POSNEWS.CO.ID, BANGKOK – Komunitas masyarakat Tionghoa di Asia Tenggara kembali menggelar ritual tahunan Festival Sembilan Dewa Kaisar secara serentak.
Perayaan tradisi Taois selama sembilan hari ini berlangsung meriah di Indonesia, Malaysia, Singapura, hingga daratan Thailand.
Para penganut ajaran Taois menjalankan aksi aksi ekstrem seperti aksi berjalan di atas bara api penyucian secara khusyuk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat juga menyajikan beraneka ragam hidangan khusus vegetarian serta membakar tiang dupa raksasa di halaman klenteng.
Warga lokal mengenal festival keagamaan unik ini sebagai Festival Vegetarian di beberapa wilayah utama daratan Thailand.
Para peserta menerapkan pola makan vegetarian ketat untuk membersihkan jiwa dan raga dari berbagai pengaruh jahat.
Kemeriahan Festival Berlangsung Khidmat Di Tengah Hawa Kabut Asap Bencana Lingkungan
Rangkaian acara keagamaan ini mewarnai berbagai kota besar dari ibu kota negara hingga pusat destinasi wisata dunia.
Pulau Phuket di Thailand serta kawasan bersejarah Penang di Malaysia menjadi pusat keramaian utama ribuan peziarah internasional.
Antusiasme warga tetap membara meskipun lapisan kabut asap tebal sempat menyelimuti sebagian besar wilayah kawasan Asia Tenggara.
Para peziarah tetap berdatangan memadati area klenteng untuk memanjatkan doa keselamatan, kesehatan, serta keberkahan hidup.
Suasana sakral berpadu dengan riuh tabuhan gendang dan dentuman petasan tradisional di sepanjang jalanan kota.
Festival ini menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan dan hubungan antar-anggota komunitas Tionghoa di perantauan.
Nilai Filosofis Ajaran Taois Dan Prinsip Keseimbangan Alam Keseharian
Tradisi Taois sendiri merupakan kebudayaan filosofis dan keagamaan Tiongkok kuno yang berfokus pada keharmonisan alam semesta.
Ajaran ini mengajarkan prinsip keseimbangan hidup yang sangat terkenal melalui konsep kosmologi Yin dan Yang.
Melalui festival ini, para penganut Taois berupaya mengembalikan keselarasan energi spiritual dalam diri mereka masing-masing.
Pengelola tempat ibadah optimistis bahwa tradisi luhur ini akan terus lestari hingga generasi-generasi mendatang.
Acara tahunan ini juga sukses menarik perhatian ribuan wisatawan asing yang ingin menyaksikan langsung keunikan budaya lokal.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













