POSNEWS.CO.ID, HO CHI MINH CITY – Pembangunan infrastruktur di sepanjang pesisir Kota Ho Chi Minh kini mengancam kelestarian hutan mangrove di Can Gio Mangrove Biosphere Reserve.
Hutan bakau ini telah melindunginya dari ancaman badai laut dan luapan banjir selama bertahun-tahun.
Akar pohon bakau merajai garis pantai, menampung keanekaragaman hayati laut, serta menyerap Emisi Karbon dalam jumlah besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun demikian, proyek megah pembangunan kota pesisir Can Gio serta pelabuhan baru berpotensi merusak aliran air alami pendukung mangrove.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa gangguan alur air tersebut akan memperlemah benteng pertahanan alami Kota Ho Chi Minh.
Kota Ho Chi Minh sendiri tergolong sebagai salah satu wilayah yang sangat rentan terhadap perubahan iklim global.
Studi ilmiah tahun 2026 mencatat sekitar 80 persen wilayah Kota Ho Chi Minh berada dalam rawan banjir.
Pemerintah Vietnam memperkirakan bencana banjir dan banjir rob merugikan perekonomian kota sekitar 57 juta dolar AS per tahun.
Proyek Raksasa Vingroup Mendorong Transformasi Pesisir Pantai Vietnam
Konglomerat terbesar Vietnam, Vingroup, mulai melakukan pengurukan tanah untuk membangun kawasan kota pesisir baru sejak April 2026.
Pemerintah Vietnam menganggap wilayah Can Gio sebagai pusat logistik strategis serta pintu gerbang utama ke laut lepas.
Proyek pelabuhan senilai 4,7 miliar dolar AS di Can Gio akan menangani jutaan peti kemas pengiriman per tahun.
Anak perusahaan properti Vingroup, Vinhomes, juga menggarap kawasan megah Green Paradise seluas 2.870 hektar.
Proyek perumahan tersebut mencakup pusat perbelanjaan, hunian mewah, serta sarana hiburan terpadu bagi warga.
Vingroup turut membangun jalur kereta metro yang menghubungkan Can Gio langsung menuju ke pusat Kota Ho Chi Minh.
Oleh sebab itu, warga lokal dan komunitas nelayan menyaksikan pembangunan dinding laut beton yang mengurung wilayah pesisir.
Banyak nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut karena pembangunan pelabuhan mendorong ikan berpindah ke laut lepas.
Para Pakar Lingkungan Khawatirkan Dampak Kerusakan Ekosistem Mangrove
Peneliti dari French Sustainable Development Institute di Sorbonne University, Marie Arnaud, menegaskan pentingnya peranan Hutan Mangrove Can Gio.
Ia menyampaikan bahwa gangguan alur hidrologi akibat jalan dan jembatan berisiko melenyapkan ekosistem bakau secara permanen.
Pemerintah Kota Ho Chi Minh bahkan mengajukan izin penebangan 4,57 hektar hutan mangrove untuk jalur kereta metro.
Pihak berwenang berjanji akan menekan kerusakan ekosistem dengan mengambil material pasir dari danau buatan.
Selain risiko ekologis, pengamat menilai proyek raksasa Can Gio membawa beban finansial yang cukup tinggi bagi Vingroup.
Vingroup sangat mengandalkan pendapatan dari penjualan proyek properti Vinhomes untuk menopang lini bisnis lain seperti produsen mobil listrik VinFast.
Meskipun demikian, pembangunan kota pesisir terus berjalan demi mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional Vietnam.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













