Petugas Koperasi Cantik Babak Belur Dikeroyok Nasabah, Polisi Gerak Cepat Ringkus Pelaku

Senin, 10 November 2025 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Korban bullying atau perundungan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Korban bullying atau perundungan. (Posnews/Ist)

MEDAN, POSNEWS.CO.ID — Menagih utang koperasi sebaiknya harus banyak bersabar, jika tidak nyawa bisa jadi taruhannya. Seperti yang terjadi di Jalan Rakyat, Gang Barumun, Kecamatan Medan Perjuangan.

Seorang wanita muda bernama Michelle Natalie Angel Gultom (22), petugas koperasi, babak belur setelah dikeroyok nasabahnya sendiri saat menagih cicilan, Kamis (6/11/2025) sore.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut laporan resmi yang diterima Polsek Medan Timur, peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Michelle datang ke rumah pelaku untuk menagih pinjaman seperti biasa.

Awalnya, nasabah beritikad baik dan membayar angsuran. Namun suasana tiba-tiba berubah panas ketika istri pelaku membentak korban dan menyuruhnya pulang.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Hujan Ringan Guyur Jakarta, Waspada Siang-Sore

Tak terima dibentak, Michelle sempat menjawab dengan tenang, tapi justru dibalas tindakan keji. Empat orang—termasuk pelaku utama bernama Suryadani—langsung keluar rumah dan memukuli korban bertubi-tubi.

Mereka bahkan mencoba merampas ponsel Michelle yang tengah merekam kejadian itu.

Akibat pengeroyokan tersebut, wajah Michelle memar dan luka-luka. Meski kesakitan, korban tetap melapor ke Polsek Medan Timur.

Polisi pun langsung bergerak cepat ke lokasi dan meringkus pelaku utama Suryadani di rumahnya sekitar pukul 17.00 WIB hari itu juga.

“Kami langsung turun ke TKP dan mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Saat ini pelaku sudah kami tahan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Fajri Lubis, Senin (10/11/2025).

Baca Juga :  Keiko Fujimori Unggul Tipis Atas Roberto Sánchez

Selain Suryadani, polisi kini memburu tiga pelaku lainnya berinisial I, R, dan F yang diduga ikut memukul korban.

Pihak kepolisian juga mengimbau petugas lapangan koperasi dan masyarakat agar tetap menjaga emosi dan mengedepankan komunikasi saat proses penagihan. Kekerasan, tegas polisi, tidak pernah menjadi solusi.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak agar penagihan utang dilakukan secara manusiawi dan sesuai prosedur hukum. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo
Gara-Gara Cewek, Duel Celurit di Jakarta Utara Tewaskan Remaja 16 Tahun
90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga
Bareskrim Tangkap Frans Antony di Malaysia, Pengendali Uang Narkoba Fredy Pratama
Kecanduan Judi Online, Karyawan Baru Konveksi di Tambora Gasak Bahan Produksi
Emas 500 Gram Raib di Menteng, Polisi Tangkap Pelaku Perampokan
Bocoran Spesifikasi Xiaomi 18 Mulai Beredar Luas
Kuasa Hukum Protes Keras Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:56 WIB

Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:13 WIB

Gara-Gara Cewek, Duel Celurit di Jakarta Utara Tewaskan Remaja 16 Tahun

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:06 WIB

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:02 WIB

Bareskrim Tangkap Frans Antony di Malaysia, Pengendali Uang Narkoba Fredy Pratama

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:50 WIB

Kecanduan Judi Online, Karyawan Baru Konveksi di Tambora Gasak Bahan Produksi

Berita Terbaru

Penyelamatan darurat di Tokyo. Jago merah menghanguskan ruang musik Sekolah Takinogawa Dai-san, memaksa ratusan murid melarikan diri ke halaman sekolah. Dok: @takanyo VIA X/via REUTERS

INTERNASIONAL

Kebakaran Hebat Melanda Sekolah Dasar di Tokyo

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:56 WIB

Jaminan keadilan harga petani hulu. Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan memperketat pengawasan harga TBS guna melindungi kesejahteraan petani swadaya. Dok: Istimewa.

NASIONAL

90 Persen Pabrik Kelapa Sawit Patuhi Penyesuaian Harga

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:06 WIB