Pria di Depok Tewas Gantung Diri Usai Istri Minta Cerai

Senin, 15 September 2025 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Polres Metro Depok melakukan olah TKP kasus gantung diri di Sawangan, Depok. Dok-Istimewa

Petugas Polres Metro Depok melakukan olah TKP kasus gantung diri di Sawangan, Depok. Dok-Istimewa

DEPOK, POSNEWS.CO.ID – Seorang pria berinisial AS (35) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Jalan Abdul Wahab, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (15/9/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa tragis ini terjadi setelah sang istri meminta cerai.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan kronologi kejadian. Sekitar pukul 03.00 WIB, istri korban mendengar suara mencurigakan dari depan rumah. Saat dicek, ia mendapati AS sudah tergantung di kusen pintu dengan tali plastik.

Baca Juga :  Dua Pemuda Terduga Tawuran di Depok Ditembak Polisi, Bawa Celurit dan Golok

“Istri korban langsung berlari meminta pertolongan ke Ketua RT 03/RW 04. Saat warga datang, korban masih tergantung dengan lidah menjulur dan celana basah,” ungkap Made, Senin (15/9/2025).

Berdasarkan keterangan saksi, korban dan istrinya memang tengah bermasalah. Sang istri mengajukan perceraian, sementara AS bersikeras mempertahankan pernikahan siri mereka yang telah dikaruniai dua anak.

Baca Juga :  Gubernur Jakarta Pramono Anung Luncurkan Sistem Penjaminan Digital dan Portal E-Guarantee

Lebih lanjut, Made menegaskan keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan visum et repertum maupun autopsi.

“Keluarga sudah ikhlas. Mereka menolak autopsi dan memutuskan untuk memakamkan korban di TPU Pemda Sawangan Tengah, Depok,” jelas Made.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga kini, polisi memastikan kasus ini murni bunuh diri tanpa adanya tanda-tanda kekerasan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasi Ketupat 2026 Hari ke-11: 251 Kecelakaan, 17 Tewas – Arus Balik Mulai Meningkat
Bom Waktu 48 Jam: Trump Ancam Ratakan Listrik Iran, Teheran Targetkan Fasilitas Air Teluk
Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026
Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem
Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari
Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026
Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular
Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 19:10 WIB

Operasi Ketupat 2026 Hari ke-11: 251 Kecelakaan, 17 Tewas – Arus Balik Mulai Meningkat

Senin, 23 Maret 2026 - 18:30 WIB

Bom Waktu 48 Jam: Trump Ancam Ratakan Listrik Iran, Teheran Targetkan Fasilitas Air Teluk

Senin, 23 Maret 2026 - 17:14 WIB

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:57 WIB

Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem

Senin, 23 Maret 2026 - 16:30 WIB

Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari

Berita Terbaru

Ilustrasi, Perebutan garis depan terakhir. Mencairnya es di Kutub Utara membuka jalur perdagangan baru dan akses energi yang memicu persaingan militer antara Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Mar 2026 - 17:14 WIB