POSNEWS.CO.ID, BERLIN – Gaya busana Gothic Lolita asal Jepang kini mengalami perkembangan pesat di daratan Eropa.
Merek fesyen terkemuka Atelier Pierrot baru saja menggelar acara tea party perdana di Berlin pada Agustus lalu.
Sekitar 70 penggemar berbusana gaun renda dan rumbai rumit berkumpul untuk memamerkan koleksi pakaian mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para peserta membagikan tips berbusana, menikmati sajian kue manis, serta mengabadikan momen foto bersama.
Beberapa peserta bahkan rela menempuh perjalanan jauh dari Irlandia, Belgia, dan Polandia demi menghadiri acara tersebut.
Pertumbuhan Penjualan Digital Serta Strategi Ekspansi Merek Ke Pasar Eropa
Atelier Pierrot mencatatkan lonjakan penjualan nirkabel ke pasar Eropa hingga 77 persen sepanjang tahun 2025 lalu.
Penjualan di Jerman bahkan melonjak 2,3 kali lipat, sementara pasar Prancis mengalami kenaikan sebesar 83 persen.
Duta internasional Atelier Pierrot, Connie, menjelaskan bahwa variasi ukuran pakaian menjadi kunci utama keberhasilan ekspansi ini.
Perusahaan juga aktif meningkatkan kualitas komunikasi Bahasa Inggris untuk menjangkau para konsumen baru secara luas.
Acara tatap muka memberikan kesempatan bagi calon pembeli untuk memeriksa langsung kualitas bahan dan ukuran pakaian.
Peran Media Sosial Dalam Memperkenalkan Budaya Fesyen Kepada Generasi Muda
Kehadiran platform media sosial turut mempercepat penyebaran tren busana ini di kalangan remaja dan pemuda Eropa.
Warga Berlin, Nadine Ehrenberg, menilai bahwa platform digital berhasil menarik minat generasi muda berusia belasan tahun.
Banyak penggemar menganggap gaya Gothic Lolita sebagai bentuk pertukaran budaya yang saling menginspirasi antara Jepang dan Eropa.
Komunitas penggemar di Eropa kini rutin menggelar pertemuan bulanan untuk mempererat hubungan antar-anggota secara konsisten.
Para produsen optimistis bahwa industri fesyen unik ini akan terus berkembang pesat di seluruh penjuru Eropa.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













