Viral di Medsos, Propam Selidiki Polisi soal Pedagang Es Hunkue Kemayoran

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, es hunkue viral di Kemayoran. (Posnews/Net)

Ilustrasi, es hunkue viral di Kemayoran. (Posnews/Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri turun tangan dan memeriksa Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Aiptu Ikhwan Mulyadi.

Pemeriksaan ini menyusul kegaduhan publik usai yang bersangkutan menuding pedagang es hunkue jadul di Kemayoran menggunakan bahan spons.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, membenarkan bahwa Propam telah melakukan pemeriksaan internal terhadap anggota tersebut. Namun demikian, ia menegaskan proses itu masih berjalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau terkait Propam, tindak lanjutnya memang bukan ranah kami. Namun yang saya ketahui, Propam sudah turun dan memeriksa anggota terkait, termasuk pemeriksaan awal yang kemarin sempat dilakukan,” ujar Roby kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).

Propam Bergerak, Sanksi Masih Dikaji

Lebih lanjut, Roby menegaskan bahwa mekanisme hukum internal Polri sedang berjalan. Meski begitu, pihak kepolisian belum dapat mengungkap sanksi yang akan dijatuhkan kepada Aiptu Ikhwan.

Baca Juga :  Lindungi Istri dari Jambret, Pria Sleman Terancam 6 Tahun Penjara - Disorot DPR

“Propam sudah melakukan penyelidikan. Namun untuk tindak lanjut proses dan sanksi, saat ini belum bisa kami sampaikan,” tegasnya.

Sempat Heboh, TNI-Polri Minta Maaf

Sebelumnya, aksi aparat TNI-Polri yang mengamankan pedagang es hunkue jadul di Kemayoran sempat memicu kegaduhan di media sosial.

Pedagang tersebut dicurigai menggunakan bahan spons, meski dugaan itu belum terbukti secara ilmiah.

Menanggapi polemik tersebut, Aiptu Ikhwan Mulyadi bersama Babinsa Serda Heri Purnomo akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Permintaan maaf itu disampaikan di Aula Mako Polsek Kemayoran, Senin (26/1) malam.

“Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas serta membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas kegaduhan yang timbul,” ujar Aiptu Ikhwan dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga :  BMKG–BNPB Gaspol Modifikasi Cuaca, Tahan Serbuan Hujan Ekstrem di Jabodetabek-Jawa

Akui Tergesa-Gesa, Tak Tunggu Hasil Lab

Ikhwan menjelaskan, tindakan tersebut bermula dari laporan warga RW 05 Kelurahan Rawa Panjang yang mencurigai adanya makanan berpotensi berbahaya di lingkungan mereka.

Saat itu, aparat mengklaim ingin bertindak cepat demi keamanan warga.

“Niat kami semata-mata untuk mengedukasi masyarakat agar tidak ada konsumen yang dirugikan serta memastikan warga merasa aman,” ujarnya.

Namun demikian, Ikhwan mengakui kesalahannya. Ia menyebut tindakannya terlalu tergesa-gesa karena dilakukan tanpa menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.

“Kami tidak bermaksud mencemarkan nama baik Bapak Sudrajat, pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarganya. Kami turut merasakan dampak yang ditimbulkan terhadap usaha beliau,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas jika video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, atau sentimen negatif terhadap institusi Polri dan TNI. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin
Donald Trump Hubungi Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy
Brimob Gagalkan Tawuran di Bekasi, 18 Remaja Ditangkap dan Bom Molotov Disita
Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7
Bareskrim Buka Fakta Mengejutkan, Jaringan Narkoba Kirim Paket Selama 10 Bulan
Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC
Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang
Keributan di Sentraland Cengkareng Berujung Penganiayaan, Pelaku Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:08 WIB

Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:48 WIB

Donald Trump Hubungi Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:43 WIB

Brimob Gagalkan Tawuran di Bekasi, 18 Remaja Ditangkap dan Bom Molotov Disita

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:37 WIB

Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:31 WIB

Bareskrim Buka Fakta Mengejutkan, Jaringan Narkoba Kirim Paket Selama 10 Bulan

Berita Terbaru

Penertiban armada bayangan Rusia. Pasukan Komando Marinir Inggris menggelar operasi boarding untuk menahan tanker minyak Smyrtos di Selat Inggris. Dok: UK MOD Crown/LPhot Hutchins/Handout via REUTERS

INTERNASIONAL

Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin

Selasa, 16 Jun 2026 - 12:08 WIB

Negosiasi di hari lahir. Presiden AS Donald Trump menggelar diplomasi telepon bersama Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy menjelang pembukaan KTT G7 di Prancis. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Hubungi Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy

Selasa, 16 Jun 2026 - 11:48 WIB

Bara protes di Swiss. Pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di Jenewa guna menolak pelaksanaan KTT G7 Evian di tengah eskalasi konflik energi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7

Selasa, 16 Jun 2026 - 10:37 WIB