JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Setelah bertahun-tahun mengenakan seragam Korps Bhayangkara, AKBP Netty Rosdiana Siagian memilih membuka lembaran baru.
Perwira menengah Polwan itu mengajukan pengunduran diri dari Polri karena merasa nilai dan tatanan di lingkungan kerja tidak lagi sejalan dengan hati nuraninya.
Netty mengaku tidak ingin memaksakan diri bertahan dalam situasi yang membuatnya sulit berkarya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski meninggalkan institusi kepolisian, ia menegaskan tetap ingin mengabdi kepada masyarakat melalui pendidikan dan kegiatan sosial.
“Kalau tatanan itu tidak sesuai dengan hati, yang ada kita tuh nanti istilahnya kita cuma sakit sendiri,” kata Netty kepada wartawan, Senin (2/11/2026).
Netty mengungkapkan, permohonan pengunduran dirinya telah diajukan pada 20 Agustus 2026. Ia mencantumkan 1 September 2026 sebagai tanggal efektif pengakhiran masa dinas yang dimohonkan.
Keputusan tersebut juga diumumkannya melalui akun Instagram pribadi pada Sabtu (31/10/2026). Dalam pernyataannya, Netty menegaskan pengunduran diri itu merupakan pilihan pribadi, bukan karena paksaan atau tekanan pihak lain.
Ingin Mengajar dan Terjun ke Kegiatan Sosial
Netty menilai pengabdian kepada masyarakat tidak harus dilakukan melalui institusi kepolisian. Ia masih memiliki banyak kesempatan untuk berkontribusi, terutama di bidang pendidikan dan kegiatan sosial.
“Berkarya bukan cuma di Polri. Masih banyak kok, ada di bidang universitas, akademi, segala macam. Jiwa sosial ke masyarakat juga masih banyak,” ujarnya.
Ia menyebut telah memiliki sejumlah agenda bersama kampus dan lembaga sosial. Netty ingin mengajar di universitas atau akademi sekaligus mendampingi masyarakat secara langsung.
Baginya, pengalaman selama bertugas di kepolisian dapat menjadi bekal untuk menjalani bentuk pengabdian yang baru. Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi amal yang bermanfaat bagi kehidupan akhirat.
Saat ditanya apakah menyesal meninggalkan Polri setelah melalui perjuangan panjang untuk bergabung, Netty menjawab tidak.
“Barangkali pengabdian aku sudah cukup, toh sudah semua saya lalui,” tuturnya.
Pernah Pimpin Polsek Sunda Kelapa dan Menteng
Sebelum mengajukan pengunduran diri, Netty menjabat Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Kariernya di kepolisian mencakup sejumlah bidang, mulai dari lalu lintas, kewilayahan, administrasi, hingga reserse.
Pada 2018, saat masih berpangkat Komisaris Polisi (Kompol), Netty dipercaya menjadi Kapolsek Sunda Kelapa. Ia kemudian pernah memimpin Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat.
Netty juga pernah bertugas sebagai Kepala Unit Brigadir Motor (Kanit BM) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Setelah itu, ia mengemban sejumlah jabatan di bidang administrasi dan penyidikan.
Ia tercatat pernah menjabat Kepala Subbagian Perencanaan dan Administrasi (Kasubbagrenmin) Bidang Hukum Polda Metro Jaya.
Sejak September 2022, Netty bertugas sebagai Penyidik Madya 2 Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.
Dalam perjalanan berikutnya, ia dipercaya menjadi Kabagrenmin Ditreskrimsus sebelum menempati jabatan terakhir sebagai Kabagrenmin Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Kiprah di The Road Force Blue, Raih Rekor MURI
Salah satu pengalaman yang menonjol dalam perjalanan karier Netty adalah keterlibatannya dalam kelompok Polwan bermotor The Road Force Blue.
Kelompok yang dibentuk pada 2005 itu beranggotakan sekitar 25 hingga 30 Polwan. Mereka bertugas melakukan patroli dan pengawalan, termasuk pengawalan kenegaraan.
Pada 2009, The Road Force Blue meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan rekor dunia sebagai pasukan wanita pengawal kenegaraan pertama.
Kelompok tersebut juga pernah mengawal sejumlah tokoh penting. Dalam sejumlah pemberitaan, The Road Force Blue disebut pernah mengawal Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton dan prosesi pengawalan jenazah Hasri Ainun Habibie.
Di luar tugas kepolisian, Netty pernah menerima penghargaan Indonesia Women Excellence Award 2021 dari Indonesia Award Magazine.
Status Pengunduran Diri Perlu Konfirmasi Polri
Keputusan Netty meninggalkan Polri menjadi babak baru setelah melewati beragam penugasan. Ia ingin melanjutkan pengabdian melalui dunia pendidikan dan kegiatan sosial.
Namun, perlu dibedakan antara tanggal efektif yang dicantumkan dalam permohonan dan keputusan pemberhentian secara administratif.
Hingga pemberitaan ini disusun, belum ditemukan keterangan resmi Polri yang mengonfirmasi persetujuan atas permohonan pengunduran diri tersebut.
Dengan demikian, 1 September 2026 merupakan tanggal efektif yang diajukan Netty, bukan tanggal keputusan pemberhentian yang telah dikonfirmasi secara resmi oleh Polri.
Netty kini berharap dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat melalui jalur berbeda. Baginya, melepas seragam kepolisian bukan berarti mengakhiri pengabdian. **
Editor : Hadwan













