Misteri Sinyal Wow! 72 Detik yang Membingungkan Astronom

Selasa, 4 November 2025 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Pada 1977, teleskop

Ilustrasi, Pada 1977, teleskop "Big Ear" menangkap sinyal 72 detik yang aneh. Seorang astronom menulis "Wow!" di cetakannya. Hampir 50 tahun kemudian, kita masih belum tahu apa itu. Dok: Istimewa.

OHIO, POSNEWS.CO.ID —Pada malam 15 Agustus 1977, di tengah ketenangan Ohio, sebuah teleskop radio bernama “Big Ear” sedang menyisir kosmos, mendengarkan keheningan antarbintang. Tanpa seorang pun tahu, teleskop itu baru saja merekam sesuatu yang akan menjadi salah satu anomali paling terkenal dalam sejarah sains.

Beberapa hari kemudian, astronom Jerry Ehman sedang melakukan tugas rutinnya: meninjau data cetakan (printout) dari teleskop. Di antara lautan angka dan huruf yang monoton, matanya menangkap satu baris kode: 6EQUJ5.

Itu adalah anomali. Sinyal yang sangat kuat dan jernih, persis seperti yang para ilmuwan prediksi sebagai “kontak” dari peradaban luar angkasa. Saking terkejutnya, Ehman mengambil pena merah, melingkari kode tersebut, dan menulis satu kata di pinggir kertas: “Wow!”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hampir setengah abad telah berlalu, dan catatan itu tetap menjadi misteri terbesar dalam pencarian kehidupan cerdas di luar Bumi (SETI).

Baca Juga :  Sabu 5 Kg Digagalkan di Bakauheni, Oknum Brimob dan TNI AL Ditangkap

Mengapa Sinyal Ini Begitu Istimewa?

Sinyal ‘Wow!’ bukan sekadar gangguan acak. Ia memiliki karakteristik yang membuatnya sangat misterius dan menggoda.

Pertama, durasinya. Sinyal itu berlangsung tepat 72 detik. Ini sangat signifikan, karena 72 detik adalah waktu pasti yang dibutuhkan teleskop Big Ear untuk mengamati satu titik di langit sebelum rotasi Bumi menggesernya. Ini menunjukkan sinyal itu berasal dari sumber yang tetap di luar angkasa, bukan satelit atau gangguan di Bumi.

Kedua, kekuatannya. Sinyal itu 30 kali lebih kuat daripada “noise” atau desis latar belakang alam semesta. Ia menonjol seperti suara klakson di perpustakaan yang sunyi.

Ketiga, dan ini yang paling penting, adalah frekuensinya. Teleskop mendeteksi sinyal itu pada 1420 MHz, frekuensi yang kita kenal sebagai “Garis Hidrogen” (Hydrogen Line). Ini adalah frekuensi alami yang hidrogen pancarkan, elemen paling melimpah di alam semesta.

Para ilmuwan SETI menjuluki frekuensi ini sebagai “lubang air” kosmik—kanal yang tenang dan logis bagi peradaban cerdas mana pun untuk menyiarkan pesan “halo” antarbintang. Di Bumi, hukum internasional melarang transmisi di frekuensi ini, membuat kemungkinan sinyal itu berasal dari manusia sangat kecil.

Baca Juga :  Polri PTDH 689 Personel Sepanjang 2025, Ribuan Pelanggar Disanksi Disiplin dan Kode Etik

Misteri Terbesar: Hening Setelahnya

Yang membuat Sinyal ‘Wow!’ begitu membingungkan adalah sifatnya yang “satu kali”. Tidak ada yang pernah mendeteksi sinyal itu lagi.

Sejak 1977, astronom yang tak terhitung jumlahnya telah mengarahkan teleskop—termasuk yang jauh lebih canggih dari Big Ear—ke titik langit yang sama di konstelasi Sagitarius. Mereka telah mendengarkan selama ribuan jam. Hasilnya: nihil. Hanya keheningan kosmik.

Astronom telah mengajukan puluhan teori, mulai dari pantulan satelit militer, fenomena bintang yang langka, hingga hipotesis komet. Namun, tidak ada satu pun teori yang dapat menjelaskan semua karakteristik unik dari sinyal 72 detik tersebut.

Hingga hari ini, Sinyal ‘Wow!’ tetap menjadi anomali paling menggoda dalam sains. Sebuah bisikan singkat dari kedalaman ruang angkasa yang kita dengar sekali, dan mungkin tidak akan pernah kita dengar lagi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru