Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak

Minggu, 13 September 2026 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menag Nasaruddin Umar saat pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang. (Posnews/Kemenag)

Menag Nasaruddin Umar saat pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang. (Posnews/Kemenag)

SEMARANG, POSNEWS.CO.ID – Ribuan orang memadati Lapangan Pancasila, Semarang, Jawa Tengah, saat Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 resmi dibuka.

Bagi Menteri Agama Nasaruddin Umar, kemeriahan tersebut bukan sekadar perhelatan keagamaan, tetapi menjadi ruang besar untuk memperkuat persaudaraan dan kebangsaan.

MTQ Nasional XXXI berlangsung di Semarang pada 11–20 September 2026. Ajang ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi momentum kembalinya MTQ Nasional ke Jawa Tengah setelah 47 tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nasaruddin menilai MTQ memiliki makna sosial dan kebangsaan yang sangat besar. Ia bahkan menyebut MTQ sebagai salah satu pesta rakyat terbesar di Indonesia.

“Kafilah dari berbagai penjuru Nusantara datang dengan bahasa, budaya, dan tradisi beragam. Mereka bertemu bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membangun persahabatan dan memperkuat persaudaraan,” ujar Nasaruddin, dikutip Minggu (13/9/2026).

Al-Qur’an Menyatukan Keragaman

Menurut Nasaruddin, pertemuan kafilah dari berbagai daerah menunjukkan bahwa Al-Qur’an dapat menjadi jembatan di tengah keberagaman Indonesia.

Para peserta tidak hanya membawa kemampuan membaca, menghafal, atau memahami Al-Qur’an. Mereka juga membawa identitas daerah masing-masing untuk bertemu dalam satu ruang kebangsaan.

Karena itu, Menag berharap MTQ tidak berhenti pada kompetisi dan penentuan juara. Nilai yang diperoleh dari Al-Qur’an harus diterjemahkan menjadi perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut sejalan dengan harapan Kemenag agar MTQ menjadi momentum menghadirkan living Quran, yakni nilai-nilai Al-Qur’an yang benar-benar hidup dalam sikap dan perilaku masyarakat.

Penyandang Disabilitas Diberi Ruang

MTQ Nasional XXXI juga menghadirkan pesan kuat tentang inklusivitas. Tahun ini, panitia menyediakan ekshibisi Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas sensorik tuli, termasuk pemanfaatan mushaf Al-Qur’an isyarat.

Langkah tersebut memperluas akses masyarakat untuk mempelajari dan memahami Al-Qur’an tanpa terhalang kondisi fisik.

Baca Juga :  Remisi Nyepi 2026, 1.506 Napi Dapat Pengurangan Hukuman - 4 Langsung Bebas

“Ini menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi semua, tidak boleh ada seseorang pun yang kehilangan kesempatan mempelajari Al-Qur’an karena kondisi fisik, sosial ekonomi, ataupun geografis,” ujar Nasaruddin.

Kemenag mencatat ekshibisi tersebut diikuti komunitas Tuli Muslim. Sebanyak 28 peserta dari 14 komunitas dijadwalkan mengikuti ekshibisi pada 14–16 September 2026 dalam golongan Tilawah dan Kitabah Al-Qur’an Isyarat.

Pesan ini menjadi penting karena pendidikan agama seharusnya dapat diakses seluas-luasnya. Tidak boleh ada kelompok masyarakat yang merasa tertinggal hanya karena memiliki keterbatasan tertentu.

Dari Hafalan Menuju Perbuatan

Nasaruddin juga mengingatkan agar kedekatan dengan Al-Qur’an tidak hanya terlihat dari kemampuan membaca dan menghafal.

Menurutnya, seseorang harus mampu menyambungkan bacaan dengan tindakan, hafalan dengan pengamalan, serta pengetahuan dengan keteladanan.

Al-Qur’an, kata dia, harus menjadi pedoman yang membentuk karakter manusia.

Nilai tersebut dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga. Kasih sayang, tanggung jawab, musyawarah, dan sikap saling menghormati menjadi contoh bagaimana nilai Qurani hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara di tempat kerja, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui sikap amanah, disiplin, profesional, dan memberikan pelayanan secara adil.

Menag Ingatkan Bahaya Korupsi dan Hoaks

Nasaruddin juga mengaitkan nilai Al-Qur’an dengan persoalan kehidupan berbangsa. Ia mengingatkan agar kedekatan seseorang dengan Al-Qur’an tercermin dalam integritas saat menjalankan kewenangan.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjauhi korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Di tengah masyarakat, nilai Qurani juga dapat diwujudkan melalui kebiasaan saling mengenal, membantu dalam kebaikan, dan memeriksa informasi sebelum menyebarkannya.

