil dilaporkan kabur dari Pondok Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pada malam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).

Ironisnya, Patah disebut tinggal menjalani masa pidana sekitar dua bulan lagi sebelum diperkirakan bebas. Namun, kesempatan kembali ke tengah masyarakat justru berakhir dengan pelarian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Lapas Warungkiara Kurnia Panji Pamekas membenarkan kejadian tersebut. Petugas mengetahui Patah sudah tidak berada di lokasi sekitar pukul 23.00 WIB.

“Diketahui tidak ada di tempat, diperkirakan jam 23.00 WIB. Padahal dia diperkirakan bebas sekitar dua bulan lagi,” ujar Kurnia, Rabu (19/8/2026).

Terpidana Kasus Pencurian

Kurnia menjelaskan, Patah merupakan warga Sukabumi yang menjalani hukuman 1 tahun 9 bulan dalam perkara Pasal 363 KUHP terkait pencurian.

Baca Juga :  Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025: Jadwal, Simulasi Online, dan Cara Daftar untuk SMA, SMP, dan SD

Sebelum menghilang, Patah mengikuti program asimilasi di area Pondok SAE.

Program tersebut pada dasarnya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menjalani pembinaan di luar tembok lapas dengan pengawasan dan ketentuan tertentu.

Karena itu, pelarian tersebut menjadi perhatian serius.

Kepercayaan yang diberikan melalui program pembinaan seharusnya digunakan untuk mempersiapkan diri kembali ke masyarakat, bukan justru meninggalkan lokasi tanpa izin.

Petugas Langsung Bergerak

Begitu mengetahui Patah tidak berada di tempat, petugas Lapas Warungkiara langsung melakukan pencarian.

Lapas juga berkoordinasi dengan kepolisian, termasuk Polsek setempat dan jajaran kepolisian di wilayah tempat tinggal Patah.

“Langkah yang dilakukan pada malam itu juga dilakukan pencarian dan berkoordinasi dengan Polsek setempat serta Polsek di mana dia bertempat tinggal,” kata Kurnia.

Baca Juga :  Update Bentrok 2 Desa di Adonara Tewaskan 3 Orang, 20 Rumah Dibakar

Selain pencarian di lapangan, informasi mengenai pelarian tersebut telah diteruskan kepada jajaran pimpinan di tingkat pusat untuk penanganan lebih lanjut.

Masyarakat Diminta Waspada

Lapas Warungkiara mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Patah alias Acil agar segera melapor kepada kantor polisi terdekat atau petugas Lapas Warungkiara.

Namun, masyarakat tidak disarankan melakukan tindakan sendiri apabila menemukan yang bersangkutan.

Informasi sebaiknya segera disampaikan kepada petugas agar proses penanganan berlangsung aman dan sesuai prosedur.

Hingga kini, pencarian gabungan masih dilakukan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa program asimilasi membutuhkan pengawasan dan kepatuhan yang kuat.

Kesempatan memperoleh pembinaan di luar lapas merupakan bagian dari proses reintegrasi sosial yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.

Ketika kesempatan kedua diberikan, kepercayaan menjadi modal utama. Sekali kepercayaan disalahgunakan, proses pembinaan justru menghadapi tantangan baru. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengerikan! 9 Perempuan Diduga Disandera KKB di Jila Mimika, Ada Anak SD
Cemburu Pacar, Mahasiswa Stikes Kendedes Malang Tewas Ditikam Teman
Gempa NTT: Korban Tewas Jadi 71 Orang, BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan
Bocah 12 Tahun Meninggal di Rumah, Polisi Dalami Dugaan Pemicu Peristiwa
Hitadipa Jadi Kampung Papua Damai, TNI Dorong Warga Bangkit dan Sejahtera
Gempa M7,7 NTT Tewaskan 70 Orang, 132 Luka dan SAR Fokus Penyisiran
Diskon Pajak Kendaraan Banten hingga 40 Persen Mulai 18 Agustus 2026
Konflik Warisan, Paman dan Keponakan Duel di Rembang Berujung Maut

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Mengerikan! 9 Perempuan Diduga Disandera KKB di Jila Mimika, Ada Anak SD

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:20 WIB

Cemburu Pacar, Mahasiswa Stikes Kendedes Malang Tewas Ditikam Teman

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Gempa NTT: Korban Tewas Jadi 71 Orang, BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Bocah 12 Tahun Meninggal di Rumah, Polisi Dalami Dugaan Pemicu Peristiwa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Hitadipa Jadi Kampung Papua Damai, TNI Dorong Warga Bangkit dan Sejahtera

Berita Terbaru

Jaringan televisi ABC dan induk perusahaannya, Disney, resmi menggugat Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS ke pengadilan federal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

ABC dan Disney Menggugat FCC Terkait Ancaman Pencabutan

Kamis, 20 Agu 2026 - 09:02 WIB

Kapal perusak Angkatan Laut AS USS Benfold mengalami mati listrik selama empat hari di Samudra Pasifik hingga harus ditarik ke Teluk Subic, Filipina. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kapal Perang AS USS Benfold Mati Listrik Empat Hari

Kamis, 20 Agu 2026 - 08:30 WIB