BANYUMAS, POSNEWS.CO.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor 20 ton gula kelapa produksi PT Integral Mulia Cipta (IMC) ke Chicago, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026).
Nilai ekspor tersebut mencapai USD46 ribu atau sekitar Rp822,48 juta.
PT IMC menggelar pelepasan ekspor di pabriknya yang berada di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perusahaan juga menggunakan Surat Keterangan Asal (SKA) Form B untuk memperoleh kemudahan tarif bea masuk di negara tujuan.
Kemendag Dorong Pelaku Usaha Maksimalkan Fasilitas Ekspor
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku usaha daerah memanfaatkan berbagai fasilitas perdagangan yang disediakan Kementerian Perdagangan.
Menurutnya, fasilitas tersebut mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar ekspor produk unggulan daerah.
“Kami ingin tumbuh bersama dan meningkatkan ekspor komoditas unggulan daerah. Pelaku usaha dapat memanfaatkan business matching serta SKA agar memperoleh fasilitas tarif dan memperluas pasar ekspor,” ujar Budi Santoso.
Selain itu, Budi Santoso juga mengajak pelaku usaha aktif mengikuti business matching, pameran dagang, dan memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.
PT IMC berhasil memperluas pasar internasional dengan memanfaatkan berbagai program fasilitasi perdagangan dari Kemendag.
Perusahaan itu mengikuti business matching virtual dengan pembeli dari Amerika Serikat, memperoleh buyer dari Jerman melalui ITPC Hamburg, serta menjaring calon pembeli baru di Trade Expo Indonesia (TEI) 2024.
“PT IMC menjadi contoh pelaku usaha yang berhasil memperluas pasar ekspornya dengan memanfaatkan fasilitas perdagangan secara optimal,” kata Budi Santoso.
Sejak berdiri pada 2012, PT IMC telah mengekspor gula kelapa ke 56 negara di Amerika, Asia, Eropa, Afrika, dan Australia.
Perusahaan juga bermitra dengan sekitar 5.000 pemasok, termasuk petani dari Banyumas, Purbalingga, Kebumen, dan Cilacap.
PT IMC Manfaatkan Empat Jenis SKA
PT IMC memanfaatkan empat jenis SKA untuk memperoleh berbagai fasilitas tarif ekspor, yaitu:
- Form B untuk tarif most-favored nation (MFN).
- Form AANZ untuk ekspor ke kawasan ASEAN, Australia, dan Selandia Baru.
- Form D untuk perdagangan intra-ASEAN.
- Form IJEPA untuk ekspor ke Jepang.
Keempat fasilitas tersebut membantu PT IMC meningkatkan daya saing produknya di pasar internasional.
Kemendag Catat Potensi Transaksi Rp3,1 Triliun
Sepanjang Januari–Mei 2026, Kemendag memfasilitasi 621 pelaku usaha melalui 333 kegiatan business matching, yang terdiri atas 168 sesi pitching dan 165 temu bisnis dengan pembeli dari berbagai negara.
Program tersebut menghasilkan potensi transaksi sebesar USD193,88 juta atau sekitar Rp3,1 triliun.
Para pembeli mancanegara paling banyak mencari produk makanan olahan, rempah-rempah, kopi, cokelat, boga bahari, dekorasi rumah, sabun, cocopeat, produk plastik, hingga minyak kelapa sawit.
Kemendag meresmikan tujuh Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) baru, termasuk satu IPSKA di Kabupaten Banyumas, untuk memperkuat layanan ekspor.
Dengan penambahan tersebut, Indonesia kini memiliki 103 IPSKA yang memudahkan pelaku usaha mengurus dokumen ekspor.
Selain itu, Budi Santoso mengajak pelaku usaha membina petani desa melalui program Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor.
“Ekspor tidak harus dilakukan perusahaan besar atau dari kota. Pelaku UMKM dan desa juga bisa menembus pasar dunia melalui program Desa BISA Ekspor,” ujarnya.
Banyumas Perkuat Ekspor Gula Kelapa
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan pemerintah daerah akan memperkuat ekosistem ekspor karena gula kelapa menjadi salah satu komoditas unggulan Banyumas.
Sementara itu, Direktur PT IMC Mario Ngensowidjaja mengatakan sekitar 98 persen produksi gula kelapa Indonesia dipasarkan ke luar negeri, terutama ke Amerika Serikat dan Eropa.
“Permintaan gula kelapa di pasar internasional terus meningkat. Produk ini menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan yang memberikan kontribusi besar terhadap devisa negara,” kata Mario.
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan ekspor produk gula Indonesia (HS 170290) tumbuh rata-rata 9,61 persen sepanjang 2021–2025.
Pada Januari–April 2026, Indonesia mencatat nilai ekspor gula sebesar USD42,67 juta, meningkat 45,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut memperkuat posisi gula kelapa sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia di pasar global. **
Editor : Hadwan












