POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Seorang hakim federal menolak permohonan Pemerintahan Donald Trump untuk menghentikan proses penghitungan suara di California.
Hakim Distrik AS David O. Carter mengumumkan keputusan hukum penting tersebut pada Rabu waktu setempat.
Pemerintah federal sebelumnya meminta negara bagian memisahkan sekitar 20.000 surat suara akibat dugaan status pemilih non-warga negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hakim Carter memperingatkan bahwa pemisahan surat suara secara mendadak akan merusak proses Pemilu Paruh Waktu yang sedang berjalan.
Lebih dari 3,7 juta warga California bahkan telah menyalurkan hak suara mereka dalam pemilu kali ini.
Petugas pemilu setempat juga telah selesai menghitung lebih dari 500.000 suara masyarakat hingga saat ini.
Keputusan Hukum Menjadi Pukulan Baru Bagi Pemerintah Federal Menjelang Pemilihan
Putusan ini menjadi pukulan hukum terbaru bagi Presiden Donald Trump dalam memperluas kendali federal atas pemilu.
Kementerian Kehakiman AS menggugat pejabat California karena dinilai gagal meninjau daftar 20.000 pemilih dalam batas waktu.
Hakim Carter menegaskan bahwa tindakan tersebut berisiko mencabut hak pilih warga negara serta memicu ketakutan petugas.
Langkah pengasingan surat suara dalam kurun 90 hari sebelum pemilu terbukti melanggar undang-undang National Voting Rights Act.
Hakim juga menolak argumen pemerintah yang menyebut California menghalangi penegakan hukum federasi di wilayah tersebut.
Langkah Kementerian Kehakiman AS Di Sejumlah Negara Bagian Kunci Lainnya
Kementerian Kehakiman AS meluncurkan gugatan serupa di Washington guna mengasingkan ratusan surat suara pemilih terduga non-warga negara.
Selain itu, gugatan lain di Alaska berusaha menunda sertifikasi hasil suara jika calon petahana Republik gagal menang.
Ketiga negara bagian tersebut memegang peranan sangat krusial dalam menentukan peta kekuatan mayoritas di Kongres AS.
Meskipun Jaksa Asisten Pertama Bill Essayli mengklaim pemisahan surat suara demi menjaga integritas pemilu, hakim menolak tegas argumen tersebut.
Hakim Carter menegaskan bahwa pengasingan surat suara secara sepihak dapat menimbulkan kerusakan permanen bagi kepercayaan demokrasi Amerika Serikat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













