Buruh di Bekasi Gelar Apel Kebangsaan Hari ini, Desak Sahkan RUU Ketenagakerjaan

Rabu, 15 Oktober 2025 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan buruh KSPI dan Partai Buruh menggelar demo di depan Istana Negara menolak UMP DKI 2026 dan UMSK Jawa Barat. (Posnews/Ist)

Ribuan buruh KSPI dan Partai Buruh menggelar demo di depan Istana Negara menolak UMP DKI 2026 dan UMSK Jawa Barat. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Serikat buruh terus berjuang dan mendesak pemerintah untuk memperhatikan nasib mereka. Gelombang buruh bakal mengguncang Lapangan Jababeka Botanical, Bekasi hari ini, Rabu (15/10/2025).

Sekitar 50.000 pekerja dari berbagai konfederasi siap turun dalam Apel Besar Kebangsaan untuk menuntut DPR segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan yang propekerja.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menegaskan, apel ini jadi momentum penting bagi buruh menyuarakan keadilan dalam regulasi ketenagakerjaan.

“Sebanyak 50.000 buruh akan berkumpul di Jababeka demi mendorong RUU Ketenagakerjaan berpihak pada pekerja,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

Baca Juga :  Tragedi Musala Al Khoziny, Presiden Prabowo Instruksikan Periksa Semua Ponpes

Aksi akbar itu diikuti perwakilan KSPSI dan KSPI, dimulai pukul 14.00–17.30 WIB. Seorang tokoh besar nasional dijadwalkan hadir pukul 15.30 WIB.

“Kami akan berorasi, menyampaikan aspirasi, dan membacakan Deklarasi Kebangsaan Buruh Indonesia,” tambah Andi Gani.

Isu utama yang diusung adalah desakan pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penolakan upah murah, serta penghentian pemberangusan serikat pekerja.

Presiden KSPI Said Iqbal menilai apel ini juga bentuk dukungan terhadap program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang pro rakyat kecil.

“Kebijakan seperti kenaikan upah minimum, penghapusan utang UMKM, pembentukan koperasi desa, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan keberpihakan pada kelas pekerja,” jelasnya.

Menurut Said, aksi ini menjadi dukungan terbuka jelang satu tahun pemerintahan Prabowo yang terus berkomitmen menyejahterakan buruh dan masyarakat bawah. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026
Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 169 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Jawa dari Bakauheni
Cuaca Jabodetabek 29 Maret 2026: Hujan Meluas, Bogor Berpotensi Diguyur Lebat
‘Bang Jago’ Palak Pengendara di Tanah Abang, Rampas Kartu E-Toll, 2 Pelaku Dibekuk Polisi

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:10 WIB

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:05 WIB

Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:09 WIB

Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:48 WIB

Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:31 WIB

Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang

Berita Terbaru

Menembus batas identitas tunggal. Konsep interseksionalitas membuktikan bahwa perjuangan perempuan tidak bisa menggunakan pendekatan 'satu ukuran untuk semua' guna menghapus penindasan yang berlapis. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:10 WIB