Polda Metro Jaya Turunkan 4.562 Personel Amankan Unjuk Rasa di Jakarta

Senin, 15 September 2025 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, ribuan personel TNI-Polri mengamankan Kompleks DPR MPR saat Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo.
(Posnews/Ist)

Ilustrasi, ribuan personel TNI-Polri mengamankan Kompleks DPR MPR saat Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya menurunkan 4.562 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik di Jakarta, Senin (15/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, situasi pagi ini masih kondusif dan aman terkendali. “Polda Metro Jaya hadir 24 jam di lapangan. Seluruh anggota melaksanakan tugas preventif, edukasi, hingga penegakan hukum,” ujarnya.

Ade Ary menekankan, personel bertindak secara humanis sesuai arahan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri. Ia menekankan bahwa polisi harus melayani massa aksi karena mereka bagian dari masyarakat.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Hujan Petir Landa Jabodetabek hingga 26 Desember 2025

Ia menjelaskan bahwa para pengunjuk rasa adalah saudara, adik, bahkan anak-anak, sehingga pengamanan harus dilakukan secara humanis dan tulus.

Selain itu, Ade Ary mengapresiasi penanggung jawab aksi yang sudah berkoordinasi jauh sebelum pelaksanaan. Informasi terkait jumlah massa, atribut, rute, hingga materi aksi mempermudah koordinasi lintas instansi.

“Koordinasi sangat penting. Kami bisa menyiapkan pengamanan bersama Kodam Jaya, Marinir, Pemprov DKI, Dishub, Damkar, tenaga medis, hingga Mabes Polri. Terima kasih atas kerja samanya,” ucapnya.

Baca Juga :  Gencatan Senjata Buntu: Trump Ulur Ultimatum Selat Hormuz

Polda Metro Jaya juga memastikan masyarakat tetap aman menjalankan aktivitas di Ibu Kota. Polisi menyiapkan layanan darurat 110 yang aktif 24 jam dan bebas pulsa.

“Kami siap dihubungi. Masyarakat akan langsung terhubung dengan polres setempat atau eskalasi ke Polda Metro Jaya bila dibutuhkan. Intinya, kami hadir 24 jam untuk melayani masyarakat,” pungkas Ade Ary. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol
Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki
Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi
Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang
Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin
Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap
Tawuran di Duren Sawit Digagalkan, 6 Pemuda dan 4 Sajam Disita Polisi
3 Tersangka Pengeroyokan Bambang Setiawan Ditangkap di Bogor

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:41 WIB

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 September 2026 - 15:40 WIB

Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang

Minggu, 13 September 2026 - 05:58 WIB

Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin

Sabtu, 12 September 2026 - 16:01 WIB

Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap

Berita Terbaru

Presiden Xi Jinping menyerukan blok BRICS menjadi juru damai konflik Timur Tengah pada KTT New Delhi serta mempererat hubungan diplomatik dengan India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:57 WIB

2.713 penari dari 12 negara membawakan Tari Semarak Jali-Jali Betawi di Ancol. (Posnews/Ancol)

JABODETABEK

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:41 WIB

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:56 WIB