Sikap tersebut penting untuk mencegah fitnah, hoaks, ujaran kebencian, serta informasi yang dapat merusak kehormatan dan persaudaraan.

“Semakin dekat seseorang kepada Al-Qur’an, semestinya semakin mulia akhlaknya, semakin santun tutur katanya, semakin menghormati perbedaan, dan semakin besar kontribusinya bagi kerukunan dan persatuan Indonesia,” kata Nasaruddin.

2.242 Peserta dari 37 Provinsi

MTQ Nasional XXXI di Semarang diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi. Mereka bertanding dalam berbagai cabang dan golongan yang berkaitan dengan tilawah, hafalan, tafsir, hingga cabang lainnya.

Baca Juga :  Dokumen Hilang, WNA Aljazair Ceburkan Diri ke Waduk Sunter

Untuk mendukung kompetisi, Menag telah mengukuhkan tujuh Dewan Pengawas dan 155 Dewan Hakim.

Para hakim memiliki tanggung jawab besar menjaga kredibilitas perlombaan. Karena itu, Nasaruddin meminta mereka memberikan penilaian secara objektif, profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Seluruh perlombaan berlangsung di berbagai venue yang tersebar di Kota Semarang. Portal resmi penyelenggara mencatat rangkaian MTQ berlangsung hingga 20 September 2026.

Nasaruddin juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti musabaqah dengan sungguh-sungguh, jujur, dan menjunjung sportivitas.

MTQ Kini Digelar Setiap Tahun

Ada perubahan besar dalam penyelenggaraan MTQ Nasional mulai tahun ini.

Kementerian Agama memutuskan MTQ Nasional digelar setiap tahun, bukan lagi dua tahun sekali.

Kebijakan tersebut sekaligus menghapus pola penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) yang selama ini bergantian dengan MTQ.

Nasaruddin menjelaskan, perubahan itu dilakukan karena persiapan MTQ dan STQ relatif sama. Selain itu, penyelenggaraan setiap tahun membuka kesempatan lebih banyak bagi daerah untuk menjadi tuan rumah.

Jawa Tengah menjadi contoh panjangnya antrean tersebut. Provinsi ini kembali menjadi tuan rumah MTQ Nasional setelah menunggu selama 47 tahun.

“Kami memutuskan bahwa setiap tahun akan dilaksanakan MTQ. Selama ini, daftar tunggu provinsi untuk menyelenggarakan MTQ sangat panjang,” kata Nasaruddin.

MTQ Bukan Sekadar Panggung Juara

Bagi Nasaruddin, kemenangan dalam musabaqah bukan satu-satunya tujuan. Lebih jauh, MTQ harus melahirkan manusia yang mampu membawa nilai Al-Qur’an ke dalam kehidupan nyata.

Ia mengajak seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai momentum berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

“Mari kita jadikan MTQ ini sebagai momentum untuk berhijrah. Semoga Allah Ta’ala meridai seluruh ikhtiar kita dan menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya yang menuntun bangsa Indonesia menuju kehidupan yang rukun, maju, adil sejahtera, dan berkeadaban,” ujarnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang
Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra
Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang
BMKG Ungkap Banyak Sensor Gempa Hilang, Peringatan Dini Bisa Terganggu
KemenHAM Desak Penembakan 3 ASN Jayawijaya Diusut Tuntas
Anwar Abbas Minta Kasus Abah Setu Tetap Diproses Polisi
8 Orang Hilang di Anak Krakatau, SAR Belum Temukan Titik Terang
KPK Geledah Rumah Polisi Yayat Sudrajat, Usut Fee Rp16 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 21:17 WIB

Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak

Minggu, 13 September 2026 - 15:53 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang

Sabtu, 12 September 2026 - 06:31 WIB

Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra

Jumat, 11 September 2026 - 17:24 WIB

Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang

Jumat, 11 September 2026 - 09:32 WIB

BMKG Ungkap Banyak Sensor Gempa Hilang, Peringatan Dini Bisa Terganggu

Berita Terbaru

Presiden Xi Jinping menyerukan blok BRICS menjadi juru damai konflik Timur Tengah pada KTT New Delhi serta mempererat hubungan diplomatik dengan India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:57 WIB

2.713 penari dari 12 negara membawakan Tari Semarak Jali-Jali Betawi di Ancol. (Posnews/Ancol)

JABODETABEK

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:41 WIB

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:56 WIB