Gedung Putih Siapkan Perintah Eksekutif dan Pertahanan Hukum

Selasa, 3 November 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Putih siapkan perintah eksekutif dan pertahanan hukum untuk antisipasi kemenangan Demokrat di Pemilu Sela AS. Simak rincian strategi imigrasi dan anggarannya. Dok: Istimewa.

Gedung Putih siapkan perintah eksekutif dan pertahanan hukum untuk antisipasi kemenangan Demokrat di Pemilu Sela AS. Simak rincian strategi imigrasi dan anggarannya. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Tim penasihat Presiden Donald Trump menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyiapkan skenario kepemimpinan tanpa dukungan Kongres.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan agenda politik utama Presiden tetap berjalan meskipun Partai Demokrat memenangkan Pemilihan Umum Sela.

Pejabat senior seperti Wakil Kepala Staf Stephen Miller dan Direktur Anggaran Russell Vought telah merancang strategi ini sejak April.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka berkoordinasi rapat dengan Kantor Penasihat Hukum Gedung Putih guna memetakan tindakan eksekutif yang tidak memerlukan persetujuan legislatif.

Penasihat Hukum Gedung Putih Will Scharf dan timnya menguji batas wewenang hukum Presiden serta menyiapkan strategi pertahanan di pengadilan.

Skenario ini menegaskan bahwa Presiden Trump tetap memegang kekuasaan luas atas perdagangan luar negeri, imigrasi, dan birokrasi federal.

Baca Juga :  Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Gedung Putih Menyiapkan Tarif Impor Baru Serta Perubahan Aturan Dana Hibah Federal

Gedung Putih mempertimbangkan sejumlah perintah eksekutif baru, termasuk pengenaan tarif impor untuk mineral kritis dan turbin angin.

Pemerintah juga merencanakan pemgetatan aturan visa bagi mahasiswa internasional serta pekerja asing sementara di Amerika Serikat.

Selain itu, tim anggaran menyiapkan langkah-langkah independen guna menekan biaya perumahan dan konstruksi nasional.

Russell Vought mengevaluasi penggunaan dana anggaran belanja yang sudah mendapatkan persetujuan Kongres sebelumnya.

Ia berniat mengubah aturan hibah guna memberikan wewenang lebih besar kepada pejabat politik dalam menyalurkan dana pembayar pajak.

Presiden Trump telah menerima pengarahan rutin mengenai persiapan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk mengomandani pemerintahan lewat perintah eksekutif.

Antisipasi Gelombang Investigasi Kongres Dan Penggunaan Hak Hak Istimewa Eksekutif

Pemerintah menyadari bahwa kemenangan Partai Demokrat di DPR atau Senat akan menghentikan pengangkatan pejabat dan hakim baru.

Baca Juga :  AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Partai Demokrat juga berencana meluncurkan gelombang investigasi, pemanggilan saksi, serta permintaan dokumen resmi terhadap pejabat administrasi.

Guna mengantisipasi hal tersebut, tim pengacara Gedung Putih melatih para pejabat kementerian mengenai tata cara merespons tuntutan Kongres.

Tim hukum menyarankan para pejabat untuk lebih berhati-hati dalam membuat catatan tertulis selama menjalankan tugas pemerintahan.

Selain itu, Gedung Putih meminta pendapat hukum dari Kementerian Kehakiman untuk memanfaatkan hak istimewa eksekutif (executive privilege).

Langkah hukum tersebut bertujuan untuk melindungi komunikasi internal antara Presiden dan para penasihat pribadinya dari penyelidikan Kongres.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween
Jelang Pemilu Sela: Partai Republik Raih Dukungan di Michigan
Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:30 WIB

Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween

Selasa, 3 November 2026 - 08:30 WIB

Gedung Putih Siapkan Perintah Eksekutif dan Pertahanan Hukum

Selasa, 3 November 2026 - 07:38 WIB

Jelang Pemilu Sela: Partai Republik Raih Dukungan di Michigan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Berita Terbaru

Gelombang penembakan massal melanda pusat hiburan malam AS saat libur Halloween. Sedikitnya 8 orang tewas di Dallas, Birmingham, Arkansas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween

Selasa, 3 Nov 2026 - 09:30 WIB

Gedung Putih siapkan perintah eksekutif dan pertahanan hukum untuk antisipasi kemenangan Demokrat di Pemilu Sela AS. Simak rincian strategi imigrasi dan anggarannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gedung Putih Siapkan Perintah Eksekutif dan Pertahanan Hukum

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:30 WIB

Dua hari menjelang Pemilu Sela AS, Demokrat Michigan dukung kandidat Republik Mike Rogers, sementara gugatan tim Trump di Alaska ditolak hakim. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jelang Pemilu Sela: Partai Republik Raih Dukungan di Michigan

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:38 WIB