POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Perkiraan biaya operasi militer Amerika Serikat dalam konflik Iran membengkak hingga menyentuh angka 47,1 miliar Dolar AS.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyampaikan data pengeluaran terbaru tersebut kepada Kongres hingga per tanggal 16 Oktober 2026.
Laporan resmi Pentagon tersebut menunjukkan kenaikan biaya sebesar 3,5 miliar Dolar AS jika dibandingkan dengan data awal September lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagian besar anggaran tempur dialokasikan untuk membiayai penggantian amunisi rudal pencegat yang menembus angka 29 miliar Dolar AS.
Militer AS memanfaatkan amunisi sistem Patriot dan THAAD yang berharga sangat mahal guna menangkis serangan rudal serta drone Iran.
Selain itu, biaya operasi tempur memakan anggaran 11,9 miliar Dolar AS dan kerugian peralatan mencapai 6 miliar Dolar AS.
Isu Beban Pajak Dan Konflik Iran Membayangi Konstelasi Pemilihan Umum Paruh Waktu
Pembengkakan biaya perang serta lonjakan harga energi kini memicu tekanan politik besar menjelang Pemilihan Umum Paruh Waktu pekan depan.
Masyarakat Amerika Serikat akan menentukan peta kekuatan partai politik yang memegang kendali mayoritas di Kongres pada Selasa mendatang.
Presiden Donald Trump tetap membuka opsi serangan lanjutan sembari mengirim armada tempur tambahan ke perairan Timur Tengah.
Padahal, pemerintah sebelumnya berjanji kepada publik bahwa kampanye militer tersebut hanya akan berlangsung selama beberapa pekan saja.
Hasil jajak pendapat AP-NORC menunjukkan mayoritas pemilih mendesak Kongres untuk memprioritaskan penyelesaian konflik dibanding melanjutkan peperangan.
Partai Demokrat Mengkritik Kebijakan Trump Di Tengah Pengajuan Anggaran Militer Raksasa
Pemerintahan Trump saat ini mendorong Kongres untuk meloloskan usulan anggaran militer bersejarah senilai 1,5 triliun Dolar AS.
Gedung Putih juga meminta persetujuan dana tambahan 95 miliar Dolar AS untuk membiayai operasi tempur di Iran.
Pemimpin Minoritas Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, mengkritik keras kebijakan militer Donald Trump yang dinilai tanpa strategi keluar.
Ia menegaskan Senat Demokrat akan berjuang menghentikan kerugian anggaran serta kekacauan politik akibat keputusan sepihak Gedung Putih.
Sementara itu, Pentagon mencatat sebanyak 21 prajurit gugur dan 865 lainnya mengalami luka-luka sepanjang delapan bulan konflik berlangsung.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













