POSNEWS.CO.ID, YALOVA – Kepolisian Kota Yalova, Turki, berhasil menemukan kembali lonceng perdamaian berharga yang sempat hilang dicuri pada bulan lalu.
Pihak berwenang menemukan lonceng simbolik tersebut di sebuah tempat penampungan barang bekas lokal pada Rabu waktu setempat.
Penculik menjual lonceng seberat 87 kilogram tersebut ke tempat penampungan seharga 26.000 Lira Turki atau sekitar 524 Dolar AS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepolisian setempat bergerak cepat menahan dua orang tersangka dan kini sedang memburu keberadaan satu pelaku lainnya.
Para pelaku terbukti mengangkut lonceng tersebut dari taman kota menggunakan sepeda listrik roda tiga pada 14 September lalu.
Sejarah Panjang Kemitraan Kota Kembar Antara Yalova Dan Tonami Jepang
Lonceng perdamaian ini telah berdiri di Kota Yalova selama lebih dari tiga dekade sebagai simbol ikatan persahabatan.
Kota Tonami di Prefektur Toyama, Jepang, menyerahkan lonceng tersebut untuk mempererat hubungan bilateral kedua kota.
Wali Kota Tonami mengunjungi Turki pada tahun 1988 lalu untuk menjajaki kerja sama persahabatan antarwilayah.
Kedua pemerintah daerah kemudian meresmikan kemitraan kota kembar (sister city) secara resmi pada Oktober 1989 silam.
Kedua kota ini sama-sama memiliki keunggulan industri holtikultura serta budidaya tanaman hias berskala internasional.
Sektor Holtikultura Dan Budidaya Tanaman Hias Memperkuat Hubungan Kedua Kota
Provinsi Yalova terkenal luas sebagai wilayah penghasil utama tanaman hias terbesar di seluruh daratan Turki.
Sementara itu, Kota Tonami memegang peranan penting sebagai salah satu produsen utama umbi bunga tulip di Jepang.
Pemerintah lokal berkomitmen untuk memasang kembali lonceng perdamaian tersebut di lokasi asalnya secara aman.
Langkah ini menegaskan komitmen kuat warga Yalova dalam menjaga warisan hubungan diplomatik bersama masyarakat Jepang.
Para tokoh masyarakat mengapresiasi kerja cepat aparat kepolisian dalam menyelamatkan benda bersejarah bernilai tinggi tersebut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













