Siswi SMA di Kendari Jadi Promotor Judi Online – Dibayar Rp600 Ribu per Unggahan

Minggu, 9 November 2025 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Judi Online. (Net)

Ilustrasi, Judi Online. (Net)

KENDARI, POSNEWS.CO.ID — Miris dan bikin prihatin kelakuan pelajar saat ini. Demi mendapatkan uang apa saja dilakukan, meski hal tersebut dilarang hukum.

Seorang siswi SMA berinisial FI (16) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ditangkap polisi setelah ketahuan aktif mempromosikan situs judi online lewat media sosial.

Ironisnya, gadis belia ini rela jadi promotor judi demi bayaran Rp600 ribu per unggahan.

Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau mengungkapkan, FI diamankan tim Polsek saat berada di kawasan Tugu Eks MTQ Kendari, Sabtu (8/11/2025) dini hari sekitar pukul 00.30 Wita.

Benar, terduga pelaku sudah diamankan. Saat ini masih dalam pemeriksaan untuk mendalami jaringan di balik promosi judi online tersebut,” ujar Welliwanto, Minggu (9/11/2025).

Terkuak dari Aksi di Instagram

Baca Juga :  Kasus Pasangan Gay Kendari, Remaja dan Pria Dewasa Ditangkap Usai Digerebek Orang Tua

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi menemukan fakta mengejutkan setelah melakukan penelusuran. Sejak Mei 2025, FI aktif mengelola akun Instagram miliknya untuk mempromosikan situs judi online.

Dalam setiap unggahan, FI menaruh tautan situs judi di bio akun dan membuat story berisi ajakan bermainlengkap dengan bonus dan link pendaftaran.

Tak tanggung-tanggung, pelaku mendapat bayaran Rp600 ribu tiap kali posting. Akun misterius merekrut FI lewat pesan langsung (DM) dan kemudian memasukkannya ke dalam grup chat rahasia yang berisi admin situs judi online.

Polisi menyita sejumlah barang bukti digital, termasuk tangkapan layar percakapan, tautan promosi, dan bukti transfer dari pengelola situs.

Kini, FI resmi ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran Undang-Undang ITE dan tindak pidana perjudian online. Polisi juga tengah memburu pihak yang merekrut dan memanfaatkan anak di bawah umur untuk kepentingan kejahatan siber.

Baca Juga :  Suami di Bangka Jual Istri Demi Judi Online, Polisi Tetapkan Tersangka

“Kami menduga ada jaringan besar yang memanfaatkan remaja untuk memperluas promosi judi online. Ini sedang kami dalami,” tegas Welliwanto.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan dan keluarga. Di tengah gempuran digital, banyak remaja tergiur tawaran kerja instan tanpa menyadari risikonya.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak di media sosial.

FI kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Kendari. Sementara itu, warganet ramai menyoroti kasus ini sebagai peringatan agar pemerintah lebih serius menangani penyebaran judi online yang makin menyasar kalangan pelajar. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas
Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:58 WIB

Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:48 WIB

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:40 WIB

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Feb 2026 - 17:45 WIB

Ilustrasi, Pahlawan di balik kesunyian Maghrib. Saat mayoritas warga berkumpul di meja makan, sebagian orang justru harus teguh berdiri di garis depan demi pelayanan dan kemanusiaan. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 16:40 WIB